El Clasico jilid 2, dari emoji Twitter hingga penentuan juara La Liga

Pertarungan Cristiano Ronaldo (kiri) dan Lionel Messi (kanan) akan tersaji lagi di Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, pada Senin dini hari WIB (24/4/2017).
Pertarungan Cristiano Ronaldo (kiri) dan Lionel Messi (kanan) akan tersaji lagi di Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, pada Senin dini hari WIB (24/4/2017).
© Manu Fernandez /AP Photo

Mega laga El Clasico jilid dua musim ini segera hadir. Dua tim besar Spanyol, Real Madrid dan Barcelona, akan bentrok di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada Senin dini hari WIB (24/4/2017).

Kali ini gengsi laga klasik itu makin besar. Maklum, dua klub itu hanya terpaut tiga poin di dua besar klasemen La Liga. Real Madrid di posisi pertama dan Barcelona setingkat di bawahnya.

Itu sebabnya gengsi dan pertaruhan dibumbui banyak hal. Twitter, misalnya, menyambut El Clasico dengan paket emoji khusus. Tidak tanggung-tanggung, Twitter menghadirkan sembilan emoji.

Untuk mengeluarkan emoji ke dalam kicauan, hanya diperlukan membubuhkan tagar. Misalnya tagar #elclasico akan menghasilkan emoji bergambar kostum putih Madrid dan kostum biru merah Barcelona.

Demikian pula bila Anda mengetik tagar #HalaMadrid akan muncul logo klub ibukota Spanyol itu. Sedangkan bila Anda menulis tagar #ForcaBarca akan hadir logo klub dari daerah Catalan itu.

Dari deretan pemain, hadir tiga pemain dari kedua klub. Dari kubu Madrid diwakili Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Sergio Ramos. Adapun Lionel Messi, Luis Suarez, dan Gerard Pique hadir mewakili Barcelona --sang juara bertahan La Liga.

Paket emoji Twitter untuk El Clasico
Paket emoji Twitter untuk El Clasico
© Twitter via The Sun

Tentu saja, paket khusus emoji Twitter itu dihadirkan bagi para suporter dan para penggemar sepak bola secara keseluruhan. Para pemain, termasuk yang profilnya dijadikan emoji, tetap fokus tinggi menatap laga.

Ivan Rakitic, gelandang Barcelona, menegaskan kemenangan adalah harga mati. Itu sebabnya pemain asal Kroasia bertekad tampil sempurna meski timnya bakal kehilangan penyerang Neymar Jr.

Pemain asal Brasil itu harus absen sebagai bagian sanksi skors tiga laga akibat kartu merah ketika kalah 0-2 dari Malaga dua pekan lalu. Ketika itu Neymar meninggalkan lapangan sambil menangis karena paham dirinya bakal absen dalam laga penting besok lusa.

Rakitic mengatakan bahwa kehilangan Neymar adalah kerugian besar. Namun Barca dinilai punya pengalaman menang meski pemain 25 tahun itu absen.

Dan absennya Neymar bisa menjadi suntikan mental nan bertenaga bagi para pemain Barca. "Kami ingin menunjukkan kepada Neymar bahwa kami masih bisa bermain bagus tanpa dia dan semoga membawa pulang kemenangan untuknya," ujar pemain 29 tahun ini kepada Sky Sports (h/t BeIN Sports).

Namun bukan hanya Barcelona yang kehilangan seorang pemain kunci. Madrid juga belum tentu bisa menurunkan Gareth Bale.

Pemain Wales itu baru mengikuti latihan pada Kamis (20/4) setelah pulih dari cedera betis. Namun menurut CBS, Bale belum mengikuti latihan penuh dan kemungkinan besar hanya akan disiapkan sebagai cadangan.

Akan tetapi yang sudah pasti, Madrid tidak akan diperkuat Raphael dan Pepe di daerah pertahanan. Meski begitu Barca tetap tak boleh memandang miring Madrid karena pelatih Zinedine Zidane selalu bisa mengoptimalkan pemain yang ada.

Bahkan, menurut Don Balon, pelatih asal Prancis itu kini punya senjata rahasia pada diri Marcos Asensio. Pemain 21 tahun ini belum lama menjadi bintang baru Madrid dengan merebut tempat James Rodriguez.

Bahkan tak tertutup kemungkinan Zidane akan menurunkan Asensio sejak menit pertama setelah menyumbang gol penting saat Madrid menumpas Bayern Munchen dari ajang Liga Champions.

Isu Liga Champions memang bisa ikut menentukan laga ini. Pertama, Madrid melaju ke semifinal dan Barca justru sebaliknya setelah didepak Juventus. Tapi kedua, fokus Barca tak lagi terpecah karena hanya tinggal mengejar kejayaan di La Liga dan Piala Spanyol.

Madrid pasti bernafsu menjuarai Liga Champions dan La Liga dalam satu musim untuk pertama kali sejak 1958. Khusus pada era Liga Champions, belum pernah ada klub yang mampu mempertahankannya.

Adapun Barca juga ingin mempertahankan gelar La Liga sekaligus Piala Spanyol untuk ketiga kali secara beruntun. Bila ini terjadi, Barca akan menjadi klub pertama di Spanyol yang bisa melakukannya.

Menurut SuperSports, Madrid berada dalam posisi terdepan sesuai dengan posisinya di klasemen. Rerata poin kemenangan mereka pada musim ini 2,42 berbanding 2,39 milik Barca. Dan pada El Clasico jilid satu di Camp Nou pada 3 Desember 2016, Madrid menahan 1-1.

Belakangan, performa Madrid juga lebih baik dibanding Barca. Namun Barca punya ketajaman ketika melawan Madrid. Dalam sembilan musim terakhir, Barca memenangi tiga laga El Clasico dengan empat gol atau lebih; termasuk 4-0 di Bernabeu pada musim lalu.

Sedemikian krusial laga ini, sorotan pun mengarah pula ke arah wasit Alejandro Hernandez. Itu sebabnya Hernandez siap menjalankan tugas dan memperkecil kesalahan.

Laga El Clasico bukan hal baru baginya. Musim lalu, Hernandez memimpin laga yang dimenangi Madrid 2-1.

Kepada koran AS (h/t Football Espana), Hernandez selalu menganalisis penampilannya setelah memimpin El Clasico dan laga lain. Itu dilakukan untuk mempelajari kesalahan meski tentu saja kesalahan tak pernah bisa hilang.

"Saya merasa terhormat bisa memimpin dua El Clasico dalam setahun. Anda bisa menikmati pengalamannya dan semoga tim terbaik yang menang dan bukan karena kesalahan kami (wasit)," tegas Hernandez.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.