NEW ZEALAND OPEN 2019

Jojo dan Hendra/Ahsan juara di Selandia Baru

Ilustrasi: Jonatan Christie saat melawan Chen Long di semifinal  Malaysia Open 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia (6/4/2019).
Ilustrasi: Jonatan Christie saat melawan Chen Long di semifinal Malaysia Open 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia (6/4/2019). | Ahmad Yusni /EPA-EFE

Jonatan "Jojo" Christie boleh bernapas lega. Setelah merebut medali emas Asian Games 2018 di Jakarta, ia telah melewati 15 turnamen tanpa sekalipun merebut gelar juara. Pada upaya ke-16, Jojo akhirnya berhasil dengan menjuarai Barfoot & Thompson New Zealand Open 2019, Minggu (5/5/2019).

Ini adalah gelar juara pertama yang berhasil didapat pebulu tangkis berusia 21 tahun itu sepanjang kariernya mengikuti rangkaian turnamen HSBC BWF World Tour. New Zealand Open adalah turnamen kategori Super 300 dengan total hadiah uang 150.000 dolar AS (Rp2,13 miliar).

Pada final di Stadion Eventfinda, Auckland, Jojo mengalahkan atlet Hong Kong, Ng Ka Long Angus, dua set langsung, 21-12, 21-13. Ini merupakan kemenangan ketiga Jojo atas Angus dalam tujuh pertemuan mereka. Uniknya, gelar internasional pertama Jojo, Swiss International 2014, diperoleh dengan menundukkan Angus di final.

Auckland tampaknya menjadi tempat yang cocok bagi Jonatan. Tahun lalu ia juga berhasil lolos ke final, tetapi dikalahkan oleh pemain veteran Tiongkok, Lin Dan.

Keruan kemenangan tersebut membuat Jojo amat gembira dan berharap bisa menjadi awal dari rentetan gelar berikutnya di BWF World Tour.

"Saya sangat gembira karena untuk pertama kalinya saya menjuarai BWF World Tour tingkat 300. Berikutnya saya berharap bisa menjadi juara juga pada tingkat 500, 750, dan mungkin 1.000," ujar Jojo dalam situs resmi New Zealand Open.

Kunci kemenangan hari itu, menurutnya, adalah bermain dengan sepenuh hati dan tanpa beban. Selain itu, tambah Jojo, ia melihat Angus kesulitan bergerak di lapangan dan ia memanfaatkan kelemahan lawan itu dengan baik.

"Saya melihat kondisi kaki lawan sepertinya tidak enak kalau dilari-lariin. Jadi saya sengaja membuat dia lari ke sudut lapangan, mungkin ini yang bikin dia gak enak mainnya," papar jojo kepada BadmintonIndonesia.org.

"Saya juga nggak mau buru-buru menyerang, karena kalau di-smash terus, pertahanannya bagus, makanya saya coba chop silang kiri-kanan, depan-belakang."

Hal lain yang memperkuat fokusnya pada pertandingan tersebut adalah keinginan untuk tampil di Olimpiade Tokyo 2020. New Zealand Open adalah turnamen pertama masuk yang masuk periode kualifikasi Olimpiade, yaitu 29 April 2019-26 April 2020, serta masuk peringkat dunia yang dirilis pada 30 April 2020.

Kuota untuk nomor tunggal Olimpiade bagi tiap negara adalah 2 atlet jika keduanya masuk peringkat 16 besar dunia. Jojo saat ini menempati peringkat ke-9 dunia, di bawah rekannya, Anthony Sinisuka Ginting, yang berada di peringkat ke-7. Satu lagi pebulu tangkis Indonesia yang ada di 16 besar dunia adalah peringkat ke-13, Tommy Sugiarto.

Jojo harus konsisten dalam performa terbaik agar bisa bersaing dengan kedua pemain tersebut dan mengamankan posisinya di Tokyo 2020.

"Saya amat ingin lolos ke Olimpiade Tokyo tahun depan. Ini adalah awal kualifikasi yang baik bagi saya," ujarnya.

"Saya bahagia di sini, saya sangat menikmati Selandia Baru dan tahun depan, mungkin saya akan kembali lagi."

Setelah Jojo, pada laga terakhir final, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan merebut trofi kedua mereka tahun ini setelah menjuarai All England pada Maret lalu.

Duo Daddies sempat kalah pada gim pertama melawan unggulan ke-3 dari Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Namun Hendra/Ahsan bangkit untuk kemudian menang 20-22, 21-15, 21-17, dalam waktu 67 menit.

Sama seperti Jojo, sejak awal tahun lalu ganda gaek Indonesia tersebut telah mencanangkan tekad untuk bisa lolos kualifikasi Olimpiade 2020. Mereka masih penasaran dengan ajang tersebut karena kalah pada babak penyisihan grup di Rio de Janeiro 2016.

Satu lagi wakil Indonesia di final New Zealand Open adalah ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Mereka ditundukkan unggulan kedua dari Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 14-21, 21-16, 27-29, setelah bertarung selama 84 menit.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR