SINGAPORE OPEN 2019

Kejutan Ronald/Saufika di ganda campuran

Ronald/Annisa merayakan kemenangan mereka atas He Jiting/Du Yue pada babak pertama Singapore Open 2019 di Singapore Indoor Stadium (10/4/2019).
Ronald/Annisa merayakan kemenangan mereka atas He Jiting/Du Yue pada babak pertama Singapore Open 2019 di Singapore Indoor Stadium (10/4/2019). | BadmintonIndonesia.org /PBSI

Kejutan disajikan oleh ganda campuran Indonesia, Ronald Alexander/Annisa Saufika. Pada babak pertama Singapore Open 2019, Rabu (10/4), mereka menyingkirkan unggulan ke-8 He Jiting/Du Yue dari Tiongkok.

Dalam pertarungan yang berlangsung nyaris satu jam di Singapore Indoor Stadium tersebut, Ronald/Annisa, peringkat ke-29 dunia, menang setelah melalui tiga gim yang ketat, 21-19, 11-21, 21-18.

Kemenangan ini membuat rekor pertemuan mereka dengan pasangan Tiongkok itu menjadi 1-1. Ronald/Annisa kalah pada laga pertama antara mereka di Malaysia Open tahun lalu.

Usai pertandingan, kepada Badmintonindonesia.org Ronald mengatakan bahwa mereka belajar banyak dari pertemuan sebelumnya dengan He/Du. Oleh karena itu mereka bisa bermain lebih tenang dan mengurangi kesalahan sendiri.

"Karena kemarin kami kalah dari mereka karena banyak mati sendiri, gampang hilang poin. Itu karena kurang tenang, poin ketinggalan mainnya jadi ngawur. Tadi kami banyak belajar dari pertemuan sebelumnya. Gimana mainnya, gimana fokusnya," kata Ronald.

Ketenangan mereka, menurut pebulu tangkis berusia 25 tahun tersebut, sempat hilang pada gim kedua sehingga langsung tertinggal enam poin sehingga akhirnya kalah.

"Game ketiga kami tenang dan lebih fokus poin per poin. Pas poin-pon tua lebih berani saja," jelas Ronald.

Pada babak berikutnya, lawan yang juga dari Indonesia, Ricky Karanda Suwardi/Pia Zebadiah Bernadet. Ricky/Pia maju ke babak kedua setelah menang mudah 21-13, 21-16 atas ganda campuran Singapura, Bimo Adi Prakoso/Jin Yujia.

Annisa mengatakan mereka akan berupaya bermain lebih fokus lagi, menjaga stamina, dan berjuang lebih keras di lapangan.

"Di lapangan apa saja bisa terjadi. Setiap pertandingan hasilnya beda-beda, kondisi lapangan, angin, shuttlecock semuanya sama. Jadi fight aja pokoknya,” kata Annisa mengenai persiapan laganya di babak berikutnya.

Tiga ganda campuran Indonesia lainnya juga berhasil maju ke babak kedua. Mereka adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, dan unggulan ke-7 Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Dua tunggal putra, unggulan ke-7 Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, juga maju ke babak 16 besar.

Anthony menang 21-12, 21-12 atas Wang Tzu Wei dari Taiwan untuk berhadapan dengan Kenta Nishimoto pada babak kedua. Ini saatnya bagi Anthony untuk membalas kekalahan di babak pertama Malaysia Open 2019 pekan lalu.

"Saya harus coba buat lebih sabar lagi dan menikmati permainan. Harus diingat bahwa lawan Jepang itu tidak mudah, dengan siapa saja. Harus siap capek dan siap susah," jelas Anthony.

Jonatan mendapatkan tiket ke babak kedua dengan menundukkan pemain Thailand, Khosit Phetpradab, 21-18, 19-21, 21-18, setelah berjuang keras selama 67 menit.

Berikutnya ia akan berhadapan dengan tunggal putra Malaysia Lee Zii Jia. Jojo--sapaan akrab Jonatan--selalu menang dalam tiga pertemuan dengan Lee, termasuk pada Swiss Open 2019 bulan lalu. Akan tetapi ia tak menganggap remeh lawannya itu.

"Lee Zii Jia punya kemampuan menyerang yang cukup baik. Saya harus waspadai itu juga karena di sini anginnya nggak bisa diprediksi, jadi saya harus lebih pintar untuk menggunakan stroke dan pola permainan," jelas Jonatan.

Pada tunggal putri, Ruselli Hartawan menjadi satu-satunya yang berhasil maju ke babak 16 besar. Ia berhasil menaklukkan pemain tuan rumah, Yeo Jia Min, dalam tiga gim, 21-15, 17-21, 21-18.

Selanjutnya, Ruselli akan menghadapi unggulan ke-7 dari Korea Selatan, Sung Ji-hyun. Keduanya baru sekali berhadapan, dua tahun lalu di Thailand Masters. Saat itu Sung menang 21-11, 21-10.

Sementara tunggal putri Indonesia lainnya, Fitriani, Gregoria Mariska Tunjung, Lyanni Alessandra Mainaky, dan Yulia Yosephin Susanto harus angkat kaki lebih cepat dari turnamen berhadiah total 350.000 dolar AS tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR