LIGA CHAMPIONS

Grup A dan F yang berat, Van Dijk pemain terbaik

Trofi Liga Champions diperlihatkan saat pengundian babak Grup Liga Champions dilaksanakan di di Monako, Prancis, Kamis (29/8/2019) atau Jumat dini hari WIB.
Trofi Liga Champions diperlihatkan saat pengundian babak Grup Liga Champions dilaksanakan di di Monako, Prancis, Kamis (29/8/2019) atau Jumat dini hari WIB. | Alexandre Dimou /EPA-EFE

Pengundian fase grup Liga Champions UEFA musim 2019-2020 sudah dilakukan di Monako, Prancis, Kamis (29/8/2019) atau Jumat dini hari WIB. Sebanyak 32 tim dari 15 negara telah menentukan jalan awal mereka di kompetisi antarklub termegah di Eropa, mungkin juga dunia, tersebut.

Hasilnya, dari delapan grup ada dua yang paling menarik perhatian dan bisa disebut sebagai "grup maut". Mereka adalah Grup A dan F.

Pasalnya, Grup A diisi dua klub raksasa Eropa, Real Madrid dan Paris Saint-Germain (PSG). "PSG jelas lawan yang sangat kuat. Hampir tiap tahun kami bertemu mereka," ucap Direktur Komunikasi klub Madrid, Emilio Butragueno, dalam ESPN.

Melengkapi grup ini, dua tim lainnya adalah Club Brugge dan Galatasaray. "Brugge dan Galatasaray merupakan tim yang sangat kuat di kandang dan di depan suporter mereka. Kami harus berada di level terbaik untuk lolos," kata Butragueno.

Sedangkan di Grup F, terdapat tiga tim yang memiliki tradisi panjang di Liga Champions: Barcelona, Inter Milan, dan Borrusia Dortmund. Satu sisanya adalah Slavia Praha.

Sulit memprediksi siapa yang bakal lolos ke babak 16 besar. Untuk banyak alasan, Barcelona mungkin menjadi klub yang paling diunggulkan. Setidaknya, Wakil Presiden klub Inter Milan, Javier Zanetti, mengucapkan hal itu secara tersirat.

"Barcelona adalah klub protagonis di Liga Champions. Bagaimana pun, hanya dua klub melaju dari masing-masing grup, Kami harus pintar memainkan strategi dan melihat kesiapan pemain," ucap Zanetti dalam laman resmi klub.

Pernyataan Zanetti bisa jadi benar, bisa juga salah. Karena, harus diakui bahwa Barcelona tak sekuat lima sampai enam tahun lalu. Buktinya, Liga Champions musim lalu mereka dihajar telak oleh Roma (1-4) dan Liverpool (0-3).

Kondisi tersebut membuat posisi sang pelatih, Ernesto Valverde, sempat goyang. Pengalaman ini yang menjadi pelajaran Barcelona untuk mengarungi Liga Champions musim ini.

"Kami memiliki pengalaman tahun lalu dan sebelumnya. Kami akan konsentrasi dan mental lebih kuat tahun ini," ucap Direktur Olahraga Barcelona, Guillermo Amor Martínez, dalam Marca.

Sementara itu, juara Liga Champions musim 2018-19, Liverpool, bakal memulai perjalanan mereka di Grup E. Si Merah bergabung dengan Napoli, Salzburg, dan Genk. Atas hasil ini, Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, merasa heran.

"Napoli lagi! Sudah tidak terhitung berapa banyak saya bertemu Napoli. Namun, mereka jelas tim yang hebat dengan pengalaman yang banyak," ucap Klopp dalam ESPN.

Tim besar Jerman, Bayern Munchen akan bertemu dengan para lawan, yang di atas kertas, lebih lemah dibanding mereka di Grup B. Munchen "hanya" akan bertemu dengan Tottenham Hotspur, Olympiakos, dan Crvena Zvezda.

Grup relatif mudah juga dapat dilihat di Grup C. Di sana Manchester City akan bersua dengan Shakhtar Donestk, Dinamo Zegreb, dan Atalanta.

Jika sesuai prediksi, hanya ada satu tempat tersisa bagi penghuni kedua grup tersebut untuk dapat melaju ke babak 16 besar, sebab Munchen dan City seperti sudah mengambil jatah lainnya.

Hasil pengundian babak grup.

Group A: Paris Saint-Germain, Real Madrid, Club Brugge, Galatasaray;
Group B: Bayern Munich, Tottenham, Olympiakos, Red Star Belgrade;
Group C: Manchester City, Shakhtar Donetsk, Dinamo Zagreb, Atalanta;
Group D: Juventus, Atletico Madrid, Bayer Leverkusen, Lokomotiv Moscow;
Group E: Liverpool, Napoli, Salzburg, Genk;
Group F: Barcelona, Borussia Dortmund, Inter Milan, Slavia Prague;
Group G: Zenit St. Petersburg, Benfica, Lyon, Leipzig;
Group H: Chelsea, Ajax, Valencia, Lille.

Van Dijk terbaik

Para peraih pemain terbaik di masing-masing posisi tengah berpose saat penyerahan pengahargaan di Monako, Prancis, Kamis (29/8/2019) atau Jumat dini hari WIB.
Para peraih pemain terbaik di masing-masing posisi tengah berpose saat penyerahan pengahargaan di Monako, Prancis, Kamis (29/8/2019) atau Jumat dini hari WIB. | Alexandre Dimou /EPA-EFE

Dalam acara tersebut, UEFA, selaku tuan rumah, tidak hanya melakukan pengundian babak Grup Liga Champions. Namun juga pemberian penghargaan pemain terbaik Eropa.

Dan, untuk kategori pria, pemain jangkung asal Belanda yang membela Liverpool, Virgil van Dijk, terpilih sebagai pemain terbaik Eropa musim 2018-19. Van Dijk berhasil mengalahkan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo untuk meraih penghargaan tersebut.

Dalam catatan Squawka, capaian van Dijk ini terbilang istimewa. Ada beberapa alasan yang mendasarinya. Pertama, ini adalah kali pertama pemain Liverpool mendapat gelar pemain terbaik sejak terakhir diraih Steven Gerrard (2004-05).

Pun, ini adalah kali pertama sejak 2007-08, ada pemain Liga Primer Inggris yang meraih gelar tersebut. Selain itu, dan ini mungkin yang paling istimewa, van Dijk adalah pemain asal Belanda pertama yang meraih gelar pemain terbaik Eropa.

Pada ajang tersebut, pemain berusia 28 tersebut juga didapuk sebagai pemain bertahan terbaik musim lalu. Untuk pemain tengah terbaik, jatuh ke tangan rekrutan baru Barcelona, Frenkie de Jong. Sedangkan untuk pemain depan, UEFA memilih Lionel Messi. Melengkapi masing-masing pos, posisi kiper ditempati Alisson Becker.

Sementara itu, untuk kategori wanita, pemain terbaik jatuh kepada Lucy Bronze, pemain sayap asal Lyon. Ia jadi putri pertama Inggris yang merebut penghargaan tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR