Ihwal Ezra Walian dan West Ham United

Pemain depan Ezra Walian (dua kiri) dalam acara pelepasan kesebelasan nasional Indonesia U-22 di Jakarta, Kamis (10/8/2019), menuju SEA Games 2017 di Kuala Lumpur (Malaysia).
Pemain depan Ezra Walian (dua kiri) dalam acara pelepasan kesebelasan nasional Indonesia U-22 di Jakarta, Kamis (10/8/2019), menuju SEA Games 2017 di Kuala Lumpur (Malaysia). | Wahyu Putro A. /Antara Foto

Pemain depan Indonesia U-22, Ezra Walian, sedang tak punya induk setelah dilepas tim junior Ajax Amsterdam pada akhir musim lalu (Juni 2017). Itu sebabnya ia sibuk mencari klub baru di Eropa dan belum membuahkan hasil.

Pemain kelahiran Belanda ini sempat menjalani latihan di Inggris bersama klub Bolton Wanderers dan Hull City. Belakangan West Ham United pun tertarik merekrutnya.

Bahkan lantaran undangan latihan (trial) dengan klub kota London itu, Ezra pun terlambat bergabung dengan pelatihan nasional Indonesia U-22 di Karawaci (Tangerang, Banten). Pemain 19 tahun itu baru tiba pada Rabu (9/8) atau dua hari setelah jadwal semestinya.

Lantas bagaimana dengan kansnya bersama West Ham? Ezra enggan membicarakannya.

Sementara sang manajer, Wide Ananda Putra, kepada CNNIndonesia.com menjelaskan kontrak berada pada tahap negosiasi. Sedangkan Ezra mengatakan bahwa urusan ini ditangani sang ayah, Glen Walian.

"Saya hanya ingin sekarang fokus dengan timnas," ujar Ezra dikutip FourFourTwo.

Musim lalu, Ezra mencetak 11 gol dalam 22 pertandingan bersama tim junior Ajax (Jong Ajax). Selain menjadi penyerang tengah, Ezra pun bisa bermain di posisi sayap.

Apakah West Ham berniat memasukkannya ke tim utama? Laman HITC menyatakan West Ham akan menyertakan Ezra ke dalam tim kedua (developmental squad).

Bila kabar itu benar, Ezra punya peluang karena West Ham mempromosikan penyerang tim kedua, Toni Martinez, ke tim utama. Martinez (20) adalah penyerang asal Spanyol.

Persoalannya adalah bukan West Ham bakal menerimanya atau tidak, tetapi apakah Ezra bisa mendapat visa untuk bermain sepak bola di Inggris. Kebetulan pemerintah Inggris dikenal cukup ketat menyaring pemain asing untuk seluruh divisi Liga Inggris.

Bila merujuk pada aturan main yang ada, sulit bagi Ezra untuk mendapatkan visa kerja. Sejak 2015, FA memperketat saringan bagi pemain asing demi memberi tempat pada pemain lokal.

Prosedur mendapat visa kerja untuk pemain asing di Inggris dimulai dengan mengantongi surat rekomendasi dari FA (GBE). Surat itu bisa diperoleh dengan mengisi formulir khusus dan kemudian dibawa ke Departemen Dalam Negeri Inggris yang mengurus visa bagi orang asing.

Formulir tersebut diisi oleh klub dan pemain bersangkutan. Intinya, klub harus mampu menunjukkan bahwa calon pemain asingnya (non-Uni Eropa atau non-Kawasan Ekonomi Eropa) punya kualitas atas dan bisa berkontribusi pada perkembangan sepak bola Inggris.

Lalu klub juga perlu menunjukkan bahwa si pemain asing datang dari negara minimal berperingkat 50 FIFA. Ini adalah revisi dari peraturan lawas yang memberi batas pada peringkat 70 FIFA.

Ketua FA, Greg Dyke, menjelaskan bahwa perubahan ini bisa memberi kesempatan lebih besar pada bakat lokal Inggris. "Sistem baru akan memudahkan kami untuk mengenali dan menarik pemain berkualitas tinggi dan sekaligus menyulitkan mereka yang tidak sesuai dengan standar kualitas permainan di Inggris," imbuhnya.

Melihat aturan itu, tentu bakal sulit bagi West Ham untuk memperjuangkan Ezra masuk skuad mudanya karena Inggris berkepentingan untuk mengembangkan pemain mudanya.

Peringkat Indonesia di FIFA jauh dari 50, bahkan tak masuk dalam 100 besar. Sinyalemen kesulitan masuk juga bisa dilihat dari skuat junior West Ham saat ini.

Selain Martinez, pemain asing di deretan pemain muda West Ham tidak lebih dari empat orang. Masing-masing dari Swiss, Latvia, Portugal, dan Denmark --seluruhnya dari Eropa.

Tidak heran, Ezra pun seolah tak peduli dengan nasibnya di West Ham dan masih fokus pada SEA Games 2017. Wide, sang manajer, pada Juli lalu mengatakan bahwa Ezra bukan hanya mendapat tawaran di Inggris.

Yang pasti, Ezra hanya ingin klub yang memberinya menit bermain cukup lama. Itu sebabnya ia menolak tawaran kontrak baru dari Jong Ajax lantaran tidak ada jaminan menjadi pemain inti.

"Ada tawaran (juga) dari Belanda, Belgia, Yunani, dan Turki, semuanya masih pada tahap negosiasi," ujar Wide dikutip SB Nation.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR