PIALA ASIA

Giliran Tiongkok dan Korsel lolos ke 16 Besar

Para pemain Tiongkok merayakan gol ketiga dalam kemenangan 3-0 atas Filipina pada laga Grup C Piala Asia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Jumat (11/1/2019). Tiongkok pun lolos ke 16 Besar.
Para pemain Tiongkok merayakan gol ketiga dalam kemenangan 3-0 atas Filipina pada laga Grup C Piala Asia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Jumat (11/1/2019). Tiongkok pun lolos ke 16 Besar. | Ali Haider /EPA-EFE

Tiongkok dan Korsel menjadi tim ketiga yang mengamankan tiket 16 Besar Piala Asia 2019. Jumat (11/1/2019), mereka memetik kemenangan kedua pada Grup C sehingga sudah mengumpulkan nilai maksimal (enam).

Kedua tim kini tinggal menentukan siapa yang berhak keluar sebagai juara Grup C pada pertandingan terakhir fase grup, Rabu (16/1) nanti. Adapun tiket pertama ke 16 Besar direbut oleh Yordania dari Grup B.

Keberhasilan Tiongkok ditentukan oleh kemenangan 3-0 atas Filipina di Stadion Mohammed bin Zayed, Abu Dhabi. Sedangkan Korsel memukul Kirgistan 1-0 di Stadion Hazza bin Zayed, Al Ain.

Wu Lei menjadi bintang kemenangan Tiongkok setelah mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-40 dan 66. Sementara satu gol lainnya dilahirkan Yu Dabao pada menit ke-80.

Meski menang telak, Tiongkok yang diasuh pelatih sukses Marcello Lippi sempat kesulitan pada awal pertandingan. Apalagi kiper Filipina, Michael Falkesgaard, sempat menjadi tembok kokoh bagi serangan Tiongkok pada masa awal laga.

Bahkan Filipina yang dibesut pelatih veteran Sven-Goran Eriksson pun sempat memberi ancaman pada menit ke-23. Kombinasi rapi antara Patrick Reichelt dan John Patrick Strauss melahirkan bola untuk Javier Patino, tapi usahanya mencetak gol bisa dihalangi pemain belakang Tiongkok, Feng Xiaoting.

Tiongkok baru bisa bermain lebih nyaman setelah Wu mencetak gol pertama. Selepas turun minum, Tiongkok berubah lebih berbahaya begitu mulai babak kedua.

Lippi pun menyambut gembira kemenangan dengan tiga gol tanpa balas ini. Maklum, pelatih asal Italia ini sempat mengatakan timnya sedang mengalami krisis penyerang.

"Ini hasil positif bagi kami yang sudah menciptakan serangan peluang untuk mencetak gol. Semoga permainan seperti ini bisa ditampilkan dalam setiap pertandingan," tukas Lippi dikutip ECSN sebelum memuji Wu Lei yang tampil brilian.

Di sisi lain, Eriksson bangga melihat penampilan para pemainnya kendati kalah 0-3. Salah satunya lantaran The Azkals, julukan Filipina, bisa bermain sepak bola dengan benar.

Namun, perbedaan kualitas dengan Tiongkok tak bisa disembunyikan. "Saya sudah sampaikan kepada para pemain soal para pemain berbahaya dari Tiongkok. Namun, kami gagal menahan Wu Lei dan dia menghukum kami dengan dua gol," tutur Eriksson yang pernah menangani Wu Lei saat melatih Shanghai SIPG.

Kekalahan kedua ini belum membuat peluang Filipina untuk melaju ke 16 Besar tertutup. Jika mampu mengalahkan Kirgistan pada Rabu (16/1), Filipina bisa mengambil tiket dari kuota posisi tiga terbaik.

Eriksson pun merasa kecewa. Itu sebabnya ia membatalkan janji makan malam dengan Lippi -- rival lama saat berkarier di Liga Italia. "Tidak ada makan malam. Suasana hati saya tak siap untuk ngobrol panjang (dengan Lippi). Saya sudah mendoakan dia sukses," ujar pelatih asal Swedia ini dikutip The Rappler.

Kim Min-jae, pencetak gol tunggal kemenangan Korea Selatan atas Kirgistan di Stadion Hazza bin Zayed, Jumat (11/1/2019).
Kim Min-jae, pencetak gol tunggal kemenangan Korea Selatan atas Kirgistan di Stadion Hazza bin Zayed, Jumat (11/1/2019). | Mahmoud Khaled /EPA-EFE

Sementara itu kemenangan tipis Korea Selatan atas Kirgistan ditentukan oleh gol Kim Min-jae saat babak pertama tersisa empat menit. Kemenangan 1-0 lagi seperti halnya ketika menundukkan Filipina ini disambut kurang antusias oleh media Korea.

Kantor berita Yonhap (h/t Korea Times) menyatakan pasukan Paulo Bento belum cukup menjanjikan. Selain umpan yang beberapa kali salah sasaran, akurasi tembakan pun mengecewakan. Terbukti, tiga upaya Korea dalam mencetak gol justru berakhir di tiang gawang Kirgistan.

Memang ada peningkatan tembakan dari dalam kotak penalti. Saat mengalahkan Filipina, Korea melepas delapan tembakan dari dalam kotak penalti. Sementara saat menundukkan Kirgistan, ada 17 tembakan dari area tersebut meski hanya satu yang menjadi gol.

Bento pun mengakui timnya belum cukup menjanjikan dan bahkan mengecewakan. "Kami sedikit kesulitan karena gagal mencetak gol kedua," ujar pelatih asal Portugal ini dikutip Fox Sports.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR