LIGA 1 INDONESIA

Jumlah gol meningkat, trio tim promosi curi perhatian

Penyerang David Da Silva (dua kiri) menjadi pemain tertajam sementara untuk Persebaya dan salah seorang top scorer Liga 1 Go-Jek 2018.
Penyerang David Da Silva (dua kiri) menjadi pemain tertajam sementara untuk Persebaya dan salah seorang top scorer Liga 1 Go-Jek 2018. | M. Risyal Hidayat /Antara Foto

Meski masih dibayangi dua isu klasik nan abadi; kericuhan suporter dan keterlambatan gaji, Liga 1 Go-Jek musim 2018 mencatat peningkatan kuantitas. Saat kompetisi musim 2018 baru seumur jagung, empat pekan berjalan, jumlah gol justru meningkat dibanding periode sama musim 2017.

Selama empat pekan awal, Liga 1 sudah menjaring 93 gol. Sementara pada periode sama 2017, produktivitas "cuma" mencapai 84 gol. Ini peningkatan yang cukup signifikan.

Periode terciptanya gol pun berbeda 180 derajat. Pada empat pekan pertama musim 2017, 19 gol (22,6 persen) tercipta pada rentang menit 61-75. Namun, pada periode serupa musim ini, ada 23 gol tercipta pada rentang menit 16-45.

Apa penyebab ini semua? Agak sulit untuk merangkumnya. Namun, yang jelas, 18 klub musim 2018 bermain lebih terbuka. Hingga empat pekan, empat klub teratas bukan cuma banyak mencetak gol tapi juga kebobolan cukup banyak.

Lihatlah Persipura yang tengah memimpin klasemen sementara dengan nilai delapan. Mereka menjadi tim tertajam dengan delapan gol, tapi jumlah kebobolannya mencapai lima gol--kalah dari Bali United di posisi delapan yang baru kebobolan dua gol.

Jadi, melihat pencapaian kuantitas selama empat pekan awal ini, kelihatan bahwa sebagian besar klub tajam di depan tetapi rapuh di belakang.

Ada kesan, sejumlah klub gagal menampilkan transisi yang baik dari menyerang ke bertahan--contohnya diakui langsung Sriwijaya FC (SFC). Di sisi lain ada klub yang juga ahli dalam melakukan serangan balik sangat cepat meski mereka tak juga bisa disebut memainkan strategi bertahan, misalnya Persebaya Surabaya.

Itu sebabnya SFC akan membenahi transisi ke bertahan saat menantang Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (22/4/2018).

"...murni transisi dari menyerang ke bertahan sangat lambat. Sehingga ketika kita mau build-up (membangun serangan), bola sudah melambung tinggi ke kanan kepotong, lanjut ke counter attack, pemain yang saat itu di transisi bertahan sangat kurang," ungkap asisten pelatih SFC Rasiman dilansir Sripoku.com (h/t SuperBall).

Jadi, bila merujuk kepada salah satu prinsip sepak bola Italia--keseimbangan, sebagian klub mengalami masalah tersebut. Barito Putera yang sejauh ini sama-sama mencetak dan kebobolan tiga gol punya keseimbangan cukup baik.

Bukan soal gol, tapi bagaimana pelatih Jacksen F. Tiago menerapkan formasi yang berimbang dan mudah berkembang sesuai situasi di tengah pertandingan. Dijelaskan IDN Times, Barito pada awal akan menggunakan formasi 4-3-3 dengan kembangan 4-1-2-3 saat menguasai bola dan 4-4-2 ketika kehilangan bola.

Resep itu yang menjadi kunci keberhasilan mereka menahan imbang Persipura dan mengalahkan Persebaya di Surabaya yang cukup bersejarah.

Rekapitulasi gol selama empat pekan awal Liga 1 Go-Jek 2018.
Rekapitulasi gol selama empat pekan awal Liga 1 Go-Jek 2018. | Lokadata /Beritagar.id

Yang menarik dari urusan ofensif, Persebaya dan dua klub promosi lainnya justru mencuri perhatian. Persebaya bahkan menjadi tim paling tajam kedua (tujuh gol), termasuk mengirim penyerang David Da Silva ke daftar top scorer (empat gol) bersama Ezechiel Ndouassel (Persib Bandung) dan Fernando Rodriguez (Mitra Kukar).

Sementara PSIS Semarang dan PSMS Medan sudah mencetak lima gol sehingga berada di kelompok empat dari enam kelompok jumlah gol selama empat pekan.

Namun, PSMS punya "prestasi" selain gol. Pasukan Djadjang Nurdjaman ini juga menerima kartu kuning cukup tinggi hanya dalam empat pekan; 10 kartu kuning atau sama dengan jumlah yang dikantongi PSM Makassar.

Adapun tim dengan jumlah kartu kuning terbanyak adalah Persib Bandung (11). Tidak heran pelatih Persib, Mario Gomez, meminta para pemainnya mengantisipasi akumulasi kartu kuning.

Maklum, pada pekan keenam, mereka akan menantang tuan rumah Persija Jakarta (28/4). Itu sebabnya para pemainnya diminta tidak gegabah melakukan pelanggaran saat menjamu Borneo FC pada Sabtu (21/4).

"...sudah saya sampaikan kepada pemain, menjaga kondisi, kartu (akumulasi)," kata Gomez setelah melatih di Sports Jabar, Bandung, Jawa Barat, seperti dilansir laman resmi Persib (18/4).

Instruksi tersebut terutama diarahkan kepada gelandang Oh Inkyun dan Dedi Kusnandar yang sudah mengantongi dua kartu kuning. Bila salah satu mendapat kartu kuning lagi saat melawan Borneo, ia bakal absen ketika menghadapi Persija.

Meski kartu kuningnya cukup banyak, tak satu pun pemain PSMS pernah mendapat kartu merah dalam empat pekan awal. Selain PSMS; juara bertahan Bhayangkara FC, Mitra Kukar, Persela Lamongan, Persija, PS Tira, dan PSM juga belum menerima kartu merah.

Namun, urusan kartu kuning atau merah ini juga tak lepas dari kinerja wasit. Misalnya saat PSMS dikalahkan Bali United 0-1 di Gianyar, Bali (25/3), wasit Maulana Nugraha dinilai tidak bekerja dengan baik.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum PSSI Joko Driyono dalam BolaSport, Maulana beberapa kali tidak jeli melihat pelanggaran keras. Salah satunya ketika gelandang Bali United Nick Van der Velden mengangkat kaki ke paha kiri penyerang PSMS Sadney Urikhob.

Maulana hanya memberi kartu kuning kepada pemain asal Belanda itu. Padahal seharusnya kartu merah. Alhasil Maulana pun diparkir oleh Komisi Wasit untuk tidak bertugas sementara waktu.

Rekapitulasi kartu kuning dan merah pada empat pekan awal Liga 1 2018.
Rekapitulasi kartu kuning dan merah pada empat pekan awal Liga 1 2018. | Lokadata /Beritagar.id
BACA JUGA