PIALA LIGA INGGRIS

Juan Mata patut jadi andalan MU

Reaksi gelandang Manchester United Juan Mata usai mencetak gol kemenangan 1-0 atas Manchester City di Old Trafford, Manchester, Kamis dini hari WIB (27/10/2016).
Reaksi gelandang Manchester United Juan Mata usai mencetak gol kemenangan 1-0 atas Manchester City di Old Trafford, Manchester, Kamis dini hari WIB (27/10/2016). | Dave Thompson /AP Photo

Gelandang Juan Mata menjadi bintang lapangan Manchester United (MU) setelah gol tunggalnya mengalahkan Manchester City dalam laga sekota di Old Trafford, Kamis dini hari WIB (7/10/2016).

Itulah gol ke-29 Mata sejak direkrut MU dari Chelsea pada Januari 2014. Menurut catatan Sky Sports, pada durasi itu hanya Wayne Rooney yang menyumbang gol lebih banyak dari Mata--38 gol.

Permainan Mata sekarang boleh jadi tidak seagresif ketika masih di Chelsea (2011-2014) atau di Valencia (2007-2011). Tapi sumbangsihnya pada permainan MU sulit ditampik.

Saat meladeni City dalam laga perdelapan final Piala Liga Inggris (EFL Cup) tadi, pemain asal Spanyol itu diplot di sisi kanan serangan. Tapi mengakomodasi pergerakan tanpa batas Paul Pogba, Mata lebih banyak bergerak vertikal di tengah.

Pergerakan Mata persis di depan gelandang bertahan Michael Carrick atau Ander Herrera dan di belakang penyerang Zlatan Ibrahimovic. Tapi pemain berusia 28 itu menjadi penghubung yang relatif sempurna antar lini di tengah lapangan.

Kebetulan serangan MU didominasi permainan sayap, baik di kiri maupun kanan. Pogba, Ibrahimovic, dan Marcus Rashford secara dinamis bergerak ke sayap. Sedangkan posisi tengah diisi Mata, Carrick, dan Herrera.

Tidak heran gol Mata pada menit 54 datang melalui proses serangan melalui lebar lapangan. Ibrahimovic menggiring bola ke sisi kanan pertahanan City sehingga membuka ruang di tengah kotak penalti.

Bola silang pemain berusia 34 itu berusaha dijemput Herrera, namun bola terus meluncur dan disambut Mata yang bergerak dari tengah tanpa kawalan dengan tembakan menyusur tanah ke pojok kanan gawang Wilfredo Caballero.

Seusai pertandingan, Mata yang menjadi pemain terbaik (man of the match) mengatakan ini kemenangan penting. Bukan soal membalas kekalahan 1-2dari City di Liga Inggris pada 10 September lalu.

"Gol kemenangan menandakan kebangkitan kami setelah kalah telak (0-4 dari Chelsea). Ini menunjukkan jika kami fokus 100 persen, kami bisa mengalahkan kesebelasan bagus," sahut Mata yang pindah ke MU lantaran dibuang Mourinho yang ketika itu melatih Chelsea.

Dengan gol pada penampilan ke-100-nya bersama MU, Mata patut menjadi andalan baru. Catatan Squawka mengungkapkan MU tak pernah kalah, hanya sekali imbang, ketika Mata tampil sejak menit awal (starter) dalam enam pertandingan domestik.

Dalam kurun itu, MU mencetak 12 gol dan kemasukan tiga gol.

Berbeda dengan pertemuan pertama di tempat yang sama tapi di kompetisi berbeda, Mourinho menurunkan susunan pemain yang lebih mahir bermain secara kolektif, terutama di tengah.

Mourinho kelihatan belajar dari kesalahan pemilihan pemain seperti disampaikan pasca-kalah dari City pada September. Tidak ada Henrikh Mkhytarian dan Jesse Lingard sejak menit pertama. Pemain yang disebut belakangan baru tampil sebagai pengganti Rashford pada menit 82.

Tidak mengandalkan keterampilan individu bisa terlihat dalam statistik Mata. Sebelum digantikan Morgan Schneiderlin pada menit 73, Mata "hanya" melakukan 52 sentuhan bola dan mengoper 44 kali dengan akurasi 84 persen.

MU kali ini belum benar-benar menjanjikan, tapi ada keseimbangan antara serangan dan pertahanan. Jangan lupakan pula peran Ibrahimovic, dengan pengalamannya yang segudang, tetap tenang dan mampu mengendalikan bola hingga momen krusial.

"Anak-anak tampil bagus, tidak fenomenal tapi bagus. Semangat, upaya, dan solidaritasnya fenomenal. Minimal ini persembahan untuk suporter," ujar Mourinho dalam laman resmi MU.

Pada perempat final mulai 28 November nanti, MU akan menjamu West Ham United yang menyisihkan Chelsea 2-1. Artinya MU terhindar dari pertemuan dengan sesama tim besar lantaran Arsenal akan bertemu Southampton dan Liverpool bakal ditantang Leeds United.

City dalam krisis

Di sisi lain, kekalahan bagi City memberi rekor baru bagi pelatih Pep Guardiola. Untuk pertama kali dalam kariernya, Pep tak pernah menang enam kali beruntun di semua ajang (imbang 3, kalah 3).

Krisis boleh jadi tak terlampau kentara karena City masih memimpin klasemen Liga Inggris. Tapi mereka berada di puncak klasemen hanya karena punya selisih gol lebih baik dibanding Arsenal dan Liverpool.

Guardiola kepada Sky Sports mengatakan tetap bangga pada para pemainnya kendati kalah. Pelatih berusia 45 ini juga senang melihat permainan bek kanan berusia 19, Pablo Maffeo.

"Maffeo bermain hebat, bertarung dengan Rashford dan Pogba. Dia juga nyaris memenangi seluruh duel. Saya bangga dan kami gembira," kata pelatih asal Catalan, Spanyol, itu.

Sementara soal enam kekalahan beruntun setelah sempat menang 10 kali pada awal kompetisi, Guardiola mengaku akan fokus menganalisisnya. Untuk sementara dia belum tahu mengapa ini terjadi.

"Seperti halnya kami menang 10 pertandingan beruntun, setiap pertandingan berbeda. Saya perlu menganalisisnya. Setiap tim pernah meraih rentetan hasil bagus dan hasil buruk.

"Tapi yang aneh bagi saya, ini terjadi setelah tujuh tahun menjadi pelatih. Anda bisa lihat kesebelasan saya, 11 pemain berlari dan bertarung. Kami harus menang lagi dan kesempatan itu ada pada Sabtu (versus West Bromwich Albion)," tukas Guardiola dalam jumpa pers yang dilansir ESPNFC.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR