COPA AMERICA

Kado indah untuk Lionel Messi

Kapten Argentina, Lionel Messi, beraksi saat melawan Qatar dalam laga Grup B Copa America di Arena do Gremio di Porto Alegre, Brasil, Senin (24/6/2019) pagi WIB. Messi turut mengantar Argentina lolos ke perempat final.
Kapten Argentina, Lionel Messi, beraksi saat melawan Qatar dalam laga Grup B Copa America di Arena do Gremio di Porto Alegre, Brasil, Senin (24/6/2019) pagi WIB. Messi turut mengantar Argentina lolos ke perempat final. | Juan Ignacio Roncoroni /EPA-EFE

Kapten Argentina, Lionel Messi, genap berusia 32 tahun pada Senin (24/6/2019) ini. Dan Messi pun mendapat kado indah berupa kepastian Argentina lolos ke perempat final.

Argentina melaju ke 8 besar usai mengalahkan Qatar 2-0 dalam laga pamungkas Grup B di Stadion Arena do Gremio di Porto Alegre, Brasil, pada Senin (24/6) pagi WIB. Dalam laga ini Messi tidak mencetak gol atau mengirim assist, bahkan justru membuang peluang emas.

Menerima bola pendek dari Paulo Dybala, tembakan Messi dengan kaki kiri di posisi bebas di depan gawang Qatar justru melambung. Sulit rasanya membayangkan bintang Barcelona ini gagal mengeksekusi bola sematang itu dari posisi bebas.

The Sun menyebut kegagalan Messi tersebut sebagai terburuk dalam kariernya yang sudah lima kali mendapat gelar pemain terbaik dunia. Namun, Messi tak peduli.

Ia justru menyoroti keberhasilan timnya ke perempat final dan akan menghadapi Venezuela serta terhindar dari tuan rumah Brasil lebih dini. Pertemuan dengan Brasil baru bisa terjadi pada semifinal jika Argentina mampu mengalahkan Venezuela, Sabtu (29/6) dini hari WIB.

"Yang terpenting adalah menang sehingga kami bisa lolos dari grup. Ini menjadi suntikan penting untuk perjalanan kami di turnamen ini...kami memulai dari sini.

"Kemenangan ini memberi kami kekuatan dan membuat tim kami makin tumbuh," ujar Messi usai laga dilansir SportStar.

Messi seolah kelihatan lega karena hasil melawan Qatar adalah kemenangan pertama dalam Copa America 2019. Sebelum ini, Argentina kalah dari Kolombia dan ditahan Paraguay.

Tidak heran Messi mengakui bahwa timnya belum cukup tampil bagus. Bahkan sebaliknya, Argentina tampil jauh dari standar terbaiknya.

Argentina total melepas 17 tembakan, jauh di atar Qatar yang hanya melakukan empat tembakan untuk mencetak gol. Beruntung Argentina mendapat durian runtuh pada menit keempat.

Pemain belakang Qatar Bassam Hicham justru "mengoper" bola kepada Lautaro Martinez. Pemain Inter Milan ini pun leluasa mencetak gol pembuka.

Gol kedua Argentina baru hadir saat laga bersisa delapan menit. Penyerang Sergio Aguero akhirnya bisa mencetak gol dengan assist Dybala setelah sedikitnya tiga kali membuang peluang emas.

Messi mengatakan timnya mengalami grogi dan tegang karena dituntut harus menang agar bisa lolos dari Grup B dengan status runners-up di bawah Kolombia yang menyisihkan Paraguay 1-0.

"Bermain dengan kewajiban harus menang dan takut tersingkir memang sulit. Akhirnya kami bisa bermain baik dan lolos, itu yang terpenting," tuturnya.

Sedangkan Aguero menyambut gembira keberhasilannya mencetak gol pertama pada Copa America 2019. Penyerang Manchester City ini mengaku bekerja keras menciptakan peluang, tapi ketajaman dan akurasi tembakannya menguap.

Bahkan dirinya sempat akan dicadangkan pelatih Lionel Scaloni. "Beruntung saya dipilih main sejak menit awal dan berulang kali kami bertiga bisa bekerja sama dengan baik dan menang," tutur Aguero soal kerja sama dengan Messi dan Martinez walau dirinya justru menerima assist dari Dybala yang main dari bangku cadangan.

Argentina jelas perlu meningkatkan ketajaman dan ketenangannya mengeksekusi peluang. Pertahanan pun perlu dibenahi walau kali ini tidak kebobolan karena Qatar sedikitnya tujuh kali mencapai wilayah sepertiga akhir Argentina hanya dengan serangan balik.

Venezuela yang akan dihadapi pada perempat final di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, juga tak bisa dipandang remeh. Mereka lolos dari Grup A dengan status runners up dan sempat menahan Brasil tanpa gol.

Mereka pun pernah mengalahkan Argentina 3-1 meski dalam laga persahabatan di Madrid, Spanyol, pada Maret silam. Argentina sadar bahwa Venezuela perlu diwaspadai.

"Mereka lawan yang berat dengan keahlian serangan balik. Kami akan berusaha bermain bijak menghadapi mereka," tukas Aguero.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR