ALL ENGLAND 2019

Hendra/Ahsan cari poin Olimpiade 2020 di Birmingham

Mohammad Ahsan (kanan) dan Hendra Setiawan saat menghadapi Zhou Haodong/Han Chengkai di Daihatsu Indonesia Masters 2019, Jakarta (26/1/2019).
Mohammad Ahsan (kanan) dan Hendra Setiawan saat menghadapi Zhou Haodong/Han Chengkai di Daihatsu Indonesia Masters 2019, Jakarta (26/1/2019). | Bagus Indahono /EPA-EFE

Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan mendarat di London, Inggris, pada Senin (4/3/2019) malam waktu setempat. Mereka lalu melanjutkan perjalanan ke Birmingham untuk mengikuti All England, salah satu turnamen bulu tangkis kelas teratas, yang dimulai Rabu (6/3) hingga Minggu (10/3).

Lima tahun lalu, ganda putra senior Indonesia itu pernah menjuarai turnamen yang kini berhadiah total $1 juta AS itu. Tetapi sasaran utama Hendra (34 tahun)/Ahsan (31 tahun) kali ini adalah sebanyak mungkin poin untuk bisa lolos ke Olimpiade Musim Panas 2020 di Tokyo, Jepang.

Medali Olimpiade memang menjadi satu yang belum mereka dapatkan sepanjang perjalanan karier yang terbilang cemerlang. The Daddies--julukan mereka--pernah jadi juara dunia pada 2013 dan 2015, merebut medali emas Asian Games 2014, dan tiga kali membawa pulang medali emas SEA Games (individu pada 2009; individu dan beregu 2011).

Hanya sekali mereka berlaga di Olimpiade, pada 2016 di Rio de Janiero, Brasil, dan tersingkir dalam pertandingan babak grup.

Pada All England kali ini, Hendra/Ahsan tidak mewakili negara, melainkan sebagai profesional. Setelah keluar dari pelatnas pada 2016, masuk lagi pada awal 2018, mereka kembali keluar dari Cipayung--markas besar Pelatnas PBSI--pada awal 2019. Alasannya, untuk memberi kesempatan kepada para pemain yang berusia lebih muda.

Hendra menyatakan tak ada perbedaan antara bermain mewakili negara dengan sebagai profesional. "Sebenarnya sama saja turnamen ini bagi kami. Ini menjadi salah satu langkah kami mencari peringkat dan poin untuk lolos Olimpiade," tuturnya kepada Antaranews.

Berdasarkan sistem kualifikasi untuk Olimpiade 2020 (pdf) yang ditetapkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), setiap negara berhak mengirim dua pasang pebulu tangkis, jika keduanya menempati Peringkat Dunia 1-8 per 30 April 2020.

Kalau ada negara yang memiliki tiga ganda pada peringkat tersebut, asosiasi nasional hanya bisa memilih dua di antara mereka. Jatah yang tersisa diberikan kepada peringkat di bawah mereka.

Saat ini Hendra/Ahsan menempati peringkat ke-7 ganda putra dalam BWF World Ranking dengan 64.130 poin. Ganda Indonesia lain yang poinnya saat ini masuk kualifikasi adalah peringkat 1 dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (104.483 poin).

Poin yang dimiliki The Daddies tersebut masih jauh dari aman. Mereka hanya terpisah 3.574 poin dari peringkat ke-9, yang kebetulan pemain pelatnas Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Dengan demikian, karena waktu pengumpulan poin masih panjang, posisi Hendra/Ahsan untuk berhak mewakili Indonesia ke Jepang 2020 belum lagi aman. Oleh karena itu mereka butuh sebanyak-banyaknya poin dari setiap kejuaraan yang diikuti.

Setiap kelas BWF World Tour memiliki poin berbeda. Ada sembilan level turnamen resmi BWF (pdf) yang masuk penghitungan nilai, mulai dari Future Series hingga Kejuaraan Dunia.

Poin tertinggi ada di dua kejuaraan tingkat teratas, yaitu Kejuaraan Dunia dan Olimpiade. Bisa berpartisipasi saja dalam dua turnamen itu, pemain sudah diberi 65 poin. Pemenangnya dianugerahi 13.000 poin.

Di bawahnya menyusul dua turnamen kelas tertinggi dalam BWF World Tour, yaitu World Tour Finals dan Super 1000. Pada dua level turnamen itu, mereka yang kalah di babak pertama saja bisa mendapat 60 poin, sementara sang juara berhak atas 12.000 poin.

All England adalah satu dari tiga turnamen yang masuk kelas Super 1000. Dua lainnya adalah Indonesia Open (16-21 Juli) dan China Open (17-22 September).

Mengingat usia Hendra/Ahsan yang tak bisa dibilang muda untuk ukuran seorang atlet bulu tangkis, sepertinya mereka akan amat memilih turnamen yang bakal diikuti.

Meski jumlah turnamen yang diikuti lebih sedikit, tetapi kalau itu adalah kejuaraan kelas atas dan mereka bisa berprestasi tinggi, poin yang didapat pun jauh lebih banyak. Peluang untuk datang ke Tokyo pada 2020 bakal terbuka lebar.

Pada pertandingan pertama di All England, Rabu (6/3), Hendra/Ahsan, yang menempati unggulan ke-6, akan berhadapan dengan ganda putra tuan rumah, Marcus Ellis/Chris Langridge. Mereka pernah dua kali berhadapan dan keduanya dimenangi oleh ganda Indonesia itu.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR