KEJUARAAN DUNIA 2019

Jojo, Anthony, dan Tommy menang mudah

Ekspresi Jonatan Christie setelah berhasil menaklukkan lawannya Rajiv Ouseph (Inggris) dengan skor 21-15, 21-19 di  St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Senin (19/8/2019).
Ekspresi Jonatan Christie setelah berhasil menaklukkan lawannya Rajiv Ouseph (Inggris) dengan skor 21-15, 21-19 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Senin (19/8/2019). | Badmintonindonesia.org /PBSI

Hari pertama Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Senin (19/8/2019), berakhir manis bagi nomor tunggal putra Indonesia. Tiga wakil yang turun, semua berakhir dengan kemenangan.

Anthony Sinisuka Ginting menjadi lokomotif dari catatan itu. Ia menjadi pemain pertama Indonesia yang turun dalam turnamen paling bergengsi pada kalender BWF 2019. Melawan Georges Julien Paul asal Mauritius, Anthony menang mudah 21-15, 21-15.

Rekan Anthony yang pemain non-pelatnas, Tommy Sugiarto, juga melaju cukup mudah dengan menaklukkan Niluka Karunaratne dari Sri Lanka, 21-18, 21-12. Tunggal putra terakhir Indonesia, Jonatan Christie, meredam Rajiv Ouseph (Inggris) 21-15, 21-19.

Lawan para wakil tunggal putra Indonesia itu memang bukan dari kalangan elite. Julien Paul, misalnya, hanya peringkat 155 rangking dunia. Pun dengan Niluka, 130 dunia.

Mungkin, lawan tersulit dialami Jojo --panggilan Jonatan. Rajiv merupakan pemain peringkat 42 dunia. Selain itu, dalam sejarah pertemuan dengan Jojo, Rajiv tidak inferior.

Dari total lima pertandingan kedua pemain --termasuk Kejuaraan Dunia 2019-- Jojo berhasil membukukan kemenangan 3 kali. Sisanya, milik Rajiv.

Ada alasan mengapa catatan kedua pemain cukup ketat, meski Jojo kini menempati peringkat 4 dunia. Pengalaman, tinggi tubuh, dan kekuatan Rajiv bisa dibilang tak semenjana.

Menginjak usia 32 tahun, Rajiv merupakan pemain berpostur menjulang yang kaya pengalaman. Dalam catatan resmi BWF, Rajiv pernah melawan pemain legendaris macam Taufik Hidayat atau Peter Gade.

"Terakhir lawan Rajiv itu di Denmark tahun 2017, saat itu saya kalah," ucap Jojo dalam Badmintonindonesia.org. "Dari situ saya berpikir supaya hal tersebut tidak terulang, saya bermain lebih menyerang."

Pada babak kedua, Jojo akan berhadapan dengan Kwang Hee Heo (Korea). Laga kali ini memiliki tantangan tersendiri buat Jojo karena belum pernah menang atas dari Heo dalam tiga pertemuan.

"Saya ingin fokus satu demi satu dulu dengan menerapkan strategi yang tepat," ucap Jojo. Sedangkan di babak kedua, Anthony masih menunggu calon lawannya antara Raul Must (Estonia) atau Toby Penty (Inggris).

"(Pada pertandingan ini) mungkin saya nggak terlalu capek. Tapi tetap harus recovery lagi. Sama diingat lagi apa yang tadi masih belum enak di lapangan," kata Anthony. Sedangkan Tommy akan ditantang Jan O Jorgensen (Denmark).

Kecewa ganda putri

Pada hari pertama, wakil Indonesia yang turun bukan hanya tunggal putra. Demikian pula dengan ganda campuran dan putri. Namun, belum semua kedua nomor itu dipertandingkan alias baru beberapa.

Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, ganda campuran masa depan Indonesia, berhasil melangkah ke babak kedua Kejuaraan Dunia 2019 setelah menang atas Marvin Seidel/Linda Efler (Jerman), dalam dua gim langsung, 21-19, 21-14.

Satu wakil Indonesia lainnya, Jauza Fadhila Sugiarto/Yulfira Barkah, harus mengakui keunggulan lawannya asal Thailand, Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai, 14-21, 15-21.

Hasil ini membuat kepala pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian, kecewa. Pasalnya, Fadhila/Yulfira tidak mampu mengeluarkan penampilan terbaiknya. "Mereka tidak bisa menerapkan pola. Seharusnya penampilan mereka bisa lebih dari ini," ucap Eng.

Pada hari kedua, Selasa (20/8) ini, tiga tunggal putra Indonesia tadi dan Rinov/Pitha, akan kembali bermain. Sedangkan nomor andalan Indonesia, ganda putra, akan bermain pada Rabu (21/8).

Dan, seperti biasa, untuk kejuaraan kali ini PBSI hanya menetapkan satu target juara saja. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon atau The Daddies, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, menjadi tulang punggungnya.

"Targetnya satu gelar dulu, dari sektor mana saja. Peluang paling besar memang ada di ganda putra," ujar Susi Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR