BULU TANGKIS

Jojo yang tengah ''on fire'' juara di Australia

Ilustrasi: Jonatan Christie saat bertanding di Malaysia Open 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia (6/4/2019).
Ilustrasi: Jonatan Christie saat bertanding di Malaysia Open 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia (6/4/2019). | Ahmad Yusni /EPA-EFE

Jonatan "Jojo" Christie tengah dalam performa yang amat baik, alias "on fire". Pada Minggu (9/6/2019) di Sydney, ia menjuarai Australian Open, mengalahkan rekan senegaranya, Anthony Sinisuka Ginting, dalam final tunggal putra.

Setelah melalui 15 turnamen tanpa satupun gelar juara sejak medali emas Asian Games 2018, ia dua kali merebut trofi dalam sebulan terakhir. Bumi bagian selatan jadi kawasan peruntungan Jojo. Sebelum berjaya di Australian Open, ia mengangkat piala New Zealand Open pada 5 Mei lalu.

Walau kedua turnamen tersebut "hanya" berkategori BWF World Tour Super 300--di atasnya masih ada Super 500, 750, dan 1000--namun pencapaian Jojo, terutama di Australia, tetap tergolong luar biasa. Apalagi, poin yang didapat bisa membantunya lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

Dompet Jojo juga bertambah tebal 11.250 dolar AS (Rp160 juta), hadiah bagi juara tunggal putra di turnamen berhadiah total 150.000 dolar tersebut.

Ditempatkan sebagai unggulan ketiga, Jojo mengawali Australian Open dengan menyingkirkan juara bertahan Lu Guangzu dari Tiongkok. Kemudian, pada perempat final, Jojo menundukkan legenda Tiongkok Lin Dan.

Masuk semifinal, peringkat ke-8 dunia itu bertemu dengan unggulan teratas dan peringkat keempat dunia, Chou Tien Chen. Jojo berhasil menaklukkan pebulu tangkis Taiwan itu rubber game 22-20, 13-21, 21-16 dalam 69 menit.

Anthony, rekannya di Pelatnas Cipayung, jadi lawan terakhir. Ini adalah kali kedua mereka bertemu di final sebuah turnamen setelah Korea Open 2017. Saat itu Anthony keluar sebagai pemenang.

Tidak kali ini. Meski butuh tiga gim dan 67 menit, Jojo mengalahkan Anthony 21-17, 13-21, 21-14. Rekor pertemuan mereka pun menjadi 3-2 untuk Jonatan.

“Kami sudah sama-sama tahu permainan masing-masing. Saya pribadi merasa tadi fighting spirit-nya, semangatnya, tidak mau kalah. Kedua, fokusnya, bagaimana diterapkan ke permainan,” kata Jonatan kepada Badmintonindonesia.org.

Pada gim kedua, ia menyatakan permainannya mengendur sehingga kalah walau sempat memimpin perolehan poin. Tak mau mengulangi kesalahan yang sama, Jojo langsung menggebrak sejak awal set ketiga. Kemenangan pun diperoleh.

Namun atlet berusia 24 tahun itu tak mau terlalu larut dalam kemenangan. Jonatan menatap ke depan dan akan langsung bersiap menghadapi Indonesia Open 2019, turnamen kelas Super 1000 di Jakarta, 16-21 Juli.

Mengenai performanya yang tengah berada di puncak, pemain kelahiran Jakarta ini menyatakan bahwa kini ia lebih menikmati setiap pertandingan. Kepercayaan terhadap kemampuan dirinya pun semakin tinggi.

"Percaya dengan apapun yang sudah kita lakukan, percaya dengan apa yang akan kita lakukan dan percaya dengan yang sedang kita lakukan saat ini. Ini maknanya besar sekali untuk saya," pungkas Jonatan Christie.

Mengingat usia, sudah saatnya Jonatan membuktikan bahwa dia bisa juga berprestasi di turnamen berkelas lebih tinggi. Apalagi ia pernah mengalahkan peringkat tiga besar dunia--Kento Momota, Viktor Axelsen, dan Shi Yuqi. Indonesia Open bisa menjadi awal pembuktian diri tersebut.

Sementara itu, ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti gagal menambah gelar bagi Indonesia. Mereka kalah 15-21, 8-21 dari unggulan pertama asal Tiongkok, Wang Yilyu/Huang Dongping.

Kekalahan tersebut membuat rekor pertemuan kedua pasangan tersebut menjadi 5-0 untuk keunggulan Wang/Huang.

Bagi Praveen/Melati, untuk ketiga kali sepanjang tahun 2019 ini mereka harus puas berdiri di posisi runner up. Sebelumnya mereka juga kalah di final India Open dan New Zealand Open. Sejak menjuarai Korea Open 2017, mereka belum pernah lagi merasakan gelar juara.

Hasil final Australian Open 2019 (berdasarkan urutan jadwal pertandingan):

Ganda putri
Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang, unggulan ke-2) mengalahkan Chen Qingchen/Jia Yifan (Tiongkok, 3), 21-10, 21-16

Ganda putra
Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol (Korea Selatan) mengalahkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang, 1), 21-11, 21-17

Tunggal putri
Chen Yufei (Tiongkok, 2) mengalahkan Nozomi Okuhara (Jepang, 1), 21-15, 21-3

Tunggal putra
Jonatan Christie
(Indonesia, 3) mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia, 2), 21-17, 13-21, 21-14

Ganda campuran
Wang Yilyu/Huang Dongping (Tiongkok, 1) mengalahkan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (Indonesia, 6), 21-15, 21-8

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR