SERIE A ITALIA

Juventus main jelek tapi menang telak

Paulo Dybala (tengah) dan Claudio Marchisio, dua dari tiga pencetak gol kemenangan atas Palermo di Stadion Juventus, Turin, Sabtu dini hari WIB (18/2/2017).
Paulo Dybala (tengah) dan Claudio Marchisio, dua dari tiga pencetak gol kemenangan atas Palermo di Stadion Juventus, Turin, Sabtu dini hari WIB (18/2/2017). | Massimo Pinca /AP Photo

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kosa kata "jelek" bisa berarti tidak sedap dipandang mata. Boleh jadi itu yang ditunjukkan Juventus ketika menjamu Palermo meski kemudian menang telak 4-1, Sabtu dini hari WIB (18/2/2017).

Kemenangan di Stadion Juventus, Turin, itu membuat Juventus makin nyaman di puncak klasemen. Untuk sementara mereka unggul 10 angka dari rival terdekat, AS Roma.

Empat gol Juventus dicetak gelandang Claudio Marchisio, Gonzalo Higuain, dan Paulo Dybala yang memborong dwi gol. Dua gol awal oleh Marchisio dan Dybala dicetak pada babak pertama.

Namun pada babak pertama itulah Juventus sebenarnya tampil jelek. "...kami sering kehilangan bola dan dangkal. Ini tak boleh terjadi," ujar Dybala kepada Mediaset (h/t Football Italia).

Bagi pemain asal Argentina itu, permainan yang kendor pada babak pertama tak boleh terjadi saat Juventus menantang tuan rumah FC Porto dalam pertemuan pertama 16 Besar Liga Champions pada Rabu (22/2).

Beruntung bagi Juventus, mereka punya ketajaman di tengah penampilan yang belum konsisten dan kadang kala terlambat panas. Gol Marchisio pada menit 13 adalah contoh bagaimana mereka mampu menuntaskan peluang sekecil apapun.

Kebetulan, Juventus memang ahli mencetak gol dalam 15 menit awal laga kandang. Pada musim ini, sudah 10 gol dihasilkan pada masa itu --tiga gol lebih banyak dibanding tim Serie A lain.

Lalu gol kedua pada babak pertama adalah melalui tendangan bebas akurat Dybala. Namun pemain 23 tahun ini tidak merayakan dua golnya.

Maklum, Dybala pernah membela Palermo --klub kedua dari tiga klub dalam kariernya-- pada 2012 hingga 2015. "Sejak awal saya memang tidak akan merayakan gol ketika mencetaknya. Saya ingin menghargai bekas suporter dan rekan," katanya.

Permainan Juventus pun membaik pada babak kedua. Salah satu bukti adalah gol ketiga yang dicetak Higuain.

Gol ini dibangun lewat serangan dari belakang melalui kiper sekaligus kapten Gianluigi Buffon. Setelah melalui 10 operan, Dybala memberi bola terobosan untuk Higuain.

Namun ada penurunan konsentrasi dari Juventus pada masa akhir pertandingan setelah Dybala mencetak gol keduanya. Ivailo Chochev memanfaatkan kelengahan di daerah pertahanan untuk menyundul bola silang di depan gawang Buffon pada injury time.

Laman Italian Football Daily menunjukkan di bagian mana penampilan buruk itu terjadi. Pertama, Allgeri harus menjaga keseimbangan tim dengan skema ofensif 4-2-3-1.

Ketika Mario Mandzukic masih dibekap cedera, Allegri menurunkan Stefano Sturaro sejak menit pertama di sayap kiri ketimbang Juan Cuadrado. Allegri tak mau timnya lebih banyak menyerang seperti halnya bila Cuadrado tampil sejak awal.

Kedua, Marko Pjaca belum sepenuhnya seirama dengan permainan Juventus. Sejak direkrut dari Dinamo Zagreb pada musim panas lalu, pemain 21 tahun ini sering kali berlari menyerang lebih cepat dibanding rekan-rekannya.

Allegri memang pernah mengatakan bahwa Pjaca masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan permainan ala Italia. Seiring waktu, pelatih berusia 49 itu yakin Pjaca bakal tampil konsisten di sayap kanan.

Apapun, di tengah penampilan jelek, Juventus tetap mampu membukukan kemenangan kandang ke-29 --alias terbanyak kedua di Eropa. Kemenangan ini juga memberi modal positif untuk menghadapi Porto.

Pelatih Massimiliano Allegri, seperti dilansir Reuters, mengatakan bahwa kondisi fisik para pemainnya cukup bagus dan kemenangan memicu antusiasme untuk meraih hasil bagus di Liga Champions.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR