PIALA DUNIA

Kerja sama Uruguay, Argentina, Paraguay untuk 2030

Bintang Uruguay Luis Suarez (kiri) dan pemain Argentina Lionel Messi berpose untuk mendukung kedua negara, dan Paraguay, menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030. Kedua pemain itu sama-sama membela klub Spanyol, Barcelona.
Bintang Uruguay Luis Suarez (kiri) dan pemain Argentina Lionel Messi berpose untuk mendukung kedua negara, dan Paraguay, menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030. Kedua pemain itu sama-sama membela klub Spanyol, Barcelona. | Federico Anfitti /EPA-EFE

Merayakan ulang tahun ke-100 Piala Dunia, sebaiknya dilakukan dengan menyelenggarakan turnamen akbar sepak bola tersebut dilakukan di negara yang pertama menjadi tuan rumah. Sepertinya itulah keyakinan Uruguay.

Agar peluang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 semakin terbuka, Uruguay mengajak dua negara tetangga, Argentina dan Paraguay, untuk bekerja sama menyelenggarakan turnamen empat tahunan tersebut.

Gayung bersambut dan pada Rabu (4/10/2017), presiden ketiga negara Amerika Selatan tersebut mengumumkan kesepakatan mereka untuk menjadi tuan rumah bersama.

"Rapat pertama (persiapan pengajuan tawaran, red.) akan dilakukan pada pekan pertama November," kata Presiden Paraguay Horacio Cartes dalam konferensi pers di Istana Presiden Argentina, Casa Rosada, di Buenos Aires, dikutip BBC.

"Negara-negara lain pasti ingin menjadi tuan rumah tetapi ada alasan kuat yang menguntungkan Uruguay. Mereka akan merayakan 100 tahun (sejak penyelenggaraan Piala Dunia pertama, red.)."

Presiden Argentina, Mauricio Macri, menambahkan bahwa mereka berkumpul untuk meratifikasi komitmen tersebut.

"Kami telah berbicara dengan presiden FIFA dan kami akan mendapat dukungan Conmebol (Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan), yang yakin Amerika Selatan layak mendapat kesempatan menjadi tuan rumah Piala Dunia ini karena signifikansi perayaan 100 tahun dari edisi perdana di Uruguay."

Presiden Argentina Mauricio Macri (tengah), Presiden Uruguay Tabare Vazquez (kanan), dan Presiden Paraguay Horacio Cartes (kiri), saat mengumumkan kerja sama ketiga negara untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.
Presiden Argentina Mauricio Macri (tengah), Presiden Uruguay Tabare Vazquez (kanan), dan Presiden Paraguay Horacio Cartes (kiri), saat mengumumkan kerja sama ketiga negara untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030. | David Fernandez /EPA-EFE

Sejak menjadi tuan rumah Piala Dunia 1930, Uruguay belum pernah kembali menjadi penyelenggara. Argentina adalah tuan rumah Piala Dunia 1978, sementara Paraguay belum pernah.

Oleh karena itu, menurut Presiden Uruguay Tavare Vazquez, dirinya hanya butuh waktu "kurang dari 40 detik" untuk menyetujui rencana tuan rumah bersama dengan Argentina ketika Macri menawarkannya saat berkunjung ke Montevideo pada Januari 2016. Pada saat itu mereka juga langsung memutuskan untuk mengajak Paraguay.

Ketiga presiden itu berhubungan dekat dengan sepak bola. Macri adalah mantan presiden klub ternama Argentina, Boca Juniors. Vazquez pernah memimpin klub Uruguay, Progreso, sementara Cartes adalah bekas presiden Club Libertad di Paraguay.

Negara Amerika Selatan yang terakhir kali menjadi tuan rumah Piala Dunia adalah Brasil pada 2014.

Walau proses pendaftaran baru akan dibuka beberapa tahun mendatang--kemungkinan pada 2020 dengan proses pemilihan pada 2022--, perebutan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 diperkirakan bakal berlangsung ketat. Apalagi karena merupakan perayaan seabad turnamen tersebut.

Ada dua negara yang diperkirakan bakal menjadi pesaing berat para wakil Amerika Selatan itu.

Pertama, ada Inggris yang ingin agar perayaan seabad Piala Dunia dilakukan di negara asal sepak bola tersebut. Presiden UEFA Aleksander Ceferin Juni lalu menegaskan bahwa Inggris harus menjadi tuan rumah pada 2030 dan ia akan sepenuhnya memberi dukungan.

Kemudian ada juga kabar bahwa Tiongkok, yang tengah mengembangkan sepak bola secara besar-besaran, juga mengincar untuk menjadi tuan rumah.

Akan tetapi sepertinya ketiga negara Amerika Selatan berpeluang paling besar untuk menjadi tuan rumah. Apalagi, pengumuman tersebut bertepatan dengan kunjungan Presiden FIFA Gianni Infantino ke Buenos Aires.

Walau tak berkomentar soal pencalonan bersama Argentina, Uruguay, dan Paraguay, Infantino memuji jiwa sepak bola di negara tersebut.

"Sungguh sebuah kehormatan dan kesenangan bisa berada di sini, di rumah sepak bola Argentina," kata Infantino dalam kunjungan ke kantor Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) pada Rabu (4/10), dikutip ESPN.

"Terasa amat emosional bisa berada di sebuah negara dan kota yang telah menulis kisah menarik, bukan hanya sejarah sepak bola, tetapi juga, sebuah mitos. Argentina telah berkontribusi untuk membuat sepak bola seperti adanya hari ini."

Surat kabar Inggris, The Sun, menuliskan bahwa kehadiran Infantino itu diduga kuat adalah bentuk dukungan kepada Amerika Selatan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.

Mulai 2026, peserta Piala Dunia dunia akan bertambah menjadi 48 tim sehingga, untuk menghemat dana pembangunan infrastruktur, menjadi masuk akal jika negara yang berdekatan bekerja sama menjadi tuan rumah.

Amerika Serikat-Kanada-Meksiko bergabung untuk menjadi calon tuan rumah Piala Dunia 2026. Mereka akan bersaing dengan Maroko. Sementara itu, Indonesia dan Thailand sudah mengumumkan rencana untuk bersama-sama menjadi calon tuan rumah Piala Dunia 2034.

Piala Dunia 2018 akan diselenggarakan di Rusia, sementara Qatar telah ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR