PIALA SUDIRMAN 2017

Kejutan belum usai di Piala Sudirman

Ratchanok Intanon sukses mengalahkan Line Kjaersfeldt dengan skor 21-15, 21-14. Thailand berhasil menyingkirkan Denmark dengan skor ketat, 3-2 pada Kamis (25/5)
Ratchanok Intanon sukses mengalahkan Line Kjaersfeldt dengan skor 21-15, 21-14. Thailand berhasil menyingkirkan Denmark dengan skor ketat, 3-2 pada Kamis (25/5) | Rosa Panggabean /Antara Foto

Kejutan terus terjadi di Piala Sudirman 2017. Setelah pada Rabu (24/5) Indonesia tersingkir di fase sub-grup 1D, kini giliran Denmark ditundukkan Thailand di fase perempat final.

Bermain di lapangan 2 Carrara Indoor Sport Stadium, Negeri Gajah Putih mengalahkan tim Dinamit dengan skor akhir 3-2. Alhasil, Thailand melenggang ke babak semi final menghadapi Korea Selatan.

Selama penyelenggaraan Piala Sudirman sejak 1989, Denmark sendiri sudah pernah bertemu Thailand sebanyak 3 kali, yakni pada tahun 1995, 2005 dan 2007.

Dari empat perjumpaan itu, semuanya dimenangi Denmark dengan skor 4-1 (1995), 4-0 (2005) dan 3-2 (2007). Selama ini, Denmark hanya dari Tiongkok, Indonesia, Jepang, Korea Selatan dan Malaysia.

Artinya, Denmark mendapat luka baru di ajang Piala Sudirman.

Partai Denmark-Thailand pada Kamis (25/5) berjalan dengan sengit. Saling kejar skor terjadi di tiap pertandingan.

Pada laga pertama, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai menggalahkan ganda campuran Mathias Christiansen/Sara Thygesen, 21-19, 21-19. Hal ini cukup mengejutkan, sebab Denmark tidak menurunkan pasangan utama mereka, Joachim Fischer/Christina Pedersen.

Di dua nomor selanjutnya, giliran Denmark yang mengambil angka. Viktor Axelsen, tunggal putra andalan Denmark, berhasil menundukan Tanongsak Saensomboonsuk, 21-15 dan 21-6.

Di ganda putra, Mads Condrad Petersen/Mads Pieler Kolding menundukan Bodin Isara/Nipitphon Phuangphuapet dengan tiga game, 15-21, 21-18, dan 21-16. Skor pun berubah 2-1 untuk Denmark.

Di dua pertandingan terakhir, bencana bagi Denmark datang. Line Kjaersfeldt tak kuasa menahan permainan Ratchanok Intanon, 14-21, 15-21 dan Kamila Ryterr Jull/Christina Pedersen ditundukan jongkolphan Kititharakul/Sapsiree Taerattanachai, 15-21 12-21.

Kemenangan ini bahkan mengejutkan tim Thailand sendiri. "Ini merupakan kejutan besar, termasuk bagi kami," ucap pelatih Thailand, Grithin Kridtanukoon, seperti yang dikutip dari situs resmi BWF.

Menurut Grithin, kunci sukses mereka ada di nomor ganda putri mereka. Pasalnya, Jongkolphan/Sapsiree baru saja dipasangkan pada pertandingan ini.

Pertimbangan tim menurunkan mereka, sebut Grithin, karena keduanya kerap menunjukan permainan baik kala latihan. Bahkan, saat latihanpun Jongkolphan maupun Sapsiree, jarang diturunkan secara duet.

"Mereka memiliki chemistry yang bagus. Mungkin kami akan memasangkan mereka lagi (di pertandingan selanjutnya)," kata Grithin.

Di hari yang sama, Korea Selatan sukses mengalahkan Taiwan dengan skor 3-1. Dari 4 nomor yang dipertandingkan: ganda putra, tunggal putri, tunggal putra dan ganda putri, hanya di nomor tunggal putri saja Taiwan berhasil mencuri poin.

Tai Tzu Ying (1 dunia) berhasil mengalahkan Sung Ji Hyun (4 dunia) dengan skor 21-14 26-24.

"Sekarang kami bersiap ke semi final. Kekuatan semua tim berimbang. Kami akan berjuang sebaik mungkin dan semoga bisa menjadi juara," kata Lee So-hee, ganda putri Korsel, seperti yang dikutip dari Kompas.id.

Pada pertandingan Jumat ini, dua tim unggulan, yakni Tiongkok dan Jepang, berhasil mengalahkan lawan mereka.

Tiongkok meredam tim kejutan, India, dengan skor 3-0. Di pertandingan pertama, ganda campuran mereka, Lu Kai/Huang Yaqiong, mengalahkan Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa dalam tiga game, 16-21, 21-13, 21-16.

Sedangkan di pertandingan ke dua, tunggal putra, Chen Long menundukkan Kidambi Srikanth, 21-16, 21-17. Kemenangan cukup mudah diraih Tiongkok di nomor selanjutnya, ganda putra.

Fu Haifeng/Zhang Nan terlalu tangguh bagi Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Mereka menang dengan skor 21-9, 21-11.

Setelah pertandingan, menurut Aswini Ponnappa, pertandingan melawan Lu/Huang merupakan pelajaran berharga bagi dia.

"(Sebenarnya) kami memiliki kesempatan bagus. Tetapi mereka sangat berpengalaman, sedang kami baru berpasangan," kata Ponnappa.

Di pertandingan lain, Jepang berhasil mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1. Angka satu-satunya bagi Negeri Jiran disumbangkan oleh Lee Chong Wei, tunggal putra nomor 2 dunia.

Di babak selanjutnya, Thailand akan berhadapan dengan Korsel. Sedangkan Tiongkok bakal berjumpa dengan Jepang.

Pertemuan antara Jepang dan Tiongkok ini merupakan ulangan final Piala Sudirman 2015. Kala itu, Tiongkok menang dengan skor 3-0.

Tapi, untuk tahun ini, Tiongkok bakal lebih waspada, terutama untuk nomor tunggal putra mereka. Hal ini setidaknya diucapkan oleh Chen Long, tunggal putra andalan Tiongkok.

"Kami harus mengeluarkan yang terbaik. Ganda putra mereka (Kenta Nishimoto), pemain muda yang telah mendapatkan kesempatan untuk bermain di level ini (tinggi). Jadi kami harus lebih waspada," ucap Chen.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR