PIALA RAJA SPANYOL

Kemenangan Barcelona, sejarah Messi

Arturo Vidal dan Lionel Messi saat menjalani latihan menjelang Piala  Super Spanyol melawan Sevilla di Stadion Grand Stade de Tanger, Tangier, Maroko, Minggu (12/8/2018) malam waktu setempat.
Arturo Vidal dan Lionel Messi saat menjalani latihan menjelang Piala Super Spanyol melawan Sevilla di Stadion Grand Stade de Tanger, Tangier, Maroko, Minggu (12/8/2018) malam waktu setempat. | Andreu Dalmau /EPA-EFE

Lionel Messi adalah Barcelona. Dia tetap dipuja meski tak mencetak gol dan assist kala Barcelona mengalahkan Sevilla 2-1 dalam perebutan Piala Super Spanyol di Stadion Grand Stade de Tanger, Tangier, Maroko, Senin (13/8/2018) dini hari WIB.

Adalah tendangan Gerard Pique (menit ke-42) dan sepakan keras Ousmane Dembele (78) yang membuat Barcelona meraih trofi Piala Super Spanyol untuk ke-13 kali. Dua gol itu membuyarkan mimpi Sevilla yang telah unggul lebih dahulu via Pablo Sarabia pada menit ke-9.

Pertarungan antara Barcelona vs. Sevilla ini merupakan duel pembuka La Liga Spanyol musim 2018-19. Secara keseluruhan, Barcelona unggul atas Sevilla dari segala hal. Bahkan, laman statistik Whoscored mencatat penguasaan bola Barcelona mencapai angka 69 persen berbanding 31 persen oleh Sevilla.

Hal itu sebenarnya cukup wajar, apalagi Barcelona tak mengalami perubahan komposisi pemain secara drastis dalam bursa transfer musim panas ini. Hanya Yerry Mina ke Everton, Lucas Digne (Everton), dan Paulinho (GZ Evergrande) yang keluar.

Dari ketiga nama tersebut, cuma Paulinho yang cukup rutin bermain. Itu pun, posisinya tak terlalu sentral. Sebab lini tengah Barcelona cukup tangguh dengan keberadaan Ivan Rakitic, Philippe Coutinho, Sergio Busquets, dan Andres Iniesta yang kini pindah ke Vissel Kobe di Jepang.

Maka, dominasi Barcelona atas Sevilla dini hari tadi bukan sesuatu yang mengejutkan. "Kami bahagia, karena terlepas dari segalanya, kami telah mengalahkan rival yang hebat," ucap pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, dalam laman resmi Barcelona.

Secara khusus, Valverde memberi kredit kepada Dembele. Menurutnya, pemain asal Prancis itu tampil hebat. "Dia adalah pemain dengan kualitas besar. Dan, hari ini, memberikan kami sesuatu yang membahagiakan dalam laga sulit," katanya.

Dembele, yang diplot sebagai pemain depan dalam formasi 4-3-3, boleh saja mendapat kredit khusus dari Valverde. Namun, lagi dan lagi, nama Messi yang muncul ke permukaan.

Hal ini tak lepas dari pencapaian kapten utama Barcelona musim ini tersebut. Dengan memenangi Piala Super Spanyol tadi, artinya La Pulga telah memberi 33 trofi bagi Barcelona. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah klub Barcelona.

Hanya ada tiga orang dalam sejarah Barcelona yang mendekati prestasi Messi tersebut. Yakni Iniesta (32 trofi), Gerard Pique, dan Sergio Busquets (masing-masing 28). Di tempat kelima ada nama Xavi Hernandez, yang telah mengoleksi 25 trofi.

"Saya tidak tahu apa yang Messi rasakan saat ini," kata Valverde dalam ESPN. "Jika seseorang dapat mencapai tonggak semacam itu--meraih banyak trofi dengan satu klub--itu adalah Messi. Itu luar biasa."

Jumlah 33 trofi di satu klub tentu bukan sesuatu yang mudah diraih oleh pemain manapun. Banyak pemain yang tumbuh dan berkembang di satu klub saja, tapi yang mampu meraih trofi melebihi Messi tadi hanya sedikit--bisa dihitung jari satu tangan.

Salah satunya adalah Ryan Giggs, legenda Manchester United (MU) asal Wales. Dalam catatan Soccer Laduma, Giggs meraih 36 trofi bersama MU.

Sedangkan untuk Barcelona, sepertinya pencapaian Messi akan sulit terlewati oleh pemain lainnya--setidaknya dalam masa singkat.

"Dengan Iniesta tidak lagi di klub, Messi mengambil alih catatan rekor, dan ia terus memperkuat warisannya sebagai pemain terbaik dalam sejarah FC Barcelona," tulis laman resmi Barcelona.

Messi, bersama Cristiano Ronaldo, disebut-sebut sebagai pemain terbaik di dunia dalam satu dekade terakhir. Catatan gelarnya itu bahkan melebihi usianya yang kini menginjak 32 tahun.

Maka, 33 gelar tadi, masih sangat mungkin berubah ke depannya karena Barcelona masih menjadi salah satu kekuatan utama klub sepak bola di Eropa.

Messi memulai kariernya dalam tim senior Barcelona pada musim 2004-05. Pada musim itu pula kali pertama Messi memberi Barcelona gelar juara La Liga. Masa keemasan Messi bersama Barcelona terjadi pada musim 2008-09.

Saat itu, dari enam ajang yang diikuti Barcelona--seperti La Liga, Copa del Rey, Liga Champions, dll--semuanya dimenangi Messi dkk. Bila ada yang kurang dari lemari trofi Messi, itu adalah 3 trofi.

Yakni, Copa America, Piala Dunia, dan Piala UEFA. Untuk dua pertama, dilakoni bersama timnas Argentina. Sedangkan Piala UEFA? Bersama Messi, Barcelona tak pernah anjlok bermain pada kompetisi kasta kedua di benua Eropa tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR