Indonesia harus menang atas India

Anggota tim nasional bulu tangkis Indonesia tengah berlatih di Pantai Surfers Paradise, Gold Coast, Queensland, Australia, Senin (22/5). Tim Indonesia akan berlaga perdana di Piala Sudirman 2017 pada Selasa (23/5) menghadapi India.
Anggota tim nasional bulu tangkis Indonesia tengah berlatih di Pantai Surfers Paradise, Gold Coast, Queensland, Australia, Senin (22/5). Tim Indonesia akan berlaga perdana di Piala Sudirman 2017 pada Selasa (23/5) menghadapi India. | Rosa Panggabean /Antara Foto

Perjalanan tim nasional bulu tangkis Indonesia di Piala Sudirman akan dimulai Selasa (23/5/2017). Pada pertandingan pertama sub-grup 1D, Greysia Polii dkk. akan menghadapi India.

Kemenangan menjadi harga mati karena akan mempermudah jalan Indonesia untuk lolos ke perempat final, mengingat lawan berikutnya adalah Denmark, salah satu tim terkuat dari Eropa.

Denmark telah mengawali pertandingan babak grup, Senin (22/5), dengan menang 4-1 atas India pada turnamen beregu campuran yang berlangsung di Gold Coast, Australia, dan kini memimpin sub-grup 1D.

Indonesia baru akan menghadapi Denmark pada laga terakhir yang berlangsung Rabu (24/5).

Hanya dua tim teratas dari masing-masing sub-grup yang akan maju ke babak delapan besar. Oleh karena itu, karena hanya ada tiga tim dalam setiap sub-grup, tim Merah-Putih akan lolos ke perempat final jika menang atas India, tak peduli hasil melawan Denmark nanti.

Sepanjang sejarah Piala Sudirman, turnamen dua tahunan yang berlangsung sejak 1989, Indonesia baru sekali berhadapan dengan India. Saat itu, Dionysius Hayom Rumbaka cs. menang 4-1 pada babak grup.

Ketua Kontingen Indonesia, Achmad Budiarto, ingin mengulang hasil yang sama seperti empat tahun lalu.

"Kami menargetkan lawan India akan mendapatkan kemenangan. Secara mental saat ini (para pemain Indonesia, red.) sebetulnya terlihat haus untuk membuktikan kemampuannya, dan saat ini kesempatan yang baik untuk membuktikannya," kata Achmad kepada Antaranews (21/5).

Untuk itu, paparnya, selain berlatih untuk mempertahankan kondisi fisik, meningkatkan teknik permainan serta percepatan adaptasi, tim Indonesia pun melakukan berbagai kegiatan santai guna meningkatkan soliditas, menghilangkan ketegangan dan tekanan kompetisi menjelang partai perdana.

Manajer tim, Susi Susanti juga menyatakan bahwa pasukannya sudah siap untuk bertempur di lapangan.

"Jadi saat ini kami adaptasi saja termasuk mengatur strategi untuk calon lawan, karena pada prinsipnya siapapun lawan yang akan dihadapi, semua anggota tim sudah siap dan ingin menyumbangkan poin," ujar Susi.

Melihat kemungkinan susunan pemain yang diturunkan, Indonesia peluang Indonesia untuk menang cukup terbuka. Walau demikian, banyak pemain yang belum pernah saling berhadapan.

Jika melihat susunan pemain India saat melawan Denmark dan memperkirakan susunan pemain Indonesia, satu-satunya yang pernah saling berhadapan adalah ganda putra Marcus Gideon/Kevin Sanjaya dengan Manu Attri/Reddy Sumeeth.

Marcus/Kevin mengalahkan Attri/Sumeeth dalam pertemuan pertama mereka di All England 2017.

Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting, misalnya, belum pernah bertemu dengan pemain utama India, Ajay Jayaram. Begitupula tunggal putri Fitriani yang kemungkinan bertemu pebulu tangkis andalan lawan, Pusarla V. Sindhu.

Sindhu adalah satu-satunya atlet India yang menang dalam laga pembuka melawan Denmark. Ia mengalahkan Line Kjaersfeldt, 21-18, 21-6.

Pelatih tunggal putri, Minarti Timur, menyatakan mereka telah mempelajari permainan tunggal putri no. 4 dunia tersebut.

"Dengan persiapan selama ini termasuk proses adaptasi di sini saya rasa anak-anak sudah siap. Namun pemain yang diturunkan akan ditentukan nanti lewat beberapa pertimbangan," kata Minarti dikutip Kompas.com (21/5).

Selain Fitriani, ada Dinar Dyah Ayustine dan Gregoria Mariska Tunjung yang bisa dipilih Minarti untuk menghadapi Sindhu.

Ganda putri Della Destiara Haris/Rosyita Sari belum pernah berhadapan dengan Ashwini Ponnappa/Reddy Sikki, begitupula ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto dengan Pranaav Chopra/Reddy Sikki.

Praveen sempat terserang penyakit tifus menjelang keberangkatan ke Australia. Ia sudah dinyatakan pulih dan sudah ikut berlatih normal, tetapi apakah ia akan diturunkan atau tidak, tergantung pada penilaian pelatih dan manajer tim nanti.

Pemain berusia 23 tahun itu, yang bersama Debby menempati peringkat ke-8 dunia untuk ganda campuran, menyatakan ia siap diturunkan jika dibutuhkan.

"Dengan berbekal penguatan fisik dan mempelajari pola main lawan saya yakin bisa memberikan poin, namun saya juga tidak mau lengah kala menghadapi India dan Denmark, yang penting siap memberikan yang terbaik saja," tuturnya kepada Antaranews.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR