KOREA OPEN

Jojo, Anthony, dan Tommy melaju ke delapan besar

Jonatan Christie tengah beraksi di babak final Asian Games 2018 cabang olahraga bulu tangkis perseorangan pada Selasa (28/8/2018).
Jonatan Christie tengah beraksi di babak final Asian Games 2018 cabang olahraga bulu tangkis perseorangan pada Selasa (28/8/2018). | Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

Hasil apik ditunjukkan tunggal putra Indonesia di ajang Victor Korea Open 2018. Tiga wakil Merah-Putih yang bertanding di babak kedua kejuaraan dengan total hadiah 600.000 dolar AS tersebut, semuanya melaju mulus ke delapan besar.

Dalam pertandingan yang berlangsung di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan, Kamis (27/9/2018) kemarin, Tommy Sugiarto menjadi motor dari tunggal putra Indonesia. Ia mampu mengalahkan Daren Liew dengan skor cukup telak.

Hanya butuh waktu sekitar 32 menit bagi Tommy untuk mengalahkan jagoan Malaysia tersebut dalam dua gim, 21-15, 21-16. Ini adalah kemenangan ketiga Tommy dari Daren dari tiga pertemuan mereka sejauh ini.

Pada babak perempat final, anak dari legenda bulu tangkis Indonesia, Icuk Sugiarto, itu akan menghadapi wakil Korea Selatan, Heo Kwang Hee. Ini adalah pertemuan pertama Tommy (peringkat 14 dunia) dengan Heo (56 dunia).

Tak lama setelah Tommy memastikan satu tiket ke babak perempat final, giliran Jonatan Christie berhasil melaju delapan besar. Di babak kedua, Jonatan menang cukup mudah atas Hu Yun (Hong Kong).

Hanya butuh waktu sekira 29 menit bagi peraih emas Asian Games 2018 yang akrab disapa Jojo itu menang atas Hu, 21-12, 21-14. Dalam dua gim tersebut, mayoritas perolehan angka Jonatan selalu di atas Hu.

Dan, Jojo memang sudah menduga akan menang sejak awal. "Rekor kami (sebelum pertandingan) 5-0. Jadi, lebih percaya diri saja. Dari segi umur juga dia lebih tua, sehingga pertandingan (saya bawa) lebih ke adu fisik," ucap Jojo dalam Badmintonindonesia.org.

Di pertandingan perempat final, Jonatan akan bertemu wakil Tiongkok, Zhao Junpeng. Skor pertemuan mereka sementara imbang 1-1, dengan kemenangan untuk Jonatan di pertemuan terakhir, yakni New Zealand Open 2018.

Meski demikian, Jonatan akan mewaspadai Zhao. Musababnya, Zhao tipe pemain yang cukup langka, yakni bermain kidal. "Dia pemain bagus. Nanti saya akan diskusi lagi dengan pelatih," ucap Jonatan.

Dan, tunggal putra terakhir Indonesia yang berlaga di babak kedua turnamen dengan level BWF World Tour Super 500 tersebut adalah Anthony Sinisuka Ginting. Beda dengan Tommy dan Jonatan, juara China Open 2018 itu cukup dibuat kesulitan oleh lawannya, Wang Tzu Wei.

Butuh waktu hingga 43 menit bagi Anthony untuk mengalahkan wakil Taiwan itu dengan skor 21-18, 21-18. Saat pertama bertanding di Korea Open 2018 pada Rabu (26/9), Anthony memang sudah mengatakan sedikit lelah.

Selain itu, Wang memang bukan lawan yang cukup mudah dihadapi Anthony. Hal ini dapat dilihat dari rekor pertemuan. Sebelum Kamis (27/9) kemarin, kedua pemain telah tiga kali bertemu, dengan keunggulan 2-1 bagi Wang.

Pada babak perempat final nanti, Anthony akan bertemu wakil Taiwan lainnya, Chou Tien Chen. Secara rekor pertemuan, Anthony lebih unggul, yakni 4-2. Kemenangan terakhir Anthony terjadi di babak semifinal China Open 2018.

Namun, Chou bukan lawan mudah bagi Anthony. Dari enam pertemuan sebelumnya, empat di antaranya selalu berakhir dengan deuce. Dan, jangan lupa dengan faktor stamina, lantaran Anthony mengatakan sudah merasa lelah saat mengikuti turnamen ini.

Keberhasilan tunggal putra Indonesia Indonesia melangkah jauh di sejumlah turnamen bergengsi ini seperti jadi jawaban Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia atas pertanyaan mengenai masa depan mereka.

Maklum, prestasi nomor tersebut kalah kinclong ketimbang nomor ganda, seperti ganda putra atau ganda campuran. Kini, dengan dua gelar prestius dalam dua bulan terakhir (emas Asian Games 2018 dan China Open 2018) nampaknya tunggal putra Indonesia mulai bangkit.

Hendry Saputra adalah sosok penting di belakang prestasi tersebut. Kepala pelatih tunggal putra PBSI itulah yang telah bekerja keras menggembleng Anthony, Jonatan, hingga Ihsan Maulana Mustofa menjadi lebih baik seperti saat ini.

Sebagai catatan, Tommy Sugiarto bukanlah skuat Cipayung--sebutan markas PBSI. Dia adalah pemain profesional.

Menurut Hendry, tak ada rumus khusus untuk melatih anak asuhnya. "Yang penting ada kemauan dari atletnya sendiri," ucap Hendry. "Ini adalah akumulasi usaha dari tahun-tahun sebelumnya."

Hasil pertandingan wakil Indonesia lainnya:

Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja vs Praven Jordan/Melati Daeva Oktavianti: 21-16, 20-22, 21-13

Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani vs Vivian Hoo Yap Cheng Wen: 21-19, 19-21, 21-18

Naoko Fukuman/Kurumi Yonao vs Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta: 21-19, 20-22, 21-19

BACA JUGA