LIGA CHAMPIONS

Juventus dan Manchester United merusak hari bagus Ronaldo

Para pemain Manchester United merayakan gol bunuh diri pemain Juventus, Alex Sandro, yang membuahkan kemenangan 2-1 dalam lanjutan Grup H Liga Champions di Stadion Allianz, Turin, Italia, Kamis (8/11/2918) dini hari WIB.
Para pemain Manchester United merayakan gol bunuh diri pemain Juventus, Alex Sandro, yang membuahkan kemenangan 2-1 dalam lanjutan Grup H Liga Champions di Stadion Allianz, Turin, Italia, Kamis (8/11/2918) dini hari WIB. | Alessandro Di Marco /EPA-EFE

Seharusnya Cristiano Ronaldo merayakan keberhasilannya mengakhiri paceklik gol, Kamis (8/11/2018) dini hari WIB. Namun, kegembiraan meredup karena Juventus yang dibelanya kalah 1-2 dari Manchester United (MU).

Bermain di Stadion Allianz, Turin, Italia, Juventus terlihat bakal menang ketika Ronaldo mengakhiri packelik selama 453 menit tanpa gol dalam ajang Liga Champions. Pemain asal Portugal itu melepas tembakan first time setelah menerima operan bola jauh dari Leonardo Bonucci pada menit 65.

Setelah gol Ronaldo, Juventus berkali-kali mendapat peluang tambahan. Namun, sejumlah peluang melalui Juan Cuadrado, Paulo Dybala, dan bahkan Ronaldo gagal menjadi gol kedua.

MU kemudian meraih angin segar saat laga bakal berakhir. Pada menit 86, Juan Mata membungkam publik Turin dengan golnya dari tendangan bebas.

Juventus pun kembali tak berdaya dalam situasi bola mati. Dalam injury time, bola tendangan bebas kapten MU, Ashley Young, gagal diantisipasi kiper Wojciech Szczesny dengan baik. Bola tepisannya justru mengenai Bonucci sehingga melaju ke gawang.

Hasil ini tentu baik bagi MU dan sebaliknya bagi Juventus. Bagi MU ini adalah kemenangan pertama dengan dua gol dalam lima menit pamungkas dalam ajang Liga Champions sejak 1999.

Sementara bagi Juventus, dominasi permainan hingga 56 persen tak diimbangi dengan ketajaman memanfaatkan peluang. Selain dua tembakan yang mengenai gawang, Juventus melepas 11 tembakan di luar target dan hanya lima mencapai target.

Pemimpin klasemen Serie A Italia ini juga sedikitnya enam kali melepas umpan tidak akurat dalam serangan akhir, termasuk oleh Ronaldo, terutama pada babak pertama. Dan kegagalan memanfaatkan peluang pun dikeluhkan kapten Giorgio Chiellini.

Pemain belakang ini mengatakan permainan bagus timnya patut dilengkapi oleh kemampuan menyelesaikan pertandingan dengan gol.

"Jika kami ingin lolos ke final di Madrid pada Juni 2019, kami harus belajar dari kekalahan malam ini. Anda tak boleh kalah ketika Anda pantas menang 3-0," katanya dilansir laman Uefa.com.

"Kalah tak pernah enak, tapi ini mungkin masa terbaik untuk kalah. Kami masih memimpin grup dan saya yakin kami akan lolos pertama kali," tukas Ronaldo.

Meski kalah, Juventus memang masih memimpin Grup H dengan nilai sembilan. MU ada di urutan dua dengan nilai tujuh, diikuti Valencia dengan nilai lima setelah mengalahkan Young Boys 3-1 pada saat bersamaan.

Kemenangan disebut sangat penting bagi MU oleh pelatih Jose Mourinho. Kepada BT Sport (h/t BBC), Mourinho mengatakan bahwa tiga poin di luar kandang memberi motivasi besar untuk meloloskan diri dari Grup H.

"Satu atau tiga poin hanya berarti kecil untuk Juventus, tapi bagi kami memberi perbedaan besar. Ini kemenangan besar, bukan hanya kami butuh poin penuh tapi ini diraih di kandang tim hebat seperti Juventus.

"Mereka tim hebat dengan rekor bagus di kandangnya. Kami hanya perlu datang dan tidak ketakutan. Mereka lebih potensial dari kami, semua tahu ambisi mereka," katanya.

Dari Grup F, klub sekota MU, Manchester City berpesta enam gol tanpa balas ke gawang Shakhtar Donetsk. Kebetulan MU dan City akan memainkan partai satu kota (derby) dalam pertandingan Liga Primer Inggris pada akhir pekan ini (11/11).

Dan City boleh berpikir lebih tenang karena kemenangan 6-0 atas Shakhtar membuat jalan ke fase knock out hanya tinggal selangkah lagi. City kini memimpin Grup F dengan nilai sembilan, diikuti Olympique Lyon dengan angka enam setelah bermain 2-2 dengan Hoffenheim pada saat bersamaan.

Kemenangan City di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, ditentukan oleh gol dari David Silva, Raheem Sterling, Riyad Mahrez, dan hat-trick Gabriel Jesus. Namun pencapaian Jesus diwarnai kontroversial.

Dua gol di antaranya dari titik penalti. Hadiah penalti disebut The Guardian semestinya tidak diberikan, apalagi fitur VAR selayaknya bisa menganulir itu.

Salah satu penalti pada menit 72 pun disebut lahir dari aksi diving Sterling. Tak ada sentuhan dari bek kanan Mykola Matviyenko terhadap Sterling yang melakukan manuver di sayap.

Pemain Inggris itu jatuh di kotak penalti karena tersandung lapangan. Namun, wasit Viktor Kassai dari Hungaria tetap menunjuk titik putih.

"Penaltinya konyol. Saya pikir semua orang bisa melihatnya, tapi saya tak mau menjadikan itu sebagai alasan (kekalahan telak)," ujar pelatih Shakhtar, Paulo Fonseca.

"City adalah tim yang hebat, mereka mencetak banyak gol. Saya pikir mereka bakal menjuarai Liga Champions musim ini," imbuhnya.

BACA JUGA