KOREA OPEN

Indonesia pulang dengan tangan hampa

Tommy Sugiarto (kiri) bersama Chou Tien Chen (kanan) berpose setelah menerima medali tunggal putra Korea Open 2018, Minggu (30/9/2018).
Tommy Sugiarto (kiri) bersama Chou Tien Chen (kanan) berpose setelah menerima medali tunggal putra Korea Open 2018, Minggu (30/9/2018). | Jeon Heon-Kyun /EPA-EFE

Tahun ini Victor Korea Open tidak bersahabat bagi para pebulu tangkis Indonesia. Beda dari tahun lalu, saat dua wakil Merah-Putih menjadi juara, untuk edisi 2018 tak satu pun dari penepuk bulu Indonesia yang berdiri di pucuk podium.

Hal ini dipastikan setelah satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di partai final, Tommy Sugiarto, kalah dari andalan Taiwan, Chou Tien Chen. Dalam durasi sekitar 39 menit, Chou menekuk Tommy dengan skor akhir 21-13, 21-16.

Sebelum dimulainya pertandingan yang dihelat di HK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan, Minggu (30/9/2018) siang WIB tersebut, rekor pertemuan kedua pemain memang sama kuat. Dari delapan kali perjumpaan, kedua pemain berbagai angka, 4-4.

Namun, ketatnya rekor pertemuan tersebut tak tergambar pada pertandingan kali ini. Pada laga kesembilan antara kedua pemain, Tommy tampil di bawah tekanan. Chou selalu unggul dalam perolehan angka.

Hanya pada awal-awal gim pertama saja perolehan angka Tommy di atas Chou. Setelah 8-8, perolehan angka Chou melesat meninggalkan anak dari legenda bulu tangkis Indonesia Icuk Sugiarto tersebut hingga menang 21-13.

Pada gim kedua, perburuan angka Chou dan Tommy terhitung ketat. Margin angkanya tak pernah lebih dari lima, kecuali di akhir pertandingan. Namun, ya hanya sampai di situ. Sebab, Chou bermain stabil dan Tommy seperti di bawah bayang-bayangnya.

Sejak awal pertandingan dimulai, Chou memang tampak yakin menang dalam pertandingan ini. Salah satu sebabnya, ia telah terbiasa bermain dengan orang Indonesia.

Misalnya, di kejuaraan kali ini saja. Dari empat wakil nomor tunggal Indonesia yang turun, tiga di antaranya dikalahkan oleh Chou. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting (di babak perempat final) dan Ihsan Maulana Mustofa (babak pertama).

Lalu, di kejuaraan sebelumnya, China Open 2018, dia juga bertemu pemain Indonesia lagi, Anthony. Mundur sedikit ke belakang, di Asian Games 2018, Chou juga bertemu Anthony (perempat final) dan Jonatan Christie (final).

Hal tersebut, menurut Chou, membuat dia cukup kenal dengan tipe permainan atlet bulu tangkis Indonesia. Ditambah lagi, ia juga pernah dilatih orang Indonesia saat masih menginjak bangku SMA.

"Pelatih saya sewaktu SMA adalah orang Indonesia. Jadi, saya tidak ada masalah khusus bermain dengan atlet Indonesia. Mereka adalah tipe pemain yang terampil, jadi saya akan fokus," ucap Chou, dalam laman resmi BWF.

Ini adalah gelar ketiga bergengsi yang berhasil direbut Chou dalam karier bulu tangkisnya. Sebelumnya, dia menjuarai Singapore Open 2018 dan France Open 2014.

Di lain sisi, bagi Tommy, kegagalan ini sekaligus menunda untuk menambah perbendaharaan medali di lemari prestasinya. Pada 2018, Tommy baru sekali menjadi juara, yakni di Princess Sirivannavari Thailand Masters 2018.

Capain lain yang cukup positif, pemain berusia 30 tahun tersebut berhasil menjadi finalis Thailand Open 2018, sebelum ditundukkan Kanta Tsuneyama (Jepang).

Dalam kejuaraan yang menyediakan total hadiah hingga 600.000 dolar AS tersebut, Jepang menjadi juara umum. Tiga wakilnya berhasil keluar sebagai pemenang.

Mereka adalah Nozomi Okuhara (tunggal putri), Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (ganda putra), dan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (ganda putri). Satu medali juara tersisa jatuh ke tangan Tiongkok lewat ganda campurannya, He Jiting/Du Yue, yang menang atas Mathias Christiansen/Christinna Pedersen (Denmark).

Keberhasilan Jepang menjadi juara umum sebenarnya tak mengherankan. Pasalnya, di babak final, mereka mengirimkan lima wakilnya, dua di antaranya terjadi All Japan Final. Yakni di ganda putra (Endo/Watanabe vs. Takuro Hoki/Yugo Kobayashi) dan ganda putri (Matsutomo/Takahashi vs. Yuki Fukushima/Sayaka Hirota).

Sedangkan Okuhara berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Zhang Beiwen (AS) dengan skor 21-10, 17-21, 21-16.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR