KEJUARAAN DUNIA JUNIOR

Kesempatan terakhir Rehan/Fadia di turnamen junior

Ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti maju ke semifinal Kejuaraan Dunia Junior 2018 di Ontario, Kanada, setelah mengalahkan Choong Hon Jian/Pearly Koong Le Tan 21-10, 21-17, Jumat (16/11).
Ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti maju ke semifinal Kejuaraan Dunia Junior 2018 di Ontario, Kanada, setelah mengalahkan Choong Hon Jian/Pearly Koong Le Tan 21-10, 21-17, Jumat (16/11). | Badmintonindonesia.org /PBSI

Kejuaraan Dunia Junior BWF 2018 adalah kesempatan terakhir bagi ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti untuk merebut gelar juara. Karena tahun depan usia mereka sudah masuk dalam ketegori senior.

Kini, juara Kejuaraan Asia Junior 2017 itu selangkah lebih dekat menuju trofi yang mereka idamkan. Rehan/Fadia, keduanya berusia 18 tahun, maju ke semifinal di Ontario, Kanada.

Pada babak perempat final, Jumat (16/11/2018), unggulan kedua Kejuaraan Dunia Junior itu menang atas ganda campuran Malaysia Choong Hon Jian/Pearly Koong Le Tan, 21-10, 21-17.

"Game pertama tidak ada kesulitan buat kami, 3-4 pukulan masih bisa diatasi. Tapi di game kedua mereka mulai mengubah permainan. Terus kami juga banyak kehilangan poin karena terburu-buru," Fadia bercerita mengenai jalannya pertandingan kepada Badmintonindonesia.org.

Pada semifinal, Rehan/Fadia, unggulan kedua turnamen ini, akan berhadapan dengan ganda campuran Korea Selatan Wang Chan/Na Eun Jeong.

Wang/Na merebut tiket ke babak empat besar dengan menyingkirkan lawan dari Indonesia, Ghifari Anandaffa Prihardika/Lisa Ayu Kusumawati, 21-16, 12-21, 30-28.

"Persiapan buat besok kami mau main lebih enjoy dan lebih lepas. Soalnya ini kan tahun terakhir saya di junior. Tapi ya nggak mau jadi beban juga," kata Rehan, anak dari Tri Kusharjanto, salah satu legenda bulu tangkis Indonesia.

Satu ganda campuran Indonesia lain juga maju ke semifinal, membuat peluang terjadinya final sesama pebulu tangkis muda Tanah Air mendekati kenyataan.

Mereka adalah Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil, yang mengalahkan Chia Wei Jie/Ee Wei Toh dari Malaysia dengan skor 21-12, 21-17.

Leo/Indah selanjutnya bakal berebut tiket ke final melawanShang Yichen/Zhang Shuxian. Ganda campuran dari Tiongkok itu memastikan langkah ke empat besar dengan menyingkirkan ganda Indonesia Pramudya Kusumawardana Riyanto/Ribka Sugiarto 21-15, 24-22.

Selain ganda campuran, dua ganda putri Indonesia juga bakal tampil di semifinal.

Unggulan kedua, Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma, lolos dari babak perempat final dengan kemenangan 14-21, 21-9, 21-15 atas Chen Yingying/Zhang Shuxian dari Tiongkok.

"Di game pertama kami banyak terserang lawan, bikin kami panik. Baru pas game kedua kami mengubah pola permainan dan lebih agresif lagi di lapangan," kata Ribka.

Pada babak empat besar mereka menghadapi ganda putri Malaysia, Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh, yang menang 21-12, 21-10 atas Shiena Fukumoto/Natsu Saito.

Ribka/Febriana sudah dua kali berhadapan dengan ganda putri Malaysia tersebut. Rekor mereka adalah 1-1. Pertemuan terakhir mereka terjadi di Malaysia International Junior Open 2018. Saat itu Ribka/Febriana kalah 13-21 dan 18-21.

"Buat besok kami harus lebih semangat terus, lebih percaya diri. Nothing to loose aja di lapangan," ujar Febriana.

Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti menyusul kemudian. Mereka mengalahkan Chen Yingxue/Li Yijing dari Tiongkok dua gim langsung 21-13, 21-19.

Menanti Agatha/Fadia di semifinal adalah unggulan pertama ganda putri turnamen tersebut, Liu Xuanxuan/Xia Yuting. Ganda putri Tiongkok itu menang mudah atas Amalie Magelund/Freja Ravn dari Denmark, 21-9, 21-9.

Wakil lain Indonesia di perdelapan final, tunggal putra Alberto Alvin Yulianto, harus mengakui kehebatan unggulan pertama Kejuaraan Dunia Junior 2018, Kunlavut Vitidsarn. Alvin menyerah 14-21, 17-21 dari pemain Thailand tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR