BALAP MOBIL

Formula E datang Jakarta tahun depan, sirkuitnya di Monas

Pebalap Formula E, Jean-Eric Vergne, dari DS Techeetah Formula E Team menjuarai Swiss E-Prix, di Bern, Swiss (22/6/2019).
Pebalap Formula E, Jean-Eric Vergne, dari DS Techeetah Formula E Team menjuarai Swiss E-Prix, di Bern, Swiss (22/6/2019). | Anthony Anex /EPA-EFE

Jakarta resmi menjadi tuan rumah Formula E musim depan. Tanggalnya, 6 Juni 2020; arenanya di seputar kawasan Monumen Nasional, alias Monas. Kepastian tersebut disampaikan penyelenggara balap mobil listrik tersebut, ABB Formula E, Jumat (20/9/2019).

Co-Founder dan Chief Championship Officer Formula E, Alberto Longo, menyatakan amat bergairah dengan bertambahnya seri balapan di Asia.

"Indonesia telah memiliki keterikatan dengan olahraga bermotor--pernah menjadi tuan rumah balapan dan event lainnya di masa lalu dan terus mengembangkan pebalap yang ke jenjang lebih tinggi--serta memiliki basis penggemar yang terus tumbuh," kata Longo dalam situs resmi Formula E.

Hal terpenting, lanjutnya, pasar mobil listrik di Indonesia tengah tumbuh dengan meningkatnya investasi untuk mendorong produksi mobil listrik. "Formula E ingin ambil bagian dalam perubahan positif itu," ujarnya.

Dengan demikian, Formula E musim 2019/2020 akan berlangsung sebanyak 15 seri di 13 kota yang tersebar di empat benua. Selain Jakarta, ada dua kota lain yang juga akan debut sebagai tuan rumah musim depan, yaitu Seoul dan London.

Dalam jadwal sementara yang dirilis situs ABB Formula E musim akan dibuka dengan dua seri balapan di Diriyah, Arab Saudi, pada 22-23 November 2019. Jakarta menjadi kota penyelenggara seri ke-12, di antara seri Berlin, Jerman, dan New York, Amerika Serikat.

Jadwal masih bisa berubah karena negosiasi penyelenggara dengan beberapa kota lain belum selesai. Bahkan, dikabarkan Motorsport.com (15/6), dua seri pembuka di Diriyah pun masih menunggu persetujuan pemerintah Saudi. Ada kemungkinan seri pembuka itu mundur menjadi pekan kedua Desember dan hanya berlangsung satu seri.

ABB Formula E menyatakan jadwal resminya akan diumumkan dalam rapat FIA World Motor Sport Council pada Oktober. Pada saat itu juga akan diumumkan bagaimana rancangan dan konfigurasi sirkuit sepanjang 2,4 km di Monas

Musim lalu Formula E diikuti oleh 25 pebalap yang terbagi dalam 11 tim. Juaranya adalah pebalap asal Prancis, Jan-Eric Vergne, dari tim DS TeCheetah.

Perputaran uang Rp1,2 triliun

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan pebalap Sean Gelael (kiri) di dalam mobil listrik melintasi Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat (20/9/2019). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari promosi Pemprov DKI Jakarta dalam menyambut penyelenggaraan balap mobil listrik Formula E tahun 2020.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan pebalap Sean Gelael (kiri) di dalam mobil listrik melintasi Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat (20/9/2019). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari promosi Pemprov DKI Jakarta dalam menyambut penyelenggaraan balap mobil listrik Formula E tahun 2020. | M Risyal Hidayat /Antara Foto

Pada Jumat (20/9), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengikuti pawai mobil listrik dari Parkir Timur Gelora Bung Karno menuju Monas, untuk menyambut penetapan Jakarta sebagai salah satu tuan rumah Formula E.

Sehari sebelumnya, Kamis (19/9), Anies telah lebih dulu mengumumkan kepastian Jakarta menjadi tuan rumah balapan yang telah berlangsung selama lima musim itu.

Formula E, menurut Anies, bukan sekadar ajang olahraga bermotor, tetapi bisa mengangkat posisi Jakarta dalam kancah global, juga memberi manfaat ekonomi yang nyata.

Pemprov DKI Jakarta, dikabarkan Suara Pembaruan (19/9), telah menghitung penghasilan sebesar 78,345 juta euro (Rp1,2 triliun) bisa didapat. Angka itu didapat dari perkiraan pengeluaran para penonton sebesar 1,6 juta euro, media value sebesar 14,9 juta euro, dan efek berantai bagi pelaku ekonomi di Ibu Kota yang mencapai 63,4 juta euro.

"Ini masih asumsi yang menurut kami sangat konservatif, tapi asumsi itu bisa kita pakai sebagai rujukan. Diperkirakan pergerakan perekonomian selama event itu sekitar Rp 1,2 triliun dengan jumlah 35.000 penonton, 26.000 dari Jakarta, 7.000 domestik dan 1.700 internasional," kata Anies, dikutip Kompas.com (19/9).

Pergerakan ekonomi itu nilainya masih lebih kecil ketimbang biaya penyelenggaraan yang total mencapai Rp1,3 triliun, seperti yang diajukan Pemprov Jakarta dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah Perubahan (APBD-P 2019) dan APBD 2020.

Termasuk dalam usulan anggaran itu adalah commitment fee Rp360 miliar dari DKI kepada FIA Formula Championship yang berkantor pusat di London, Inggris. Pengelola pelaksanaannya di Jakarta diserahkan kepada PT Jakpro.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR