LIGA 1 INDONESIA

Kejutan mewarnai pekan ketujuh Liga 1

Penyerang Persela Lamongan Samsul Arif Munip (kiri) berusaha melewati hadangan penjaga gawang Arema Malang Kurnia Meiga Hermansyah (bawah) untuk kemenangan 4-0 di Stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, MInggu (21/5/3027).
Penyerang Persela Lamongan Samsul Arif Munip (kiri) berusaha melewati hadangan penjaga gawang Arema Malang Kurnia Meiga Hermansyah (bawah) untuk kemenangan 4-0 di Stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, MInggu (21/5/3027). | M. Risyal Hidayat /Antara Foto

Memasuki pekan ketujuh Go-Jek Traveloka Liga 1 (17-22 Mei 2017), muncul sejumlah kejutan. Pertama, kekalahan telak Arema FC dari tuan rumah Persela Lamongan pada Minggu (21/5).

Dalam pertandingan di Stadion Surajaya, Lamongan, itu Arema kehilangan pemain belakang Jad Noureddine karena mengantongi dua kartu kuning (menit 20 dan 92). "Singo Edan" juga kewalahan meladeni permainan Persela.

Menurut statistik laman resmi Liga 1, Persela melepas total 11 tembakan berbanding dua tendangan oleh Arema. Dan pesta gol Persela dimulai sejak menit 11 oleh Fahmi Al Ayyubi.

Ivan Carlos menyumbang satu gol pada menit 31, sebelum Fahmi mencetak gol keduanya pada menit 54. Sementara gol keempat dicetak penyerang Samsul Arif pada menit 74.

Pelatih Arema, Aji Santoso, menyebut permainan timnya adalah paling buruk sepanjang Liga 1. Sementara soal pertahanan yang begitu mudah dijebol para pemain Persela, pelatih 47 tahun itu mengatakan disebabkan oleh Arthur Cunha dan Bagas Adi yang absen bermain.

Dua pemain itu absen akibat cedera. Alhasil Aji terpaksa menurunkan duet dadakan; Noureddine dan Junda Irawan, yang ternyata kurang solid menjaga daerah.

Ditambah lagi, lanjut Aji dalam laman Bola.com, para pemain tidak disiplin setelah ketinggalan. "Saat tertinggal 0-2, anak-anak keluar menyerang," kata pelatih kelahiran Malang tersebut.

Persoalannya, Persela begitu siap meladeni permainan Arema. Bahkan pasukan Herry Kiswanto ini senantiasa berhasil memotong serangan Arema mulai dari lini tengah sehingga begitu gencar membalas dengan serangan balik.

Kekalahan Arema membuat posisinya melorot hingga urutan 8 klasemen sementara dengan nilai 11 dari tujuh kali bermain. Persoalannya, kinerja Aji mulai diragukan.

Hasil di Lamongan disambut Aremania dengan tagar #AjiOut di Twitter. Maksudnya para pendukung Arema ingin Aji dipecat.

Aji merespon tagar itu dengan menyerahkannya ke manajemen. Namun bekas bek kiri kesebelasan nasional Indonesia itu mengatakan penilaian Aremania tidak fair karena kompetisi masih seumur jagung.

"Dulu saat Piala Presiden, saya yang bisa bawa Arema juara dielu-elukan," kata Aji kepada SURYAMALANG.COM. Eks pelatih Indonesia U-23 ini pun berkilah bahwa Arema bukan tim dengan materi super di Liga 1.

Kejutan lain terjadi di Bangkalan ketika tuan rumah Madura United (MU) menghentikan rekor tak terkalahkan PS TNI 4-1, Jumat (19/5). Hasil positif MU ini mengejutkan karena dua laga kandang terdahulu mereka hanya berakhir dengan hasil imbang dan TNI sedang berada di atas angin karena ketangguhan permainannya.

Seperti halnya Arema, TNI tak berdaya lantaran empat pemain terasnya absen. Mereka adalah duo kapten; Abduh Lestaluhu dan Manahati Lestusen, serta Hong Soon-hak dan Elio Martins. Dua pemain pertama absen karena sanksi indisipliner dari Komisi Disiplin PSSI, sementara dua pemain terakhir harus istirahat lantaran cedera.

Meski begitu pelatih Ivan Kolev menilai ada faktor lain yang menjadi penyebab kekalahan. Seperti ditulis Sport Satu, TNI bermain di bawah penampilan terbaik dan kedua, MU bermain serius serta penuh konsentrasi.

Kekalahan membuat TNI melorot ke posisi 6 klasemen dengan nilai 12. Sementara MU mulai merangsek ke papan atas dengan duduk di posisi 4 dengan nilai sama, tapi unggul selisih gol.

Kebangkitan MU juga dibarengi dengan ketajaman penyerang Peter Odemwingie. Pemain jebolan Liga Primer Inggris ini mencetak satu gol dalam laga itu sehingga koleksinya kini mencapai 5 gol alias paling tajam (top scorer).

Kendati demikian, pemain asal Nigeria itu enggan mengambil kredit sendirian. Semua dinilai karena dukungan rekan-rekan setim.

Sementara itu, PSM Makassar makin perkasa di puncak klasemen. Minggu, "Juku Eja" menundukkan Sriwijaya FC (SFC) 1-0 berkat tembakan penalti Reinaldo Elias pada menit 96.

PSM kini memimpin klasemen dengan nilai 16, unggul tiga angka dari Persib Bandung dan Persipura Jayapura di posisi 2-3. Namun SFC sulit menerima kekalahan itu.

Bahkan hadiah penalti pada menit tambahan dari wasit Hadiyana sempat membuat para pemain SFC melakukan mogok bermain sesaat. Hadiyana dinilai menguntungkan PSM karena saat kapten Hamka Hamzah terjatuh di kotak penalti untuk menyundul bola tidak ada pelanggaran apapun oleh pemain SFC.

Dalam tayangan lambat siaran televisi, Hamka terjatuh usai berusaha menyundul bola sembari ditempel Firdaus Ramadhan. Adapun bola berhasil disundul Firdaus keluar lapangan.

Selasa (23/5), SFC melayangkan surat protes resmi kepada manajemen Liga 1 atas kinerja Hadiyana. Protes SFC bukan hanya soal penalti, tetapi juga perlindungan kepada pemain karena kiper Teja Paku Alam harus mendapat tiga kali perawatan hingga terpaksa diganti pada menit 35.

"...tidak ada kartu untuk pemain PSM. Injury time juga sampai enam menit, padahal pertandingan tidak banyak insiden yang harus disetop," ungkap Sekretaris tim SFC, Achmad Haris, kepada VIVA.co.id.

Ironisnya, PSM juga sempat meradang pada wasit ketika kalah 1-2 di kandang PS TNI pada pekan keenam. PSM menyatakan kinerja wasit tidak beres karena banyak pelanggaran pemain TNI yang dibiarkan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR