KEJUARAAN DUNIA 2019

Jojo tumpuan tunggal putra raih medali

Ekspresi Jojo setelah berhasil mengalahkan Heo Kwang Hee di babak kedua Kejuaraan Dunia 2019, pada Selasa (20/8/2019).
Ekspresi Jojo setelah berhasil mengalahkan Heo Kwang Hee di babak kedua Kejuaraan Dunia 2019, pada Selasa (20/8/2019). | Badmintonindonesia.org /PBSI

Jonatan "Jojo" Christie belum berhenti membuat kejutan di beberapa turnamen terakhir yang ia ikuti. Dua bulan lalu, ia menjuarai Australia Open, diikuti perempat finalis Indonesia Open, dan akhir Juli menjadi finalis Japan Open.

Dan kini, Jojo mencatat sejarah dalam karier bulu tangkisnya. Ia berhasil menginjak babak perempat final Kejuaraan Dunia 2019 di Basel, Swiss.

Bertanding di babak 16 besar melawan jagoan Denmark, Jan O Jorgensen, di St. Jakobshalle Basel, Jojo menang dua gim langsung, 21-12, 21-16. Hasil ini sekaligus memberi jarak pada rekor pertemuan kedua pemain menjadi 3-2 untuk Jojo.

"Di gim pertama saya bisa menerapkan strategi dengan tepat dan pas. Namun di awal gim kedua tempo permainan saya sempat turun, dan itu dimanfaatkan Jorgensen," kata Jojo dalam Badmintonindonesia.org.

Kemenangan ini sedikit membuat puas Jojo. Maklum, Jorgensen bukan pemain kacangan, meski usianya sudah menginjak kepala tiga. Jorgensen pernah menjadi penghuni papan atas peringkat dunia nomor tunggal putra.

Sejak akhir 2013 hingga pertengahan 2017, posisinya stabil di tiga besar dunia --pernah sedikit turun menjadi enam dunia pada April dan November 2016. Sayang, sejak pertengahan 2017, ia harus bolak-balik berkutat dengan cedera tumit kanannya.

Walhasil, posisinya sempat melorot hingga ke 85 dunia pada April 2018. Kini, Jorgensen yang menduduki peringkat 20 dunia mulai merangkak ke "habitat" aslinya di peringkat atas.

Di lain sisi, Jojo tengah menunjukkan tren positif dalam karier bulu tangkisnya. Ia selalu berhasil menjadi tumpuan tunggal putra untuk meraih hasil apik di tengah penurunan performa sang partner, Anthony Sinisuka Ginting.

"Puji Tuhan, untuk pertama kalinya menginjak delapan besar Kejuaraan Dunia. Tapi cukup disayangkan tadi Anthony kalah. Kalau dia menang setidaknya satu medali untuk Indonesia sudah aman dari tunggal putra," kata Jojo.

Sebelum pertandingan Jojo vs. Jorgensen berlangsung, andalan Indonesia lainnya, Anthony memang harus angkat koper. Musababnya, ia ditundukkan Sai Praneeth (India) dalam dua gim langsung, 19-21, 13-21.

"Setelah ini saya akan diskusi lagi sama pelatih. Hasil turnamen ini banyak yang harus dievaluasi dan diperbaiki," ucap pemain yang tahun ini belum sekali pun mendapat medali juara dari 11 turnamen individual yang telah diikuti.

Sedangkan pada nomor tunggal putri, satu-satunya harapan Indonesia juga kandas di babak 16 besar. Dia adalah Gregoria Mariska Tunjung yang tunduk di tangan peringkat enam dunia, Ratchanok Intanon (Thailand).

Meski kalah, ada kepuasan tersendiri bagi Gregoria. Ia tidak kalah dengan mudah dan Intanon kudu mengeluarkan semua kemampuannya untuk menang 18-21 23-21 21-10.

Perjuangan Gregoria ini diakui oleh Intanon. "Dia bermain sangat bagus dan saya sangat khawatir. Dia selalu menekan tiap ada kesempatan dan saya hanya bereaksi membalas. Saya hanya berusaha dan mencoba tenang," ucap Intanon dalam laman resmi BWF.

Ganda putra (masih) menjadi harapan

Di sektor dobel, nomor ganda putra memiliki peluang besar untuk menjaga asa mengamankan satu gelar dari Kejuaraan Dunia 2019. Pasalnya, di nomor tersebut, Indonesia berhasil mengirimkan dua wakilnya.

Mereka adalah Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Ahsan/Hendra berhasil menundukkan Alexander Dunn/Adam Hall (Skotlandia) dengan skor 21-19, 21-16.

Sedangkan Fajar/Rian meredam unggulan 14 kejuaraan asal Malaysia, Goh V. Shem/Tan Wee Kiong dengan skor 21-23, 21-11, 21-11.

Pada babak perempat final, Hendra/Ahsan akan berjumpa dengan wakil Taiwan, Liao Min Chun/Su Ching Heng. Untuk Fajar/Rian, mereka akan bersua dengan ganda yang mengalahkan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Choi Solgyu/Seo Seung Jae (Korea Selatan).

"Buat besok lebih siap lagi, lebih fokus lagi," kata Hendra.

Satu wakil Indonesia lainnya di kategori ganda yang berhasil melaju ke babak perempat final datang dari Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Ganda putri Indonesia tersebut berhasil melaju dengan menyisihkan Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva (Bulgaria) dua gim langsung, 21-19, 21-16.

Selanjutnya di babak perempat final, pasangan rangking lima dunia ini akan berhadapan dengan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (Tiongkok). Pertemuan terakhir keduanya terjadi di Australian Open 2019. Saat itu Greysia/Apriyani kalah 13-21, 21-14, 18-21.

"Enjoy aja. Disiapkan lagi pikirannya, istirahatnya, recovery lagi. Disiapkan semuanya, karena kami mau menang. Tapi tetap enjoy dan step by step," kata Apriyani.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR