PIALA ASIA

Iran menang telak, Korsel jalani laga sulit

 Pemain tengah Iran, Seyed Ashkan Dejagah tengah merayakan golnya ke gawang Yaman dalam laga Grup B AFC Asian Cup 2019 di Stadion Mohammed bin Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Senin (7/1/2019) malam WIB.
Pemain tengah Iran, Seyed Ashkan Dejagah tengah merayakan golnya ke gawang Yaman dalam laga Grup B AFC Asian Cup 2019 di Stadion Mohammed bin Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Senin (7/1/2019) malam WIB. | STR /EPA-EFE/STR

Dua tim unggulan AFC Asian Cup 2019, Iran dan Korea Selatan (Korsel) berhasil meraih poin penuh di pertandingan pertama mereka. Iran menghajar Yaman dengan skor telak, 5-0. Sementara itu, Korsel menang tipis 1-0 atas Filipina.

Hasil ini sekaligus menghentikan kejutan pada edisi ke-17 kejuaraan sepak bola terbesar di Asia tersebut. Pasalnya, di pertandingan sebelumnya, para tim unggulan yang masuk dalam pot 1 undian, menelan hasil negatif.

Tuan rumah, Uni Emirat Arab (UEA), ditahan 1-1 oleh Bahrain di Grup A. Sedangkan juara bertahan kejuaraan, Australia, dipermalukan Yordania 1-0 di Grup B. Hasil ini membuat kedua tim berada di posisi bawah masing-masing grup.

Dalam laga yang dihelat di Stadion Mohammed bin Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Senin (7/1/2019) malam WIB, Iran memang tampil sangat impresif. Statistik pertandingan menunjukkan Team Melli--julukan timnas Iran--unggul segala-galanya atas Yaman.

Bahkan, sepanjang pertandingan, kiper Iran, Alireza Beiranvand, tak banyak beraksi di lapangan. Sebab, Yaman tak dapat membuat satu pun tendangan tepat sasaran dalam laga tersebut.

Iran membuka gol pada menit ke-12 via Mehdi Taremi. Setelahnya, Ashkan Dejagah dan Taremi membuat mereka unggul 3-0 saat peluit berakhirnya babak pertama dibunyikan. Di babak kedua, mereka menambah gol via Sardar Azmoun (53) dan Saman Ghoddos (78).

Keberhasilan Iran mencetak gol pada menit ke-12, disebut pelatih Iran, Carlos Queiroz, sebagai kunci keberhasilan timnya menang telak. Karena, dengan gol tersebut, mereka mampu tampil percaya diri dan mengontrol pertandingan.

"Dengan gol cepat, itu memberi Anda kepercayaan diri lebih dan dapat mengontrol laga," ucap Queiroz dalam Persianfootball.com. "Kami tak memberi waktu kepada Yaman untuk bernapas."

Sebenarnya, gol cepat hanya menjadi salah satu pemicu yang membuat Iran mampu menang telak. Lainnya, yang tak kalah penting adalah kualitas tim. Yaman bukanlah tim yang seimbang dengan Iran.

Rangking FIFA membuktikan itu. Yaman saat ini berada di peringkat di peringkat 135 dunia. Sedangkan Iran, bercokol di peringkat 29 dan rutin tampil di Piala Dunia. Setidaknya, dalam empat edisi Piala Dunia terakhir, mereka ambil bagian tiga kali.

Selain itu, Iran juga menjadi salah satu negara yang paling sering menjuarai Piala Asia, sebanyak tiga kali. Terakhir mereka menjadi juara adalah pada 1973, alias 43 tahun lalu. Kini, mereka boleh bermimpi untuk kembali membawa pulang piala ke negaranya.

Di sisi lain, harapan Yaman untuk menciptakan kejutan di pertandingan pertama pupus sudah. Sebagai "tim kecil", Jan Kocian, pelatih Yaman, berharap dapat membuat kejutan.

"Tak ada tekanan kepada tim. Dan, sebagai tim kecil, kami memiliki mimpi, yakni dapat mengalahkan Iran," ucap pelatih asal Slovakia tersebut sebelum laga antara timnya dan Iran berlangsung, dalam Foxsportasia.com.

Korsel menang susah payah

Beda dari Iran yang menang mudah, Korsel harus menjalani laga sulit pada pertandingan pertama mereka di Grup C. Melawan Filipina, Ksatria Taeguk harus menunggu hingga menit ke-67 untuk mampu membobol gawang wakil Asia Tenggara tersebut.

Penyerang Hwang Ui-Jo membuat satu-satunya gol dalam laga di Stadion Al Maktoum, Dubai, UEA, Senin (7/1) sore WIB.

Sebenarnya, Korsel bisa saja membuat gol lebih dari satu. Pasalnya, mereka benar-benar menguasai pertandingan. Dalam catatan statistik resmi AFC Asian Cup, anak asuh Paulo Bento berhasil membuat 82 persen penguasaan bola.

Namun, hal itu menjadi percuma karena Filipina, yang saat ini dilatih Sven-Goran Eriksson, bermain sangat disiplin dengan menempatkan lima bek dalam formasi 5-4-1.

"Bagaimana kami bermain itu lebih penting dari pada strategi lawan," ucap Bento dalam Yonhap News Agency. "Dan, pendekatan kami tidak akan berubah kepada semua lawan. Kami akan terus menyerang untuk membuat celah di garis pertahanan lawan."

Meski berhasil meraih poin penuh, tapi Korsel tak bisa menduduki posisi pertama Grup C. Sebabnya, di waktu yang relatif bersamaan, Tiongkok juga berhasil menang 2-1 atas Kirgistan. Tiongkok kini nangkring di posisi 1 Grup C, disusul Korsel, Filipina, dan Kirgistan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR