ALL ENGLAND 2019

Hendra/Ahsan dekati gelar kedua di All England

Mohammad Ahsan merayakan keberhasilannya dan Hendra Setiawan maju ke final ganda putra All England setelah mengalahkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda pada semifinal di Arena Birmingham, Inggris, Sabtu (9/3/2019).
Mohammad Ahsan merayakan keberhasilannya dan Hendra Setiawan maju ke final ganda putra All England setelah mengalahkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda pada semifinal di Arena Birmingham, Inggris, Sabtu (9/3/2019). | Will Oliver /EPA-EFE

Gelar kedua di All England sudah di depan mata Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Lima tahun setelah menjuarai turnamen bulu tangkis paling bergengsi tersebut, ganda putra Indonesia itu kembali akan bermain di final, Minggu (10/3/2019). Mereka juga satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa.

Hendra/Ahsan merebut tiket ke final turnamen berhadiah total 1 juta dolar AS itu setelah menang 21-19, 21-16 atas unggulan ketiga Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang di Arena Birmingham, Inggris, Sabtu (9/3).

Walau pertandingan berakhir dalam dua gim, kemenangan tak diraih dengan mudah oleh ganda senior yang dijuluki Duo Daddies tersebut. Hendra sempat dua kali dirawat di pinggir lapangan karena cedera betis kanannya.

"Koh Hendra tetap mau fight, jadi kami harus fight. Tempo main berubah, Jepang juga mau mengubah tempo, ini menguntungkan buat kami, mereka jadi lebih banyak angkat bola,” jelas Ahsan setelah pertandingan kepada BadmintonIndonesia.org.

Para penggemar bulu tangkis Indonesia pastinya kini berharap cedera Hendra tersebut takkan mengganggunya pada laga final nanti. Atlet berusia 33 tahun itu menegaskan bakal tetap tampil di final.

"Untuk besok, bisa main. Main saja, sakit nggak sakit. Setelah tanding tadi diterapi, semoga besok keadaannya lebih baik," tegas Hendra.

Hendra/Ahsan jelas tak mau melewatkan pertandingan nanti. Pasalnya, untuk pertama kali sejak menjuarai turnamen penutup tahun Dubai World Superseries Finals 2015 di Uni Emirat Arab, mereka akan kembali bermain pada final salah satu turnamen tingkat tertinggi dalam rangkaian BWF World Tour.

All England, turnamen bulu tangkis tertua di dunia, masuk kelas BWF World Tour Super 1000. Hanya ada dua turnamen lain yang masuk kategori itu, yakni Blibli Indonesia Open dan Victor China Open.

Gelar juara di All England tentu bakal mempermudah jalan menuju ambisi mereka yang sesungguhnya, yaitu lolos kualifikasi Olimpiade 2020. Ambisi itu diutarakan Hendra/Ahsan, yang telah keluar dari pelatnas PBSI dan menjadi pemain profesional, sebelum All England dimulai.

Pada final, Duo Daddies akan berhadapan dengan Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Ganda Malaysia tersebut memupuskan impian "all-Indonesian final" setelah menyingkirkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto 12-21, 22-20, 21-19 di semifinal.

Hendra/Ahsan memiliki rekor pertemuan yang bagus dengan ganda Malaysia itu. Mereka selalu menang dalam dua pertandingan dengan Chia/Soh, terakhir pada babak pertama Indonesia Masters pada Januari lalu.

Wakil Indonesia lainnya, ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti harus menghentikan langkah di semifinal. Meski sempat memenangi gim pertama, mereka akhirnya kalah dari unggulan teratas, Zheng Siwei/Huang Yaqiong dari Tiongkok, 21-13, 20-22, 13-21.

Pada final, Zheng/Huang akan bertemu ganda campuran Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino yang menyingkirkan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jamie dari Malaysia, 21-16, 21-13.

Sementara itu, tunggal putra No. 1 dunia, Kento Momota dari Jepang, menang atas Ng Ka Long Angus 21-19, 21-11 untuk melangkah ke final. Momota akan berhadapan dengan Viktor Axelsen dari Denmark, yang menyingkirkan juara tahun lalu, Shi Yuqi, 22-20, 12-21, 21-9.

Momota dan Axelsen sama-sama bakal tampil di final All England untuk pertama kali dalam karier mereka. Sehingga, siapapun yang menang nanti, All England akan memiliki juara baru di nomor tunggal putra.

Pada nomor tunggal putri, peringkat teratas dunia, Tai Tzu Ying, mengincar gelar juara yang ketiga berturut-turut di Arena Birmingham. Putri Taiwan itu maju ke final setelah menyingkirkan Akane Yamaguchi, 21-13, 10-21, 21-8.

Tai telah ditunggu pemain Tiongkok, Chen Yufei, yang menundukkan unggulan kedua dan juara tahun 2016, Nozomi Okuhara, 21-18, 23-21.

Pertarungan Jepang vs. Tiongkok juga akan terjadi di final ganda putri. Unggulan ketiga Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara bakal melawan Chen Qincheng/Jia Yifan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR