PIALA RAJA SPANYOL

Kado istimewa seabad Valencia

Para pemain Valencia CF merayakan keberhasilan menjuarai Copa del Rey setelah menaklukkan Barcelona, 2-1, pada final di Stadion Benito Villamarin, Seville, Spanyol (25/5/2019).
Para pemain Valencia CF merayakan keberhasilan menjuarai Copa del Rey setelah menaklukkan Barcelona, 2-1, pada final di Stadion Benito Villamarin, Seville, Spanyol (25/5/2019). | Jose Manuel Vidal /EPA-EFE

Tahun ini Valencia berulang tahun yang ke-100. Para pemain memberi hadiah manis untuk ukuran klub tersebut, yaitu menempati peringkat ke-4 La Liga Spanyol dan menutup musim dengan menjuarai Copa del Rey (Piala Raja).

Piala Raja direbut pada Sabtu (25/5/2019), Minggu dini hari WIB, dengan kemenangan mengejutkan. Mereka menaklukkan juara liga dan sang favorit, FC Barcelona, 2-1 pada final di Stadion Benito Villamarin, Seville.

Angka statistik menunjukkan betapa berat perjuangan Valencia pada final tersebut. Mereka kalah penguasaan bola (22 persen:78 persen) dan kalah jumlah peluang (4:6). Namun, mereka lebih baik dalam memanfaatkan peluang tersebut.

Dua gol penentu kemenangan Valencia diciptakan oleh Kevin Gameiro pada menit ke-21 dan Rodrigo 12 menit setelahnya. Barcelona hanya bisa menjaringkan bola sekali dari sederet peluang mereka, ketika Lionel Messi meneruskan bola muntah hasil sundulan Gerard Pique yang menghantam tiang gawang pada menit ke-73.

Valencia bertahan dari gempuran Barcelona hingga menit akhir dan menjuarai Copa del Rey untuk kedelapan kali dalam 100 tahun keberadaan mereka.

Piala ini menjadi akhir musim yang manis bagi tim yang sempat tertatih saat musim 2018/19 dimulai. Mereka sempat lama tertahan di papan bawah klasemen saat hanya meraih satu kemenangan dari 11 laga awal.

Namun pelatih Marcelino Garcia Toral, yang nyaris dipecat, berhasil membangkitkan tim untuk merangsek naik ke peringkat ke-4 pada akhir musim--sekaligus lolos ke kualifikasi Liga Champions UEFA musim depan--dan mengangkat trofi Copa del Rey untuk pertama kali sejak 2008.

Tak heran jika Marcelino jadi orang yang paling berbahagia malam itu.

“Ini adalah hari paling membahagiakan dalam karier saya. Selalu ada final pertama dan kemenangan pertama," kata Marcelino dalam konferensi pers. (h/t Fox Sports). “Saya berterima kasih kepada para pemain, staf pelatih, keluarga ... Semua yang telah membantu saya menjadi orang paling berbahagia di dunia pada tingkat profesional."

Pelatih berusia 53 tahun itu lalu bercerita betapa buruknya perjalanan mereka pada awal musim. Namun para pemain tetap menaruh kepercayaan padanya dan mereka pun akhirnya berhasil memutarbalikkan hasil untuk mengakhiri musim dengan sebuah piala.

“Tak mudah bagi klub untuk memberi kepercayaan kepada saya, dan tak mudah untuk membalikkan keadaan seperti yang mereka lakukan," ujar Marcelino, yang baru menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2020.

Ia menjadi pelatih ke-13 yang berhasil mengakhiri musim dengan sebuah trofi sepanjang 100 tahun sejarah klub. Secara personal, itu merupakan kemenangan pertama Marcelino dalam 21 pertemuan antara klub yang dilatihnya dengan Barcelona di semua kompetisi.

Kapten Valencia, Dani Parejo, menyatakan bahwa ia jelas berbahagia dengan trofi tersebut dan klub sebesar Valencia layak untuk mendapatkan lebih dari yang mereka peroleh sekarang.

"Saya kehilangan kata-kata. Ini luar biasa. Kami telah mencatatkan sejarah pada tahun yang penting, tahun ke-100 kami," ujar Parejo dalam Independent.

Sementara itu, Barcelona harus puas dengan hanya satu piala pada musim ini. Menjadi juara liga saja sepertinya sudah cukup bagi banyak klub, tetapi tidak bagi Barcelona. Pada awal musim, mereka bisa merebut tiga trofi--La Liga, Copa, dan Liga Champions.

"Kami adalah FC Barcelona dan punya kewajiban untuk memenangi semua kompetisi," kata bek Pique. "Kami harus memberi selamat kepada Valencia dan berupaya untuk mengawali musim depan lebih kuat."

Ada kabar bahwa pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, akan kehilangan pekerjaannya akibat kekalahan ini. Akan tetapi Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, menegaskan Valverde takkan keluar dari Nou Camp, setidaknya hingga musim depan.

"Saya selalu berkata bahwa Ernesto punya kontrak hingga tahun depan. Dialah pelatihnya," ujar Bartomeu kepada BBC. "Saya pikir kekalahan ini bukan hanya kesalahan pelatih."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR