JAPAN OPEN 2019

Hafiz/Gloria singkirkan juara bertahan, maju ke semifinal

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja saat melawan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie pada babak kedua Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (18/7/2019).
Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja saat melawan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie pada babak kedua Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (18/7/2019). | Sigid Kurniawan /Antara Foto

Ganda campuran Indonesia tampil mengejutkan di Japan Open 2019. Dua pasangan Indonesia--Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja--akan saling berhadapan di semifinal, Sabtu (27/7/2019), sehingga satu tiket ke final sudah bisa dipastikan.

Unggulan ke-7 Praveen/Melati menjadi yang pertama memastikan lolos ke semifinal. Pada partai delapan besar di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jumat (26/7), mereka menyingkirkan unggulan keempat dari Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dua gim langsung, 21-15, 21-15.

Kemenangan tersebut menjadi yang kedua beruntun Praveen/Melati atas Dechapol/Sapsiree tahun ini. Sebelumnya mereka menang atas ganda campuran Thailand itu di All England 2019.

Tak lama berselang, Hafiz/Gloria menyusul ke empat besar. Tak tanggung-tanggung, mereka menaklukkan unggulan pertama Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dari Tiongkok. Ganda campuran Indonesia itu bertarung hebat sepanjang 55 menit untuk memenangi pertarungan melalui rubber game 21-17, 15-21, 21-19.

Zheng/Huang adalah ganda campuran peringkat teratas dunia saat ini, pun juara bertahan Japan Open. Sepanjang 2019 mereka telah menjuarai empat dari lima turnamen yang mereka ikuti. Selain itu, dalam tiga pertemuan sejak 2017 mereka selalu menang atas Hafiz/Gloria.

"Kami awalnya nothing to lose, nggak mau kalah begitu saja. Memang waktu di akhir sempat yakin nggak yakin bisa mengalahkan mereka, tapi buru-buru dibuang pikiran negatifnya," kata Gloria setelah pertandingan kepada Badmintonindonesia.org.

Hafiz menambahkan, kunci kemenangan dia dan Gloria adalah mengurangi kesalahan sendiri dan memperbaiki servis mereka.

"Kami menerapkan permainan cepat, bikin mereka lari-lari dan ungguli permainan depan. Kami juga lebih tenang dalam mengembalikan bola-bola mereka," jelas Hafiz.

Kini mereka berkesempatan untuk bisa merebut gelar pertama tahun ini. Prestasi terbaik mereka sejak awal tahun adalah lolos ke Final German Open, tetapi kemudian dikalahkan ganda Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yu-jung.

Semifinal melawan Praveen/Melati, Sabtu (27/7), akan menjadi penampilan pertama Hafiz/Gloria di semifinal turnamen BWF World Tour Super 750.

"Untuk besok, walaupun lawan teman sendiri tapi kami akan tetap fight, hasil belakangan yg penting in dulu mainnya," tegas Gloria.

Sejak Muhammad Rijal/Vita Marissa pada 2008, belum ada lagi ganda campuran Indonesia yang bisa menang pada turnamen

Dua ganda putra, unggulan pertama Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan unggulan keempat Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan juga maju ke semifinal. Mereka berpeluang untuk kembali bertemu di final turnamen setelah Indonesia Open yang dimenangi Kevin/Marcus pekan lalu.

Hendra/Ahsan menang 21-17, 19-21, 21-19 setelah bertarung 58 menit melawan ganda non-unggulan dari Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol. Kevin/Marcus juga dipaksa bermain tiga gim oleh ganda Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, sebelum akhirnya menang 21-14, 22-24, 21-15.

"Mereka defense-nya bagus, nggak gampang mati. Di akhir game kedua, kami buru-buru ingin menyelesaikan, tapi kami malah membuat kesalahan sendiri," kata Marcus mengenai kesulitan yang sempat mereka hadapi.

"Kami lebih mengontrol lawan di game ketiga, kami tidak mau cepat-cepat mematikan lagi, soalnya mereka nggak mudah dimatikan dalam satu-dua-tiga pukulan. Kami harus lebih sabar," lanjutnya.

Pada semifinal, Kevin/Marcus akan berhadapan dengan unggulan ketiga Li Jun Hui/Liu Yu Chen. The Minios telah 9 kali menang atas ganda Tiongkok itu, termasuk pada semifinal Indonesia Open 2019.

Sementara Hendra/Ahsan akan melawan jagoan tuan rumah, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. The Daddies juga unggul head-to-head 3-2 atas ganda putra unggulan kedua tersebut, walau kalah pada pertemuan terakhir di final Singapore Open 2019 pada April.

Pada nomor tunggal putra, Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa. Jojo--sapaan akrab Jonatan--yang turun pada pertandingan terakhir hari itu, berhasil mengalahkan runner up Indonesia Open 2019, Anders Antonsen dari Denmark, 21-12, 21-14.

Pemain asal Denmark lainnya, Jan O Jorgensen, akan menjadi lawan Jojo di semifinal. Kedua pemain bertemu pada babak pertama Malaysia Masters, Januari lalu, dan Jojo menang straight game.

Tiga wakil Indonesia lain yang juga bertarung pada perempat final harus menelan kekalahan. Tunggal putra Anthony Sinisuka Giting kalah 13-21, 22-20, 15-21 dari unggulan teratas Kento Momota dari Jepang. Lalu Tommy Sugiarto disingkirkan pemain India, Sai Praneeth 12-21, 15-21.

Ganda putri Apriyani Rahayu/Greysia Polii, yang diunggulkan di tempat keempat, disingkirkan ganda non-unggulan Kim So Yeong/Kong Hee Yong dari Korea Selatan, 12-21, 12-21.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR