LIGA PRIMER INGGRIS

Jalur sesak posisi 3-4 Liga Inggris

Dua pemain Arsenal, Alexandre Lacazette (kiri) dan Pierre-Emerick Aubameyang merayakan gol dalam kemenangan 2-0 atas Newcastle United di Stadion Emirates, London, Inggris, Selasa (2/4/2019) dini hari WIB.
Dua pemain Arsenal, Alexandre Lacazette (kiri) dan Pierre-Emerick Aubameyang merayakan gol dalam kemenangan 2-0 atas Newcastle United di Stadion Emirates, London, Inggris, Selasa (2/4/2019) dini hari WIB. | Will Oliver /EPA-EFE

Jika posisi satu dan dua Liga Primer Inggris (EPL) sudah pasti menjadi milik antara Liverpool dan Manchester City, tidak demikian dengan urutan tiga dan empat --posisi tersisa untuk ke Liga Champions musim depan.

Bahkan posisi tiga dan empat EPL musim ini cukup sesak karena ada empat klub yang mengikuti persaingan. Mereka adalah Arsenal, Tottenham Hotspur, Manchester United (MU), dan Chelsea yang cuma dipisahkan jarak tiga poin.

Dengan total interval cuma tiga poin, tidak satu pun klub yang boleh terpeleset atau kehilangan angka jika tak mau gagal masuk empat besar. Arsenal, misalnya, berhasil melompati Tottenham --rival sesama London utara-- ke posisi tiga setelah menang 2-0 atas Newcastle United di Stadion Emirates, London, dini hari tadi (2/4/2019).

Adapun Tottenham, Minggu (31/3), kalah 1-2 di kandang Liverpool sekaligus kekalahan keempat dalam lima pertandingan belakangan. Sementara MU dan Chelsea mengintai Arsenal dan Tottenham di posisi lima-enam.

Jalur sesak posisi tiga-empat EPL ini pun menjadi penegasan ulang betapa persaingan kompetisi ini begitu ketat di Eropa --jika tak mau menyebut di dunia. Pada era 2000 hingga 2010, persaingan menuju empat besar EPL hanya diikuti oleh MU, Chelsea, Arsenal, dan Liverpool.

Namun sejak musim 2011-12, posisi empat besar bukan lagi cuma diikuti oleh empat klub di atas. Kebangkitan Manchester City dan Tottenham membuat persaingan senantiasa diikuti oleh enam klub hingga saat ini.

Bahkan pada musim 2015-16, Leicester City mampu merangsek ke empat besar dan menjadi juara kejutan. Sementara Tottenham berhasil menduduki posisi tiga di bawah Arsenal dengan perbedaan satu poin.

Bagaimana dengan kemungkinan untuk musim ini?

Mantan pemain Liverpool Jamie Carragher memprediksi Arsenal dan Chelsea akan terlempar dari empat besar alias gagal lolos ke Liga Champions. Alasannya, mereka memiliki sejumlah masalah internal.

Arsenal, misalnya, tetap menemui jalan terjal dalam tujuh laga tersisa walau tak lagi akan menghadapi sesama tim enam besar. Hambatan bagi Arsenal adalah catatan tandangnya yang relatif buruk.

"Mereka kebobolan 27 gol dalam partai tandang, sungguh catatan yang buruk. Kontras sekali dengan catatan kandang," kata Carragher dalam Metro.

Bila melongok klasemen tandang, Arsenal adalah satu-satunya dari tim enam besar yang berada di luar habitatnya, posisi 10. Sementara dari klasemen kandang, Arsenal ada di urutan ketiga.

Dan repotnya, jadwal tersisa Arsenal dalam EPL justru lebih banyak tandang --lima kali. Itu sebabnya Andy Cole, eks-pemain MU, pun sepakat bahwa Arsenal akan terlempar dari empat besar.

"Dengan performa tandangnya, saya tak yakin. Jika mereka bisa meraih poin dari tandang, mereka punya peluang. Namun, saya tak mau bertaruh untuk itu," tukas Cole.

Pelatih Arsenal, Unai Emery, pun maklum bahwa pekerjaan rumah terbesar untuk dirinya dan tim adalah bermain sama baik di kandang dan tandang.

"Tantangan kami adalah partai tandang sebab kami akan melakoni lima partai away dari tujuh laga. Tantangan kami adalah bermain konsisten seperti halnya di kandang," kata pelatih asal Spanyol itu dalam jumpa pers yang dilansir laman resmi Arsenal.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR