Jalan panjang nan cepat Ezra Walian menjadi WNI

Ezra Harm Ruud Walian (kiri) dan ayahnya, Glenn Walian (kedua kanan), mengambil sumpah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM, Cawang, Jakarta, Kamis, (18/5/2017).
Ezra Harm Ruud Walian (kiri) dan ayahnya, Glenn Walian (kedua kanan), mengambil sumpah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM, Cawang, Jakarta, Kamis, (18/5/2017). | Galih Pradipta /Antara Foto

Sepak bola Indonesia kembali positif diwarnai pemain naturalisasi. Ezra Harm Ruud Walian, kemarin (18/5/2017), resmi menanggalkan paspor Belanda dan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Dalam pengambilan sumpah di Kantor Kemenkumham wilayah Cawang, Jakarta Timur, pemain 19 tahun itu ditemani sang ayah Glenn Walian yang juga mengucap sumpah menjadi WNI.

Ezra adalah anak muda kelahiran Amsterdam, Belanda. Ayahnya berdarah Manado, sementara mendiang ibundanya Linda Bosch adalah orang Belanda.

Seperti halnya Ezra, sang ayah juga orang blasteran Manado-Belanda. Bahkan, seperti pernah diungkap kepada Detiksport, Glenn hanya tinggal hingga umur tiga tahun di Manado dan kemudian pindah ke Belanda sekaligus menjadi warga negeri tersebut.

Namun bagi mereka, terutama Ezra, jalan mendapat status WNI tidak mudah. Bahkan durasinya begitu lama.

Penjajakan menjadi WNI dilakukan sejak 2013. Ketika itu Ezra dan Glenn menemui Gubernur Sulawesi Selatan Sinyo Harry Sarundajang. Mereka juga mengunjungi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) masa itu, Roy Suryo.

Pada 2014, Ezra mendatangi Indonesia. Pemain Ajax Amsterdam Yunior ini sempat pula melakukan klinik sepak bola di Manado ketika itu. Mulai saat itu, setidaknya setahun sekali, Ezra dan Glenn rutin mengunjungi Indonesia.

Setelah tekadnya menjadi WNI makin kentara pada 2016. Bahkan kabar soal itu mulai detail. Sport Satu, misalnya, mengabarkan cita-cita Ezra membela kesebelasan Indonesia sejak masih usia 10. Ezra mengatakan itu kepada media Ajax Showtime.

Karena niat yang makin besar, PSSI pun berusaha memantaunya. Desember 2016, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi mengaku sudah berbicara langsung dengan Ezra dan Glenn.

"Bukan kami (PSSI) yang mau naturalisasi. Tapi dia (Ezra) yang mau sendiri pulang ke Indonesia," ujar Edy dikutip Bola.net.

Dari situ segalanya jelas. PSSI dan Kemenpora berinisiatif menjadi penjamin urusan administrasi pengajuan menjadi WNI. Bahkan berkas administrasi Ezra sudah di meja Presiden Joko "Jokowi" Widodo pada Januari 2017.

Menpora Imam Nahrawi, Maret 2017, mengatakan bahwa proses Ezra menjadi WNI memang cukup cepat. Padahal alurnya sedemikian panjang.

Meja pertama adalah organisasi olahraga (PSSI), lalu lanjut ke Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Dari sana, permohonan masuk ke KONI dan Kemenpora sebelum berakhir di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Dari kemenkumham itulah surat mampir ke meja presiden. Selanjutnya Presiden perlu meminta persetujuan dari Komisi III DPR.

Di sini menpora harus bertanggung jawab dan memberi konfirmasi. Itu sebabnya pada 20 Maret 2017, Jokowi mengabulkan permohonan Ezra lewat Keputusan Presiden No. 5/PWI/Tahun 2017.

Namun Ezra dikenai syarat harus mengambil sumpah dalam waktu tiga bulan untuk melengkapi status WNI secara de jure dan de facto. Itu sebabnya kemarin Ezra dan ayahnya mengambil sumpah dan resmi menjadi WNI.

Keppres di atas membuat Ezra bisa dimainkan untuk pertama kali oleh kesebelasan U-22 ketika kalah 1-3 dari Myanmar dalam latih tanding di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, sehari setelahnya (21/3).

Kini Ezra sudah menjadi WNI. Satu hal yang akan segera dikejar adalah mempelajari bahasa Indonesia.

Sejauh ini, Ezra hanya mengenal kata salam seperti "apa kabar" dan "terima kasih". Dan dalam waktu dekat Ezra akan mengikuti pemusatan latihan kesebelasan U-22 di Bali pada 22-28 Mei.

Ezra pun menyatakan siap bekerja keras agar bisa terpilih masuk skuat pelatih Luis Milla dan diturunkan dalam dua partai latih tanding. Dua partai itu adalah menghadapi Bali United dan antara Espanyol B atau Yokohama Marinos.

Namun untuk klub, Ezra menyatakan tidak akan bermain di Liga Indonesia. Setelah kontraknya di Ajax Yunior usai pada musim ini, Ezra pun bersiap mencari klub lain meski masih tetap klub Belanda.

Adapun soal status pemain naturalisasi, Ezra pun menadi pemain ke-11. Sebelum dia, Indonesia menaturalisasi antara lain Cristian Gonzales, Greg Nwokolo, dan Pierre Bio Paulin.

Adapun pemain naturalisasi asal Belanda cukup mendominasi. Sebutlah Kim Jeffrey Kurniawan, Diego Michiels, Sergio van Dijk, Stefano Lilipaly, Jhonny van Beukering, dan Tony Cusell Lilipaly.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR