LIGA 1 INDONESIA

Ivan Kolev angkat kaki dari Persija

Pelatih tim Persija Jakarta Ivan Kolev memimpin sesi latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (25/2/2019).
Pelatih tim Persija Jakarta Ivan Kolev memimpin sesi latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (25/2/2019). | Hafidz Mubarak A /Antara Foto

Belum genap setengah tahun dan baru tiga pekan Shopee Liga 1 Indonesia berjalan, Ivan Kolev memutuskan angkat kaki dari Persija Jakarta. Satu poin dari tiga pertandingan jauh dari standar sebuah tim juara bertahan, sehingga pelatih asal Bulgaria tersebut mengundurkan diri.

Kabar tersebut diumumkan oleh manajemen tim berjuluk Macan Kemayoran melalui situs resminya pada Senin (3/6/2019).

"Coach Kolev resmi mengundurkan diri dari Persija Jakarta mulai Senin, 3 Juni 2019. Dia merasa bertanggung jawab, karena belum bisa memberikan yang terbaik untuk tim," kata CEO Persija Jakarta, Ferry Paulus.

"Kami berterima kasih terhadap apa yang sudah diberikan Kolev untuk tim. Semoga ke depannya Kolev semakin sukses di mana pun melanjutkan kariernya sebagai pelatih."

Mantan pelatih tim nasional Indonesia tersebut baru menduduki posisi pelatih Persija pada 11 Januari 2019. Kolev, yang pernah melatih Persija pada 1999-2000, dipilih oleh manajemen lama pimpinan Gede Widiade.

Saat itu ia menggantikan Stefano "Teco" Cugurra, yang menolak perpanjangan kontrak usai membawa Macan Kemayoran menjuarai Liga 1 tahun lalu. Teco memilih pindah ke Pulau Dewata, menangani Bali United.

Gede Widiade dan beberapa pengurus Persija lainnya kemudian mengundurkan diri dari klub pada 6 Februari lalu.

Selama ditangani Kolev, Persija telah melalui 21 pertandingan pada empat kompetisi, yaitu Piala AFC, Piala Presiden, Piala Indonesia, dan Liga 1 Indonesia. Rekor pertandingannya adalah 8 menang, 5 imbang, dan 8 kalah. Persija tersingkir dari Piala AFC dan Piala Presiden, tetapi berhasil maju ke semifinal Piala Indonesia.

Namun, penentu nasib Kolev di Persija adalah performa buruk klub di Liga 1. Dengan status juara bertahan, Macan Kemayoran belum pernah menang dalam tiga pertandingan--imbang 1-1 dengan Barito Putera, lalu kalah beruntun dari PSIS Semarang (1-2) dan Bali United (0-1). Walhasil mereka terpuruk di posisi ke-16.

Tagar #KolevOut sempat menjadi trending topic di Twitter. Tuntutan para Jakmania tersebut rupanya langsung mewujud.

Ferry Paulus menyatakan mereka kini tengah mencari pelatih pengganti. Asisten Pelatih Mustaqim telah diangkat sebagai pelatih sementara, alias caretaker.

Nama yang saat ini ramai diberitakan media lokal bakal menggantikan Kolev adalah mantan pelatih PSIS, Vicenzo Annese. Lelaki asal Italia tersebut dikabarkan sudah berada di Ibu Kota untuk berbicara dengan manajemen Persija.

Annese menolak untuk berkomentar mengenai kabar itu. "Maaf, soal ini (bergabung dengan Persija) masih rahasia," katanya, dikutip Tribunnews.

Nada ragu dilantunkan para penggemar Persija seiring berembusnya nama Annese. Masalahnya, meski memegang UEFA Pro License, rekam jejak pelatih yang baru tahun lalu menukangi klub di Indonesia itu terbilang meragukan.

Ia baru melatih PSIS dalam 19 pertandingan ketika dipecat pada Agustus 2018. Saat itu PSIS tengah terpuruk di zona degradasi. Penggantinya, Jafri Sastra, berhasil meningkatkan performa klub Kota Semarang itu, sehingga finis di peringkat ke-10 musim lalu.

Siapa menyusul?

Pelatih kepala Persebaya Surabaya Djadjang Nurdjaman (kanan) mengamati anak asuhnya Rendi Irwan (kiri) saat latihan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/9/2018).
Pelatih kepala Persebaya Surabaya Djadjang Nurdjaman (kanan) mengamati anak asuhnya Rendi Irwan (kiri) saat latihan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/9/2018). | M Risyal Hidayat /Antara Foto

Saat ini, beberapa pelatih lain juga tengah dalam sorotan akibat prestasi klub yang tak kunjung membaik dalam kompetisi Liga 1. Mereka adalah Djadjang Nurdjaman (Persebaya Surabaya), Jacksen F. Tiago (Barito Putera), dan Luciano Leandro (Persipura Jayapura).

Sama seperti Persija, tiga klub tersebut juga belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan. Persebaya dan Persipura sama-sama baru beroleh 2 poin hasil dua kali imbang, sementara Barito Putera baru 1 poin.

Jika prestasi klub tak kunjung membaik dalam beberapa pertandingan ke depan, kemungkinan besar mereka bakal didesak mundur seperti Kolev. Tagar #DjanurOut juga telah ramai di media sosial.

Pada Senin (3/6), Manajemen Persebaya bahkan telah memecat pelatih fisik Rudy Eka Priambada pada Senin (3/6). Alasannya, untuk membuat komunikasi di bangku cadangan menjadi lebih baik (h/t CNN Indonesia).

Tempo.co mengabarkan saat ini telah beredar tiga calon kuat untuk menggusur Djadjang dari kursi pelatih kepala. Mereka adalah asisten pelatih Persebaya, Bejo Sugiantoro; mantan pelatih Arema FC, Milan Petrovic; dan, bekas pelatih Mitra Kukar, Rafael Berges.

Sementara itu, Jacksen Tiago mengakui bahwa permainan pasukannya masih di bawah tingkat seharusnya.

Pelatih asal Brasil yang telah melatih Barito sejak 2017 itu menyatakan wajar jika ada harapan tinggi dari para penggemar terhadap kinerjanya, terutama karena ia pernah membawa Persebaya dan Persipura menjadi juara.

Jacksen, dikutip BolaSport.com, mengaku telah mendapat teguran keras dari manajer Barito, Hasnuryadi Sulaiman, setelah dikalahkan Bhayangkara FC. Walau demikian, pelatih asal Brasil ini menegaskan menolak untuk mundur dari jabatannya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR