MALAYSIA OPEN 2019

Jojo, Fajar/Rian tersungkur di semifinal

Fajar Alfian (kiri) dan Muhammad Rian Ardianto saat menghadapi Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang pada semifinal Malaysia Open di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Sabtu (6/4/2019). Fajar/Rian kalah.
Fajar Alfian (kiri) dan Muhammad Rian Ardianto saat menghadapi Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang pada semifinal Malaysia Open di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Sabtu (6/4/2019). Fajar/Rian kalah. | Ahmad Yusni /EPA-EFE

Untuk tahun kedua beruntun, takkan ada pebulu tangkis Indonesia yang mengangkat piala di Malaysia Open. Dua wakil yang tersisa tergusur pada partai semifinal yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Sabtu (6/4/2019).

Jonatan Christie tak bisa mengulangi performa hebatnya saat menaklukkan unggulan pertama Kento Momota di babak perdelapan final, kemudian menyingkirkan mantan tunggal putra no. 1 dunia di perempat final.

Sempat menang pada gim pertama, tunggal putra Indonesia itu harus mengakui keunggulan Chen Long dari Tiongkok, 21-12, 10-21, 15-21, di semifinal. Impian untuk lolos ke final turnamen BWF World Tour Super 750 itupun kandas.

Kekalahan tersebut terasa seperti deja vu bagi pemain Indonesia yang akrab disapa Jojo itu. Pada tahun 2016, ia dan Chen Long juga bertemu di semifinal Malaysia Open. Jojo juga sempat menang pada gim pertama, tapi lalu kalah 21-8, 19-21, 14-21.

Dengan demikian, Jojo belum pernah bisa menaklukkan Chen Long dalam tujuh pertemuan sejak Piala Sudirman 2015.

“Sudah saya perkirakan kalau berhadapan dengan Chen Long tidak akan mudah. Head to head saya juga ketinggalan jauh. Tapi saya sudah mencoba melakukan yang terbaik,” ujar Jonatan dalam Badmintonindonesia.org.

"Chen Long sudah lebih percaya diri untuk menghadapi saya. Kemudian saya rasa dia jauh lebih tenang dibanding Viktor Axelsen kemarin. Saat saya bermain cepat dia bisa mengimbangi permainan saya. Jadi beberapa kali pola saya cukup patah di tangan Chen Long,” sambungnya.

Walau kalah, Jojo menyatakan bahwa secara keseluruhan ia puas dengan penampilannya di Malaysia Open, meski mengakui bahwa hasil yang didapatnya belum maksimal.

Chen Long memuji perlawanan Jonatan yang membuatnya sempat kewalahan sehingga pertarungan harus berlangsung tiga gim dan menghabiskan waktu lebih dari satu jam.

"Saya pernah bermain melawan Jonatan beberapa kali, ia adalah pemain yang bagus dan tidak mudah menyerah," kata Chen, juara Olimpiade Rio 2016. "Pertandingan ini lebih berat ketimbang kemarin dan saya harus bermain lebih dari sejam. Ini melelahkan."

Jonatan Christie dikalahkan Chen Long pada semifinal tunggal putra Malaysia Open 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur (6/4/2019).
Jonatan Christie dikalahkan Chen Long pada semifinal tunggal putra Malaysia Open 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur (6/4/2019). | Ahmad Yusni /EPA-EFE

Pada final, Minggu (7/4), unggulan keempat itu akan berhadapan dengan rekan senegaranya Lin Dan, yang juga bertarung lebih dari sejam untuk menaklukkan unggulan kedua Shi Yuqi, juga dari Tiongkok, 21-19, 16-21, 21-12.

Chen Long dan Lin Dan sama-sama pernah sekali menjuarai turnamen berhadiah total 700.000 dolar AS ini, masing-masing pada 2015 dan 2017.

Kemudian, wakil terakhir Indonesia, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga gagal melangkah ke final. Mereka ditundukkan unggulan ketiga dari Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, 21-13, 22-20 dalam 39 menit.

"Kami kalah tekanan, power mereka benar-benar kencang. Jadi kami ketekan terus, susah keluar dari tekanan,” kata Fajar.

Rian membenarkan pernyataan pasangannya tersebut, seraya menambahkan bahwa tenaga mereka berdua tak sebaik saat berlaga di perempat final.

Dengan demikian, untuk dua tahun beruntun, tak ada wakil Indonesia bertanding pada final Malaysia Open.

Kalau Indonesia terpuruk, Tiongkok menunjukkan prestasi gemilang di Kuala Lumpur. Selain tunggal putra, terjadi juga all-Chinese finals pada nomor ganda putri dan ganda campuran.

Pada ganda campuran, unggulan teratas Zheng Siwei/Huang Yaqiong akan menghadapi unggulan kedua Wang Yilyu/Huang Dongping. Sementara pada ganda putri berhadapan Chen Qingchen/Jia Yifan versus Du Yue/Li Yunhui.

Dengan demikian, tiga gelar juara sudah bisa dipastikan dibawa pulang pemain Tiongkok. Gelar itu bisa bertambah menjadi empat karena ada satu lagi wakil Tiongkok di final nomor ganda putra. Li Junhui/Liu Yuchen akan melawan unggulan ketiga dari Jepang, Kamura/Sonoda.

Satu-satunya final tanpa pemain Tiongkok adalah tunggal putri. Pemain no. 1 dunia, Tai Tzu Ying dari Taiwan akan berhadapan dengan Akane Yamaguchi dari Jepang. Tai mengincar gelar keempat di Malaysia setelah menjadi juara pada 2013, 2017, dan 2018.

"Saya selalu bermain bagus di Malaysia karena saya merasa senang di sini dan penonton selalu mendukung saya. Rasanya seperti bermain di rumah saja," kata Tai Tzu Ying dalam situs resmi BWF.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR