BULU TANGKIS

Indonesia berjaya di Kejuaraan Dunia Junior 2019

Pebulu tangkis junior putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, meluapkan kegembiraan usai mengalahkan Zhou Meng dari Tiongkok pada final Kejuaraan Dunia Junior 2019 di Kazan Gymnastic Center, Rusia, Sabtu (5/10/2019). Tim Indonesia menjadi juara pada Kejuaraan Dunia Junior 2019 usai mengalahkan tim China dengan skor 3-1.
Pebulu tangkis junior putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, meluapkan kegembiraan usai mengalahkan Zhou Meng dari Tiongkok pada final Kejuaraan Dunia Junior 2019 di Kazan Gymnastic Center, Rusia, Sabtu (5/10/2019). Tim Indonesia menjadi juara pada Kejuaraan Dunia Junior 2019 usai mengalahkan tim China dengan skor 3-1. | Humas PP PBSI/Widya Amelia /Handout/Antara Foto

Sejarah baru dicatat para pebulu tangkis muda Indonesia. Pada Sabtu (5/10/2019), untuk pertama kalinya mereka berhasil mengangkat Piala Suhandinata setelah mengalahkan Tiongkok 3-1 pada final nomor beregu campuran Kejuaraan Dunia Junior 2019 di Kazan Gymnastic Center, Kazan, Rusia.

Sejak nomor beregu campuran dipertandingkan di kejuaraan dunia junior mulai tahun 2000, lalu pialanya diberi nama tokoh bulu tangkis asal Indonesia Suharso Suhandinata pada 2008, baru kali ini Indonesia berhasil membawa pulang piala tersebut.

Dalam 17 kali penyelenggaraan--diselenggarakan tiap dua tahun pada 2000-2006 lantas menjadi tahunan sejak 2007--Tiongkok adalah penguasa nomor beregu campuran. Mereka telah 13 kali juara. Sebelumnya hanya dua negara yang bisa mengganggu kejayaan Tiongkok, yakni Korea Selatan (2006 dan 2013) dan Malaysia (2011).

Final tersebut menjadi yang keempat bagi tim junior Indonesia. Tiga final sebelumnya berakhir dengan kekalahan, yakni dari Korea Selatan (2013) dan Tiongkok (2014 dan 2015).

Namun siang itu di Kazan Gymnastic Center, para pebulu tangkis Indonesia menunjukkan performa terbaik mereka. Seluruh pertandingan yang berakhir dengan tiga gim dan waktu lebih dari satu jam membuktikan anak-anak Indonesia itu telah berjuang habis-habisan.

Angka pertama didapat dari ganda campuran. Daniel Marthin/Indah Cahya Sari Jamil berhasil menundukkan Feng Yan Zhe/Lin Fang Ling, 21-18, 18-21, 21-11, setelah bertarung selama 63 menit.

"Pastinya senang bisa menyumbang angka untuk tim Indonesia, nggak ada deg-degan sih karena sudah tahu pola main lawan dan sudah pernah mengalahkan mereka," ujar Daniel kepada situs resmi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Badmintonindonesia.org.

Putri Kusuma Wardani lantas membawa Indonesia unggul 2-0. Pada partai tunggal putri yang berlangsung 71 menit, ia berhasil menaklukkan Zhou Meng 21-18, 20-22, 21-14.

"Saya merasa amat kelelahan pada akhir gim kedua. Saya harus mengatasinya dan dukungan dari rekan-rekan setim membantu saya," kata Putri usai pertandingan, dikutip situs resmi BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia).

Ketegangan melanda tim Merah-Putih ketika pada partai berikutnya, tunggal putra, Bobby Setiabudi ditundukkan Liu Liang 17-21, 21-17, 20-22, dalam laga yang berlangsung tepat satu jam. Skor pun menjadi 2-1, Indonesia masih unggul.

Laga berikutnya adalah ganda putri. Tim Indonesia menurunkan pasangan Putri Syaikah/Febriana Dwipuji Kusuma.

Kalah pada gim pertama, Putri/Febriana berhasil selamat dari tiga match point pada gim kedua, dan kemudian menang 16-21, 25-23, 21-13 untuk memastikan gelar juara bagi Indonesia.

Ekspresi ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma dan Putri Syaikah setelah menang atas Li Yijing dan Tan Ning pada final beregu campuran Kejuaraan Dunia Junior 2019 di Kazan Gymnastic Center, Kazan, Rusia, Sabtu (5/10/2019). Kemenangan Febriana/Putri memastikan gelar juara bagi Indonesia.
Ekspresi ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma dan Putri Syaikah setelah menang atas Li Yijing dan Tan Ning pada final beregu campuran Kejuaraan Dunia Junior 2019 di Kazan Gymnastic Center, Kazan, Rusia, Sabtu (5/10/2019). Kemenangan Febriana/Putri memastikan gelar juara bagi Indonesia. | Humas PP PBSI/Widya Amelia /Handout/Antara Foto

Usai pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 28 menit itu, para pemain dan pelatih Indonesia langsung menyerbu masuk lapangan guna merayakan kemenangan.

"Sempat tegang di game pertama, tapi waktu interval, saya dengar suporter memberi semangat, saya jadi semangat lagi. Saya mikirnya sayang juga kan sudah sampai final, tanggung sudah sampai di final, harus mati-matian," ujar Febriana kepada Badmintonindonesia.org.

"Waktu Bobby kalah, saya tidak down sih, saya pikir memang itu belum rezeki, kan masih ada kesempatan, jadi jangan putus asa," tambah Febriana.

Karena hasilnya sudah tidak menentukan, pertandingan ganda putra antara Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Di Zi Jian/Wang Chang tidak dimainkan.

Usai kejuaraan beregu campuran, para pemain bersiap untuk berkompetisi dalam nomor individu Kejuaraan Dunia Junior 2019 yang juga berlangsung di Kazan mulai Senin (7/10).

Tahun lalu, Indonesia merebut satu medali emas dari nomor perorangan ini setelah Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil menjuarai ganda campuran.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR