PRA-PIALA DUNIA 2022

Indonesia kalah dari Malaysia di dalam dan luar lapangan

Tiga pemain Indonesia (kanan) terpukul sementara para pemain Malaysia merayakan kemenangan 3-2 dalam laga Pra-Piala Dunia 2022 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019).
Tiga pemain Indonesia (kanan) terpukul sementara para pemain Malaysia merayakan kemenangan 3-2 dalam laga Pra-Piala Dunia 2022 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019). | Hafidz Mubarak /Antara Foto

Melakoni laga kualifikasi atau Pra-Piala Dunia (PPD) pertamanya sejak 2012, timnas senior Indonesia langsung keok. Bahkan Indonesia kalah di dalam dan di luar lapangan,

Indonesia harus menerima kenyataan bahwa Malaysia jauh lebih baik dan lebih siap untuk menang 3-2 dalam laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019) malam.

Andritany Ardhyasa dkk. sebenarnya sempat memimpin skor melalui dua gol penyerang Alberto "Beto" Goncalves pada babak pertama. Ini gol ganda pertama sejak Indonesia dikalahkan tuan rumah Bahrain 0-10 dalam laga PPD pada 26 Februari 2012.

Namun ketajaman Beto, pemain uzur (38) berdarah Brasil, tidak dibarengi dengan kekokohan lini pertahanan. Tidak heran Malaysia mampu menyamakan kedudukan dua kali dan akhirnya mencetak gol kemenangan.

Pertama, Mohamadou Sumareh --pemain berdarah Gambia-- mencetak gol penyeimbang 1-1 pada menit ke-36 atau hanya sesaat setelah masuk ke lapangan menggantikan Muhammad Hadin Azman.

Berikutnya, Syafiq Ahmad menyamakan skor 2-2 dengan gol sundulan setelah menerima bola silang dari Safawi Rasid di kotak penalti Indonesia pada menit ke-66. Dan terakhir, Sumareh mencetak gol keduanya saat laga memasuki waktu tambahan keenam.

Sisi permainan secara umum

Indonesia sempat bermain positif pada awal babak pertama. Tim Garuda berhasil merusak rencana permainan Malaysia yang mengandalkan positional play.

Pelatih Indonesia, Simon McMenemy memasang skema 4-4-2 untuk menyerang dengan pengembangan 4-5-1 saat ditekan. Lini ofensif dipercayakan kepada Saddil Ramdani, Beto, Stefano Lilipaly, dan Andik Vermansyah, sedangkan Evan Dimas dan Zulfiandi menjadi poros untuk menahan serbuan awal lawan.

Indonesia pun masih bisa lepas dari zonal pressing yang diterapkan Malaysia. Buktinya adalah ketika Saddil berhasil memberi operan terobosan meski ditekan oleh tiga pemain Malaysia kepada Beto yang akhirnya menjadi gol pertama pada menit ke-11.

Namun begitu, Malaysia tak mudah terpukul. Setelah kegagalan serangan melalui sayap dan kombinasi serangan pendek di tengah, pelatih Tan Cheng Hoe meminta pemain Malaysia mengandalkan bola direct dengan alternatif umpan daerah.

Mengubah cara menyerang hingga tiga kali ini membuat Malaysia bisa mencuri gol melalui Sumareh. Pemain 24 tahun ini memanfaatkan bola terobosan di sisi kiri yang lowong dari penjagaan Yustinus Pae untuk menundukkan Andritany.

Dua menit kemudian, menit ke-38, Beto langsung membawa Indonesia unggul kembali. Kali ini operan pendek Andik di depan kotak penalti Malaysia diselesaikan Beto dengan tembakan jitu.

Lantas pada babak kedua, semua permainan Indonesia yang mampu mengimbangi Malaysia menguap. Malaysia justru menguasai penuh permainan pada 45 menit kedua.

Tidak heran lahir dua gol sehingga Indonesia harus rela kalah. McMenemy menyebut ini kekalahan menyakitkan dan menilai penyebabnya adalah kelelahan fisik.

"Mereka sudah berlari sampai mereka sudah tidak bisa berlari lagi. Ketika peluit panjang dibunyikan, banyak pemain langsung kolaps karena kelelahan," ujar pelatih asal Skotlandia ini usai pertandingan.

Namun, problem Indonesia bukan cuma soal stamina yang hanya mampu bermain optimal selama 50 menit dalam laga semalam. Indonesia tampil buruk dalam hal disiplin. Pada babak pertama saja, menurut catatan Beritagar.id, para pemain Indonesia sedikitnya melakukan 7 pelanggaran sepele pada babak pertama.

Pelanggaran sepele adalah menabrak lawan yang sedang menguasai bola. Beruntung, Malaysia yang punya keunggulan dalam bola mati berulang kali gagal memanfaatkan momen ini.

Berikutnya, Indonesia juga buruk dalam bertahan. Pemahaman ruang, fokus, dan konsep dasar bertahan gagal ditunjukkan. Pada gol pertama Sumareh, pertahanan kanan Indonesia kosong karena Yustinus justru berusaha menekan Syafiq yang sedang menguasai bola di tengah lapangan.

Sedangkan gol kedua Malaysia terjadi lantaran para pemain hanya terpaku dengan bola dan seolah menonton saat bola silang datang untuk ditanduk Syafiq di depan gawang. Pertahanan Indonesia pun kian rapuh saat McMenemy menggantikan Zulfiandi dengan Rizki Pelu karena serangan Malaysia menjadi lebih mudah mencapai garis akhir.

Indonesia boleh bersyukur tidak kalah dengan banyak gol. Pasalnya Malaysia memiliki jumlah tembakan lebih banyak dibanding Indonesia. Malaysia berupaya delapan kali, masing-masing empat on target dan empat off target. Adapun Indonesia hanya punya lima upaya mencetak gol, dua di antaranya menjadi gol.

"Saya kagum pada performa luar biasa yang ditunjukkan para pemain, khususnya pada babak kedua para pemain saya lebih fokus. Ini adalah salah satu performa terbaik tim saya," kata Cheng Hoe dalam jumpa pers setelah pertandingan.

Stamina memang menjadi kunci kelemahan Indonesia, Tanpa stamina yang cukup, Indonesia tak mungkin bermain sesuai rencana. Misalnya menjaga bangunan serangan dengan positional play jarak dekat empat pemain seperti dalam dua gol Beto atau menjaga ruang dengan rapat.

Rusuh di luar lapangan

Selain kalah di dalam lapangan, Indonesia juga tak berdaya di luar lapangan. Sejumlah penonton membuat rusuh di tribun, termasuk membuat bom asap dan mengintimidasi suporter Malaysia hingga pecah kericuhan.

Aksi minus suporter ini membuat laga harus terhenti selama 10 menit pada pertengahan babak kedua. Sebagian suporter Indonesia pun sudah berulah dengan tidak menghormati lagu kebangsaan Malaysia sebelum pertandingan dimulai.

"Cukup sakit, karena kami kebobolan dua gol terakhir. Sedih pasti, kecewa pasti, tapi hati saya lebih sakit melihat kejadian yang terjadi di stadion. Ini sangat mencoreng nama baik Indonesia," ucap Andritany, kapten timnas Indonesia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR