PIALA INDONESIA

Kejutan Persidago dengan mendepak Persipura

Para pemain Persidago Gorontalo berkumpul sesaat sebelum kick-off melawan tuan rumah Persipura di  Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Jumat (8/2/2019).
Para pemain Persidago Gorontalo berkumpul sesaat sebelum kick-off melawan tuan rumah Persipura di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Jumat (8/2/2019). | Official Persidago /Eksklusif

Persipura Jayapura berhasil menang 2-1 atas Persidago Gorontalo dalam leg kedua 36 Besar Piala Indonesia di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Jumat (8/2/2019). Namun, Papua tak bisa melaju karena cuma bisa mendapatkan skor agregat 2-2.

Skor agregat diperoleh setelah Persipura tak mampu mencetak gol di kandang Persidago pada 28 Januari dengan kalah 0-1. Artinya Persidago yang berasal dari kasta ketiga Liga Indonesia (Liga 3) lebih produktif di kandang lawan sehingga berhak lolos ke-16 Besar.

Ini tentu kejutan besar. Persidago sejak awal maklum dengan status non-unggulan. Mereka dari Liga 3 sehingga di atas kertas tak mungkin menandingi Persipura yang punya jam terbang lebih tinggi dan berstatus juara bertahan.

Selain itu, Persidago baru saja membentuk tim untuk menyambut musim kompetisi 2019 dan mayoritas pemainnya berusia muda. Salah satu pemicu Persidago adalah animo masyarakat Kabupaten Gorontolo yang memenuhi Stadion 23 Januari saat leg pertama 32 Besar pada Senin (28/1).

Para penonton juga ingin menyaksikan para pemain Persipura seperti Titus Bonai, Imanuel Wanggai dan tentu saja sang kapten dan mega bintang, Boas Soloza. Gemuruh penonton ketika itu hadir saat Persidago justru menang lewat gol Ismunandar Monoarfa pada menit ke-64.

Sementara di Jayapura, Persidago bermain defensif. Pelatih Romy Malanua paham timnya punya peluang lolos asal bisa mencuri gol dan tidak kalah dengan selisih dua gol.

Dan strategi itu berhasil. Menerima serangan bertubi-tubi, Persidago justru berhasil mencuri gol melalui pemain sayap Hariyanto S Panto pada menit ke-36. Persipura baru mampu membalas dengan dua gol melalui Boas dan Johanis Tjoe.

Romy menegaskan keberhasilan timnya adalah berkat kerja keras dan dukungan masyarakat. Kunci untuk menyingkirkan Persipura, katanya, adalah dengan bermain lepas tapi tetap fokus dan disiplin.

"Persipura adalah klub yang serangannya sangat mematikan. Saat laga di kandang kemarin, kami bermain sedikit bertahan. Namun, saya katakan kepada para pemain untuk memaksimalkan peluang sekecil apapun untuk menciptakan gol. Dan alhamdulillah kami berhasil menang," ungkap Romy kepada Beritagar.id.

Kemudian di kandang Persipura, Romy menegaskan memang mengincar skor imbang karena itu adalah target yang realistis. "Semua pemain punya motivasi tinggi Mereka bermain 'all out' sejak menit pertama sampai akhir pertandingan.

"Bekal kemenangan di Gorontalo juga yang membuat kami optimistis lolos. Hasil ini untuk masyarakat Gorontalo yang tidak henti-hentinya memberi dukungan kepada kami," kata Romy.

Dalam putaran 16 besar, Persidago akan bertemu antara Persebaya Surabaya --klub besar lainnya atau Persinga Ngawi. Menurut agenda yang dilansir PSSI, leg pertama akan digelar pada Jumat (15/2), tapi ini bisa jadi akan berubah karena jadwal main leg kedua 32 Besar antara Persebaya vs. Persinga kerap berubah.

Leg kedua sejatinya digelar di Ngawi, Jawa Timur, pada Sabtu (9/2), tapi PSSI membatalkannya. Ini adalah pembatalan keempat kali dan belum diketahui kapan pertandingan akan digelar.

Namun, Romy tetap mempersiapkan timnya. Ia pun tetap akan menggunakan pendekatan strategi menang di kandang dan curi poin di rumah lawan. Yang pasti saat ini Persidago adalah satu-satunya tim asal Liga 3 dalam 16 Besar Piala Indonesia, kecuali Persinga mampu melewati Persebaya.

Sementara pada Minggu (10/2), para pemain dan ofisial Persidago tiba di Kabupaten Gorontalo setelah bermain di Jayapura. Mereka langsung diundang ke rumah dinas Bupati Gorontalo.

"Persidago sudah menjadi kebanggaan Gorontalo. Saya optimistis anak-anak Persidago akan mampu tembus sampai ke final. Sebagai pemerintah daerah, kami akan terus mendukung, baik moral maupun materi," kata Nelson Pomalingo, Bupati Gorontalo.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR