PIALA SUDIRMAN 2017

Final klasik Piala Sudirman

Tunggal putra Korsel, Son Wan Ho, harus bermain tiga game saat melawan Suppanyu Avihingsanon asal Thailand pada pertadningan Sabtu (27/5). Korsel melangkah ke final dengan menantang juara bertahan, Tiongkok.
Tunggal putra Korsel, Son Wan Ho, harus bermain tiga game saat melawan Suppanyu Avihingsanon asal Thailand pada pertadningan Sabtu (27/5). Korsel melangkah ke final dengan menantang juara bertahan, Tiongkok. | Rosa Panggabean /Antara Foto

Dua negara penjejak kaki di final Piala Sudirman 2017 diketahui sudah. Mereka adalah Korea Selatan (Korsel) dan Tiongkok.

Hasil ini dipastikan kala Tiongkok berhasil mengalahkan Jepang dalam pertarungan panjang pada Sabtu sore (27/5). Ya, kemenangan Tiongkok di tentukan hingga nomor terakhir.

Sedangkan di pertandingan di pagi harinya, Korsel mampu menjinakan tim kuda hitam, Thailand. Mengapa disebut kuda hitam? Karena di babak perempat final, Thailand mampu mengadaskan salah satu tim unggulan lainnya, Denmark.

Pertemuan Korsel-Tiongkok di puncak turnamen ini merupakan kali ke lima selama Piala Sudirman dipertandingkan sejak 1989. Dari empat perjumpaan sebelumnya, Tiongkok memenangkan 3 di antaranya: 1997, 2009, dan 2013.

Korsel hanya menang sekali di final kala berhadapan dengan Tiongkok, yakni pada 2003. Sejauh ini, Korea Selatan sudah tiga kali juara Piala Sudirman, yakni pada 1991, 1993 dan 2003.

Selain Indonesia dan Tiongkok, Korsel merupakan negara langganan juara maupun finalis Piala Sudirman. Jadi, perjumpaan antara Korsel-Tiongkok di partai puncak, bisa dibilang seperti final klasik.

Pertarungan Tiogkok-Jepang di lapangan 1 Carrara Indoor Sports Stadium, hari itu berlangsung seru.

Jepang sempat unggul di pertandingan pertama. Duet ganda campuran mereka Yuta Watanabe/Arisa Higashino, mampu mengalahkan peringkat pertama dunia, Zheng Siwei/Chen Qicheng, dengan skor 21-12, 14-21, 19-21.

Tiongkok kemudian membalas di nomor tunggal putra. Adalah Lin Dan yang menjadi aktornya. Dia mengalahkan Kenta Nishimoto dua game langsung, 21-19, 21-16.

Jepang memang lemah di nomor tunggal putra. Tidak ada satu pun pemain mereka di peringkat 20 besar di nomor ini.

Di pertandingan ke tiga, Tiongkok justru membalikan keadaan. Li Junhi/Liu Yuchen masih terlalu tangguh bagi Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Mereka menang dua game langsung, 23-21, 21-16.

"Negeri Matahari Terbit" itu kembali menyamakan skor di nomor tunggal putri. Akane Yamaguchi mampu menaklukan Sun Yu, 21-17, 21-15.

Usaha Jepang untuk menyamai prestasi terbaik mereka di ajang Piala Sudirman, yakni mencapai babak final pada tahun 2015, pupus di nomor terakhir, ganda putri.

Peringkat 1 dunia asal Jepang, Misaki Matsumoto/Ayaka Takahashi, tak mampu berbuat banyak meredam keagresifan Chen Qicheng/Jia Yifan. Nama terakhir ini, memenangkan pertandingan dua game langsung, 21-12, 21-19.

Sementara itu, di lapangan yang sama pada Sabtu pagi (27/5), sebenarnya Thailand memulai pertadingannya melawan Korsel dengan baik.

Di pertandingan pertama, ganda campuran, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai mampu menundukan Choi Solgyu/Chae Yoo Jung. Bermain dengan durasi 41 menit, Dechapol/Sapsiree menang dua game langsung, 21-16, 21-12.

"Negeri Gajah Putih" itu hampir saja menggandakan skor kala di pertandingan ke dua, tunggal putra, Suppanyu Avihingsanon, mampu mencuri game pertama.

Sayang, lawan Avihingsanon terlalu kuat, Son Wan Ho (1 dunia). Di game ke dua dan ke tiga, pertandingan sepenuhnya menjadi milik Son. Bermain dengan durasi 1 jam 20 menit, Son mengalahkan Avihingsanon dengan skor 18-21, 21-10, 21-17.

Di pertandingan ke tiga, Korsel membalikan kedudukan. Duet ganda putra mereka, Choi Solgyu/Seung Jae Seo mampu mengalahkan Bodin Isara/Dechapol Puavaranokroh dua game langsung, 21-13, 21-16.

Pertandingan penentuan pun berlangsung di nomor tunggal putri. Baik Korsel maupun Thailand, sebenarnya unggul di nomor ini. Sebab, mereka memiliki pemain dengan peringkat tinggi di tunggal putri.

Sung Ji Hyun (Korsel), memiliki rangking 4 dunia. Sedangkan dari Thailand, diwakili Ratchanok Intanon, 9 dunia.

Namun, pertandingan berjalan anti klimaks. Hampir sepanjang pertandingan, skor Intanon selalu di bawah Sung. Dalam tempo 46 menit, Sung pun menyudahi perlawanan Intanon dengan skor 21-13, 21-17.

"Saya tidak ada masalah cedera. Saya merasa tidak baik sepanjang hari, dan saya ketakutan," kata Intanon, seperti yang dikutip dari situs resmi BWF.

"(Ketakutan) itu membuat saya lambat mencari pola permainan. Ketika dapat, itu sudah sangat terlambat."

Keberhasilan Korsel menjejakan kaki di babak final ini benar-benar disyukuri kepala pelatih mereka, Kang Kyung-jin. Kang mengatakan, target mereka sebenarnya adalah perempat final.

Sebab, menjelang pendaftaran pemain Piala Sudirman, ganda putra senior mereka mengundurkan diri. "Sepanjang tahun, tim kami disebut lemah. Tetapi sekarang saya sangat bahagia," kata Kang.

Bahkan, entah serius atau bercanda, Kang menganggap bahwa capaian Korsel ini merupakan 3 momen yang paling membuatnya bahagia. Pertama adalah pernikahannya. Kedua kelahiran anak Kang. "Ke tiga, kesempatan (final) ini," katanya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR