SINGAPORE OPEN 2019

Ginting hadapi juara bertahan di semifinal

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, saat berhadapan dengan Chen Long pada perempat final Singapore Open 2019 di Singapore Indoor Stadium (12/4/2019).
Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, saat berhadapan dengan Chen Long pada perempat final Singapore Open 2019 di Singapore Indoor Stadium (12/4/2019). | BadmintonIndonesia.org /PBSI

Sejak menjuarai China Open tahun lalu, 11 turnamen berlalu tanpa gelar bagi Anthony Sinisuka Ginting. Kini peluangnya terbuka untuk bisa mengakhiri kemarau tersebut setelah berhasil maju ke semifinal Singapore Open 2019.

Pada babak perempat final di Singapore Indoor Stadium, Jumat (12/4), Anthony, yang ditempatkan sebagai unggulan ke-7, berhasil menundukkan Chen Long dari Tiongkok. Ia membabat unggulan ke-4 dan juara tunggal putra Olimpiade 2016 itu dua gim langsung, 21-9, 21-18.

Kemenangan tersebut bisa mengembalikan kepercayaan diri pebulu tangkis berusia 22 tahun yang lebih akrab disapa Ginting tersebut. Apalagi, pada Malaysia Open pekan lalu, ia kalah pada babak pertama dari pemain Jepang, Kenta Nishimoto.

Namun, lawan berat menantinya di semifinal, Sabtu (13/4). Juara bertahan Singapore Open, Chou Tien Chen dari Taiwan telah menantinya. Chou menyingkirkan Sameer Verma dari India, 21-10, 15-21, 21-15, dalam pertandingan yang berlangsung 64 menit.

Peluang Ginting untuk menang cukup terbuka. Ia dan Chou telah 8 kali berhadapan dengan rekor 4-4. Akan tetapi, tunggal putra Taiwan itu menang pada dua pertemuan terakhir, di Korea Open 2018 dan BWF World Tour Finals akhir tahun lalu.

Kekalahan tersebut, menurut Ginting, membuatnya harus mencari cara baru untuk menghadapi Chou. Hal yang pasti, ia tak mau membuang peluang untuk bisa selangkah lebih maju mendekati trofi.

"Sudah semifinal, saya nggak mau sia-siain aja. Lebih fokus lagi saja," tegas Ginting, dikutip Badmintonindonesia.org.

Langkah Ginting ke semifinal tak berhasil diikuti oleh rekannya di tim nasional Indonesia, Jonatan "Jojo" Christie. Ia disingkirkan andalan Denmark, Viktor Axelsen, pemain yang ditaklukkannya di Malaysia pekan lalu.

Pertarungan mereka berlangsung ketat. Jojo sempat menang 24-22 pada gim pertama, tapi Axelsen bangkit untuk merebut dua gim berikutnya 21-18, 24-22.

"Amat disayangkan karena ada saat saya memimpin tapi tak bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik. Itu jadi pelajaran bagi saya," kata Jojo dikutip situs resmi BWF.

Pada ganda putra, juara bertahan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan bangkit dari kekalahan di gim pertama untuk menaklukkan Goh V Shem/Tan Wee Kiong dari Malaysia, 18-21, 21-16, 21-17.

Mereka akan berebut tiket ke final dengan unggulan kedua Li Junhui/Liu Yuchen. Hendra/Ahsan berpeluang untuk membalas kekalahan pada perempat final Malaysia Open 2019 dari ganda Tiongkok tersebut.

Sementara unggulan teratas ganda putra, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon, berhasil membalas dendam atas kekalahan mereka dari Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di Kuala Lumpur pekan lalu. The Minions menang relatif mudah 21-18, 21-10 dalam waktu 26 menit pada perempat final Singapore Open.

Selanjutnya, Kevin/Marcus akan berhadapan dengan unggulan ketiga Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, yang menyingkirkan sesama ganda putra Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, 22-20, 21-11.

Sejak Malaysia Masters 2016, Kevin/Marcus dan Kamura/Sonoda telah 12 kali bertarung di lapangan. Hasilnya, The Minions unggul head to head 7-4, termasuk tiga kemenangan beruntun dalam tiga pertemuan terkini.

"Pastinya kami harus sabar main lawan mereka karena Jepang kan terkenal nggak gampang mati, punya fighting spirit yang bagus, kuat juga nahan fokusnya. Jadi kami harus lebih fokus lagi," ujar Kevin.

Satu lagi wakil Indonesia di semifinal adalah ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, yang menang 18-21, 21-12, 21-16 atas Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dari Malaysia.

Unggulan ke-7 tersebut kembali berhadapan dengan ganda campuran Malaysia, kali ini Tan Kian Meng/Lai Pei Jing, yang menyingkirkan Ricky Karanda Suwardi/Pia Zebadiah Bernadet 22-20, 14-21, 21-18.

Hafiz/Gloria unggul head to head 2-0 atas Tan/Lai, termasuk kemenangan pada babak pertama Indonesia Masters Januari lalu.

"Yang penting kalau dari saya jaga hati, fokus dan jaga kesehatan saja. Mereka juga kan punya kans yang sama dengan kami. Jadi kami harus lebih tenang dan lebih siap lagi. Siapapun di lapangan yang lebih siap dan tenang, itu yang lebih unggul," ujar Hafiz.

Singapore Open adalah turnamen BWF World Tour Super 500 yang menyediakan total hadiah 355.000 dolar AS (Rp5 miliar). Final kejuaraan akan berlangsung pada Minggu (14/4).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR