TIMNAS U-22

Gagal penuhi kriteria, 5 pemain dicoret Indra Sjafri

Pemain Timnas Indonesia U-22 melakukan sesi latihan di Lapangan Madya, GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (15/01/2019).
Pemain Timnas Indonesia U-22 melakukan sesi latihan di Lapangan Madya, GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (15/01/2019). | Dede Rizky Permana /Antara Foto

Piala Asean Football Federation (AFF) U-22 2019 semakin dekat dan pelatih tim nasional Indonesia U-22, Indra Sjafri, semakin ketat dalam seleksi pemilihan pemain. Pada Sabtu (19/1/2019), ia mencoret lima pemain yang mengikuti pemusatan latihan karena dinilai tidak memenuhi empat kriteria yang diinginkannya.

Kepada situs resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Indra menjelaskan bahwa keempat aspek tersebut adalah kemampuan (skill), fisik, kecerdasan taktik, dan mental.

"Itu ditambah informasi mengenai kesehatan dan fisioterapi, dan psikotes mereka, dengan semua aspek lainnya," tambahnya.

"Semua informasi pemain tentang kesehatan, fisioterapi, psikotes, dan kemampuan mereka sudah kami dapatkan. Jadi, tidak terlalu sulit buat saya untuk menentukan siapa yang lanjut atau tidak."

Ia memastikan penilaian terhadap para pemain telah dilakukan secara komprehensif agar bisa mendapatkan komposisi pemain yang tepat untuk menyusun skuat yang kuat.

Kelima pemain yang dicoret adalah Indra Mustafa (Persib), Syafril Lestaluhu (Persib U-19), Jayus Hariono (Arema FC), Anan Lestaluhu (Persija), dan Wahyudi Hamisi (Borneo FC). Dengan demikian kini tersisa 30 pemain dalam skuat yang telah berkumpul sejak 8 Januari itu.

Indra memastikan bahwa penilaian tim pelatih terhadap pemain diambil secara komprehensif dengan mempertimbangkan segala aspek, untuk mendapatkan komposisi pemain terbaik untuk skuat.

Mengenai tiga pemain yang bermain di klub luar negeri-- Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk/Polandia), Ezra Walian (RKC Waajwick/Belanda), dan Saddil Ramdani (Pahang FA/Malaysia)--Indra meyakini mereka akan bisa segera bergabung dengan timnas, walau belum tahu kapan tepatnya mereka datang.

Saat ini ketiganya masih sibuk membela klub masing-masing.

"Yang tiga, saya sebagai pelatih timnas telah memanggil tiga warga negara Indonesia yang berada di luar negeri. Mereka pasti akan datang, karena saya tahu persis mereka itu sangat ingin bermain di Timnas," papar Indra dalam Wartakotalive.

Sang pelatih berusia 55 tahun itu menyataan bahwa PSSI tengah bernegosiasi dengan klub mereka agar bisa melepas pemain untuk keperluan timnas walau di tengah musim kompetisi di negara masing-masing.

Kepada Bolasport.com, Indra menyatakan telah menghubungi Egy dan presiden Lechia Gdansk, Adam Mandziara, soal pemanggilan untuk membela timnas U-22 tersebut. Meski demikian, keputusan belum dicapai.

Saat ini, gelandang serang tersebut tengah ikut dengan klubnya menjalani pelatihan di Belek, Turki, hingga 2 Februari. Pelatih Lechia, Piotr Stokowiec, menjadikan pelatihan itu sebagai persiapan sebelum menjalani paruh kedua musim. Klub tersebut saat ini menempati peringkat teratas Ekstraklasa, nama resmi liga Polandia.

Piala AFF-U22 akan dimulai di Kamboja pada 17 Februari, sementara pertandingan pertama Lechia pada paruh kedua Ekstraklasa akan berlangsung pada 9 Februari. Oleh karena itu beberapa media meragukan kemungkinan Egy bisa bergabung dengan timnas.

Namun Indra optimistis. "Saya garis bawahi, mereka pasti sangat ingin bermain di timnas. Akan tetapi, ada regulasi yang harus kami saling patuhi antara Timnas dan klub. Ini yang sedang disamakan, diatur, dan dikomunikasikan oleh PSSI," tegasnya.

Belum latihan taktik

Sejak pemusatan latihan dimulai pada awal Januari, Indra mengakui bahwa ia belum menyusun taktik permainan untuk timnya.

Ia juga menyatakan tak terlalu peduli dengan minimnya gol yang tercipta pada beberapa laga internal yang diselenggarakan selama pelatnas..

Menurut sang pelatih, soal taktik permainan baru akan dibahas setelah pencoretan ini.

"Kalau cetak gol tentu nanti akan kita adakan perbaikan-perbaikan, dan akan mulai Senin (21/1) kita sudah masuk ke persiapan jelang AFF," ujar Indra dalam Kompas.com.

Pada Piala AFF U-22 Indonesia tergabung dalam Grup B bersama Kamboja, Malaysia, Singapura, dan Myanmar. Sementara di Grup A ada Thailand, Vietnam, Timor Leste, Laos, Filipina, dan Brunei Darussalam. Dua tim terbaik dari masing-masing grup akan maju ke semifinal.

Pelatih kelahiran Sumatra Barat itu menegaskan ia tidak terlalu khawatir terhadap kekuatan lawan. Menurutnya, perkembangan sepak bola di Asia Tenggara nyaris sama rata dan semua terus berbenah. Namun ia optimistis terhadap peluang pasukannya di Kamboja nanti.

"Saya mana pernah tidak optimistis, optimistis itu tidak perlu ditanyakan lagi. Kita hidup harus optimistis, itu yang kami usahakan," tegas Indra Sjafri, dikutip Goal.com.

Selain Piala AFF U-22, tahun ini Garuda Muda juga bakal menjalani kualifikasi Piala AFC U-23 (22-26 Maret) dan SEA Games 2019 di Filipina (30 November-11 Desember).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR