SERIE A ITALIA

Inter telan kekalahan pertama, Hamsik samai rekor Maradona

Striker dan kapten Inter Milan Mauro Icardi tampak kecewa setelah klubnya ditundukkan tim tamu Udinese, 1-3, dalam pertandingan Serie A Italia di Giuseppe Meazza, Milan (16/12/2017).
Striker dan kapten Inter Milan Mauro Icardi tampak kecewa setelah klubnya ditundukkan tim tamu Udinese, 1-3, dalam pertandingan Serie A Italia di Giuseppe Meazza, Milan (16/12/2017). | Matteo Bazzi /EPA-EFE

Rekor tak terkalahkan Inter Milan di Serie A musim ini harus terhenti pada pekan ke-17, Sabtu (16/12/2017). Kekalahan perdana tersebut terasa lebih menyakitkan karena terjadi di kandang sendiri dan membuat mereka digeser Napoli dari posisi puncak klasemen.

Udinese membawa duka bagi para penggemar Nerazzurri dengan kemenangan 3-1 di Giuseppe Meazza, Milan.

Tim tamu unggul terlebih dahulu melalui gol dicetak oleh Kevin Lasagna pada menit 14, namun hanya dalam selang semenit Mauro Icardi mencetak gol ke-17-nya sepanjang musim ini untuk menyamakan skor 1-1.

Setelah itu tim tuan rumah mendominasi bola dan mengurung pertahanan Udinese, namun tak berhasil lagi menembus gawang Albano Bizzarri. Sebaliknya, kepercayaan diri pasukan Massimo Oddo semakin tinggi.

Udinese bermain lebih menyerang pada babak kedua dan upaya mereka terbayar pada menit ke-61 ketika mendapat penalti setelah tangan bek Inter Davide Sandon menyentuh bola di kotak terlarang.

Pelanggaran yang dilakukan Sandon itu dideteksi oleh Video Assistant Referee (VAR), perangkat pembantu wasit yang mulai digunakan di Serie A musim ini.

Rodrigo de Paul menjadi algojo dan berhasil menaklukkan kiper Samir Handanovic untuk membawa Udinese unggul 2-1.

Keunggulan Udinese tak terkejar lagi ketika dalam sebuah serangan balik, Antonin Barak mencetak gol ketiga tim tamu, meneruskan umpan silang Jakub Jankto pada menit 77.

Sepanjang pertandingan, menurut statistik Serie A, para pemain Inter melepaskan 21 tendangan, 9 tepat ke arah gawang, namun hanya satu yang menjadi gol. Sementara Udinese hanya tujuh kali menendang bola ke arah gawang, namun lima tepat sasaran dan tiga masuk ke gawang.

"Ada rasa sedih seperti pada setiap kekalahan," kata pelatih Inter, Luciano Spalletti, dikutip The Guardian. "Kami sempat tak terbiasa dengan itu (kekalahan) sehingga rasa sedih lebih terasa. Akan tetapi pada akhirnya semua salah kami karena kami tak bisa mengontrol bola, membuat kesalahan, dan banyak melakukan kesalahan."

Bagi Udinese, kemenangan tersebut adalah yang keempat beruntun dalam semua kompetisi yang dijalani. Melalui akun Twitter resminya, klub tersebut berterima kasih kepada klub Serie C, Perdenone.

Mengapa? Karena pada pertengahan pekan lalu Perdenone memaksa Inter untuk bermain hingga adu penalti pada pertandingan Copa Italia. Walau Inter akhirnya menang.

Udinese naik ke peringkat 11 klasemen berkat kemenangan tak terduga itu dan pelatih Massimo Oddo berharap permainan pasukannya terus meningkat.

"Kami melangkah dengan baik, tetapi tak ada yang namanya tongkat sihir," kata Oddo kepada La Gazzetta dello Sport (h/t Eurosport). "Banyak hal yang mesti kami perbaiki dan pada babak pertama pertandingan tadi kami amat menderita."

Gol ke-115 Hamsik

Kekalahan Inter Milan tersebut membuka jalan Napoli untuk naik ke puncak klasemen dan mereka berhasil melakukannya. Pada Sabtu (16/12), Napoli menaklukkan tuan rumah Torino 3-1 di Stadio Olimpico Grande Torino.

Kini Napoli memimpin Serie A dengan 42 poin dari 17 pertandingan, unggul dua angka dari Inter Milan.

Saat melawan Torino, para pemain Napoli mengakhiri masa paceklik mereka, yang gagal mencetak gol pada dua pertandingan sebelumnya.

Laga baru berjalan empat menit, tim tamu memimpin melalui sundulan bek Kalidou Koulibaly memanfaatkan bola sepak pojok.

Piotr Zelinsky menggandakan keunggulan Napoli pada menit ke-25 setelah menerima umpan terobosan dari Jorginho. Sang kapten Marek Hamsik membuat skor menjadi 3-0 lima menit kemudian, setelah bola tendangannya yang mengarah ke pojok kiri atas gawang tak terjangkau kiper Udinese, Salvatore Sirigu.

Torino hanya bisa memperkecil ketinggalan pada menit ke-63 melalui sepakan Andrea Belotti.

Hamsik menjadi fokus perhatian usai pertandingan tersebut karena gelandang serang asal Slovakia itu mencetak golnya yang ke-115 untuk Napoli, sekaligus menyamai rekor gol terbanyak untuk klub yang sebelumnya dipegang sang legenda Diego Maradona.

"Ini adalah pencapaian yang bagus, khususnya sebagai seorang pemain tengah, 115 gol adalah angka yang bagus," kata Hamsik, dikutip ESPN.

Butuh waktu 11 musim dan 477 pertandingan bagi Hamsik untuk mencapai rekor tersebut. Sementara Maradona, seorang penyerang, mencatatkan 115 gol dalam 259 pertandingan selama tujuh musim bersama Napoli.

Kini yang harus dilakukan Hamsik untuk menyamai Maradona adalah dengan membawa Napoli menjuarai Serie A. Maradona berhasil melakukannya dua kali pada 1987 dan 1990.

Akan tetapi, menurut pemain berusia 30 tahun itu, yang paling penting adalah kembalinya Napoli kepada performa terbaik mereka, bisa mencetak gol, dan naik ke puncak klasemen.

"Saya tidak tahu apakah berada di puncak klasemen adalah sebuah keuntungan, tetapi hal itu bisa membantu kami mengingat kekuatan kami dan menyadari bahwa kami mesti terus berjuang hingga akhir," papar Hamsik.

Pada pertandingan lainnya, gol bek Federico Fazio pada injury time membawa AS Roma menang 1-0 atas Cagliari di Stadion Olimpico, Roma.

Roma bertahan di peringkat keempat dengan 38 poin dari 16 pertandingan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR