LIGA CHAMPIONS

Gol ke-600 Messi runtuhkan Liverpool

Lionel Messi meluapkan kegembiraan setelah mencetak gol ketiga Barcelona ke gawang Liverpool pada leg 1 semifinal Liga Champions UEFA di Camp Nou, Rabu (1/5/2019). Barcelona menang 3-0.
Lionel Messi meluapkan kegembiraan setelah mencetak gol ketiga Barcelona ke gawang Liverpool pada leg 1 semifinal Liga Champions UEFA di Camp Nou, Rabu (1/5/2019). Barcelona menang 3-0. | Alberto Estevez /EPA-EFE

Lionel Messi membuktikan dirinya adalah pemain besar pada saat penting bagi Barcelona. Setelah golnya pada Sabtu (27/4/2019) membawa Barca memastikan gelar juara La Liga, pada Rabu (1/5) ia mencetak dua gol untuk membawa mereka menang 3-0 atas Liverpool pada leg 1 semifinal Liga Champions UEFA di Camp Nou.

Gol kedua Messi, sebuah tendangan bebas nan menakjubkan pada menit ke-82, adalah gol ke-600 dia untuk Barcelona. Gol tersebut dicetaknya tepat 14 tahun setelah gol perdananya bagi Barca pada 1 Mei 2005 saat menghadapi Albacete pada La Liga.

Mantan bintang Liverpool, Luis Suarez, membawa Barca unggul 1-0 melalui sepakannya pada menit ke-26 dan Messi mencetak gol pertamanya pada menit ke-75, meneruskan bola tendangan Suarez yang menghantam mistar gawang.

Tambahan dua gol itu membuat Messi makin mantap di puncak daftar pencetak gol terbanyak Liga Champions musim ini dengan 12 gol dari sembilan pertandingan.

"Messi selalu mengejutkan kita. Saya tak tahu bagaimana ia melakukannya. Ia selalu melakukannya saat kami membutuhkannya," kata pelatih Barca, Ernesto Valverde, dinukil The Guardian.

Kemenangan 3-0 itu membuat Barcelona bisa dibilang telah menempatkan satu kakinya di final. Butuh performa luar biasa, dan keajaiban, bagi Liverpool untuk membalikkan keadaan pada leg kedua di Anfield pekan depan.

Sepanjang sejarah Liga Champions, baru ada dua tim yang bisa lolos ke final setelah kalah dengan selisih tiga gol pada leg pertama semifinal. Tim itu adalah Panathinaikos pada musim 1970/71 dan Barcelona pada 1985/86. Saat itu turnamen tersebut masih bernama European Cup.

Walau peluang Barca untuk lolos ke final lagi, setelah terakhir pada musim 2014/15, amat besar, tetapi Messi mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak lengah.

"Kami tahu bahwa ini belum selesai. Kami masih harus mendatangi stadion yang sulit, tetapi kami gembira," kata Messi (h/t The Independent).

Walau kalah, pelatih Liverpool Juergen Klopp menyatakan bahwa malam itu pasukannya telah menampilkan salah satu performa terbaik mereka musim ini. Penguasaan bola yang mencapai 52 persen di kandang Barcelona dan 9 peluang yang didapat menunjukkan hal itu.

Namun ia menyesalkan kegagalan para pemain Liverpool mencetak gol tandang yang bernilai amat penting.

"Liga Champions itu seperti ini: kalah pada pertandingan tandang bukan masalah ... asal anda mencetak satu gol," jelas Klopp. "Itulah masalah utama malam ini, kami tidak mencetak gol itu. Jadi, sejujurnya, hal itu membuat hidup kami jadi tak mudah."

Tak mudah memang, karena untuk bisa lolos mereka harus menjebol gawang Barcelona minimal empat kali tanpa balas pada leg kedua nanti. Hal itu tak mustahil--Paris Saint-Germain pernah melakukannya--tetapi Liverpool bakal butuh bantuan dewi fortuna.

Keajaiban memang kerap terjadi di sepak bola. Liverpool pernah mengalaminya pada final Liga Champions 2005 melawan AC Milan di Istanbul, Turki. Tertinggal 0-3 pada babak pertama, Si Merah bangkit menyamakan skor pada babak kedua dan kemudian menang melalui adu penalti.

Klopp berharap timnya bisa membalikkan keadaan, tetapi ia mengakui bahwa peluang itu amat kecil.

"Karena ini adalah sepak bola, ya. ... karena ini sepak bola, kami harus mencoba," jawab pelatih asal Jerman itu saat ditanya soal masih adakah peluang Liverpool untuk bisa lolos ke final.

"Itu akan menjadi pertandingan yang amat sulit," pungkasnya.

Leg kedua akan berlangsung di Stadion Anfield, Liverpool pada Selasa (7/5) malam waktu setempat atau Rabu (8/5) dini hari WIB.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR