PRANCIS TERBUKA 2018

Juara bertahan tunggal putri langsung tersingkir

Juara bertahan tunggal putri Prancis Terbuka Jelena Ostapenko tersingkir pada babak pertama turnamen Grand Slam tersebut, Minggu (27/5/2018).
Juara bertahan tunggal putri Prancis Terbuka Jelena Ostapenko tersingkir pada babak pertama turnamen Grand Slam tersebut, Minggu (27/5/2018). | Guillaume Horcajuelo /EPA

Pada dua penyelenggaraan Grand Slam Prancis Terbuka berturut-turut, Jelena Ostapenko tampil mengejutkan, baik dalam arti positif maupun negatif.

Tahun lalu di Roland Garros, petenis berusia 20 tahun asal Latvia tersebut, yang saat itu berstatus non-unggulan, mengangkat trofi tunggal putri dengan serangkaian rekor yang menyertainya. Salah satunya, menjadi petenis Latvia pertama yang menjuarai Grand Slam.

Trofi tersebut juga menjadi yang perdana bagi Ostapenko, yang baru memulai karier profesionalnya pada tahun 2014.

Hanya berselang setahun, nasib buruk menimpanya. Ostapenko, kali ini menempati unggulan ke-5, langsung tersingkir pada babak pembuka Prancis Terbuka. Ia ditaklukkan peringkat ke-67 WTA, Kateryna Kozlova, 57-, 3-6, Minggu (27/5/2018).

Ostapenko menjadi juara bertahan Prancis Terbuka kedua yang langsung tersingkir pada babak pertama. Petenis putri pertama yang mengalaminya adalah Anastasia Myskina, juara 2004 yang disingkirkan Maria Sanchez Lorenzo pada babak pertama 2005.

"Saya pikir ini adalah hari kerja terburuk bagi saya," kata Ostapenko, dikutip CNN, usai pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 34 menit tersebut.

Pada pertandingan tersebut, ia mengakui hanya bisa mengeluarkan 20 persen kemampuannya, melakukan banyak unforced error (48 kali), dan double fault (13).

"Saya merasa seperti bukan diri saya sendiri yang bermain di lapangan tadi," keluhnya.

Bagi Kozlova, ini bukan kemenangan pertamanya atas Ostapenko. Bahkan sebelum pertemuan di Roland Garros, ia memiliki rekor 2-0 atas sang juara bertahan.

Walau demikian, kemenangan di sebuah turnamen Grand Slam atas sang juara bertahan, tetap terasa mengejutkan dan luar biasa. Apalagi, Kozlova sebelumnya tak yakin bisa berangkat ke Paris.

"Saya tak berharap apapun dari pertandingan itu," kata petenis asal Ukraina itu. "Saya hanya ingin menikmati setiap momen di lapangan karena, sebelumnya, saya tak yakin apakah bisa bermain di Prancis Terbuka."

Ia bercerita lututnya cedera saat berlaga di Indian Wells, Amerika Serikat, pada Maret lalu. Bahkan ia nyaris harus menjalani operasi.

"Untungnya saya bertemu dengan ahli fisioterapi yang amat hebat. Saya kemudian menjalani rehabilitasi di Tenerife dan mereka bekerja dengan luar biasa. Setelah dua bulan, saya bisa bermain lagi. Jadi kami menghindari pembedahan. Itu hal penting," paparnya.

Pada babak kedua ia akan berhadapan dengan pemenang pertandingan antara Katerina Siniakova melawan mantan petenis putri no. 1 dunia, Victoria Azarenka.

Petenis Tiongkok singkirkan Venus Williams

Petenis unggulan ke-91 dari Tiongkok, Qiang Wang, menyingkirkan unggulan ke-9 Venus Williams pada babak pertama Prancis Terbuka di Paris, Minggu (27/5/2018).
Petenis unggulan ke-91 dari Tiongkok, Qiang Wang, menyingkirkan unggulan ke-9 Venus Williams pada babak pertama Prancis Terbuka di Paris, Minggu (27/5/2018). | Christophe Petit Tesson /EPA

Kekalahan Ostapenko bukan satu-satunya kejutan di tunggal putri Prancis Terbuka. Hasil mengejutkan lainnya terjadi ketika Venus Williams, juara tahun 2002, ditundukkan atlet Tiongkok, Qiang Wang, 4-6, 5-7.

"Tak ada orang yang merencanakan ini. Pada saat ini, saya perlu melihat ke depan," kata Williams, dikutip ESPN, usai pertandingan.

Dalam usia 37 tahun, unggulan ke-9 itu adalah petenis tertua yang pernah bermain di Prancis Terbuka. Kekalahan tersebut menjadi kekalahan kedua pada babak pertama turnamen Grand Slam yang dialaminya setelah disingkirkan di Australia Terbuka 2018 oleh Belinda Bencic pada Januari lalu.

Setelah mengalami musim 2017 yang menggembirakan, ketika ia lolos hingga final Australia Terbuka dan AS Terbuka, Williams untuk pertama kalinya dua kali beruntun kalah pada babak pertama sebuah turnamen Grand Slam sejak 1997.

Wang, yang dikalahkan Williams pada babak pertama di Roland Garros tahun lalu, menyatakan tak berharap banyak dalam pertandingan tersebut, bahkan siap kalah.

"Saya hanya mencoba yang terbaik dan fokus ke lapangan," kata petenis peringkat ke-91 dunia tersebut, dinukil Tennis.

"Saya baru bermain di permukaan tanah liat tahun lalu. Saya pikir saya bermain dengan amat baik," lanjutnya.

Selanjutnya Wang akan berhadapan dengan Petra Matric, yang menundukkan petenis Tiongkok lainnya, Yafan Wang, 6-2, 6-3.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR