KEJUARAAN ASIA 2019

Kevin/Marcus kejar medali emas Kejuaraan Asia

Reaksi Kevin Sanjaya Sukamuljo saat ia dan pasangannya, Marcus Fernaldi Gideon, merebut poin pada pertandingan semifinal ganda putra Kejuaraan Asia 2019 melawan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda di Wuhan, Tiongkok (27/4/2019). Kevin/Marcus menang 15-21, 21-17, 21-15 dan maju ke final.
Reaksi Kevin Sanjaya Sukamuljo saat ia dan pasangannya, Marcus Fernaldi Gideon, merebut poin pada pertandingan semifinal ganda putra Kejuaraan Asia 2019 melawan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda di Wuhan, Tiongkok (27/4/2019). Kevin/Marcus menang 15-21, 21-17, 21-15 dan maju ke final. | Badmintonindonesia.org /PBSI

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akan bertarung pada final Kejuaraan Asia 2019 di Wuhan, Tiongkok, Minggu (28/4) sore. Sejak Markis Kido/Hendra Setiawan pada 2009, belum ada lagi ganda putra Indonesia yang merebut medali emas di turnamen tersebut. Tugas Marcus/Kevin adalah mengakhiri penantian panjang itu.

The Minions--julukan ganda putra no. 1 dunia asal Indonesia itu--akan berhadapan dengan unggulan kelima dari Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, pada final yang berlangsung di Wuhan Sports Center.

Kejuaraan Asia adalah salah satu turnamen yang belum pernah berhasil dimenangi oleh Kevin/Marcus. Prestasi terbaik mereka adalah masuk perempat final pada 2016, tetapi disingkirkan ganda Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

Pada 2017 Kevin/Marcus mundur dari turnamen karena cedera punggung yang diderita Marcus beberapa hari sebelum kejuaraan berlangsung. Kemudian pada 2018 mereka tak mendaftarkan diri karena pernikahan Marcus yang berdekatan dengan penyelenggaraan turnamen.

Kali ini mereka bisa menuntaskan rasa penasaran di Kejuaraan Asia. Peluang untuk menjadi juara pun terbuka. Kevin/Marcus telah dua kali bertarung dengan Endo/Watanabe dan selalu menang. Terakhir pada babak pertama Hong Kong Open 2018, November lalu.

Meski demikian, Marcus tak mau memandang remeh semua lawan di final. "Siapa pun yang bisa ke final pasti bagus mainnya, nggak mungkin mereka mau kalah begitu saja. Siapa saja lawan kami di final besok, kami harus siap," kata Marcus kepada BadmintonIndonesia.org usai semifinal.

Endo/Watanabe memang tak bisa dipandang enteng. Mereka menyingkirkan juara bertahan, Li Junhui/Liu Yuchen dari Tiongkok, pada perempat final, lalu menang 21-17, 20-22, 25-27 atas Kang Min-hyuk/Kim Won-ho di semifinal.

Sementara Kevin/Marcus menundukkan Kamura/Sonoda untuk mendapat tempat di final. Bangkit dari kekalahan pada gim pertama, The Minions menang 15-21, 21-17, 21-15.

Kemenangan pada turnamen ini, selain memperbesar peluang untuk lolos ke Olimpiade Tokyo 2020, juga bisa membangkitkan kembali semangat The Minions. Setelah menjuarai dua turnamen pembuka tahun--Malaysia Masters dan Indonesia Masters--mereka gagal mencapai final pada tiga turnamen beruntun, yaitu All England, Malaysia Open, dan Singapore Open.

All England menjadi turnamen yang paling menyesakkan bagi mereka. Tampil sebagai juara bertahan, Kevin/Marcus langsung tersingkir di babak pertama, kalah dari ganda Tiongkok, Liu Cheng/Zhang Nan.

Saat ini, menurut The Minions, peta persaingan ganda putra memang semakin ketat. Banyak pasangan baru yang hebat bermunculan, terutama dari Jepang dan Tiongkok.

"Memang tiap tanding maunya sih menang terus, tapi kan lawannya bagus-bagus. Persaingan sekarang ramai, tapi kami tidak ada beban. Walaupun diunggulkan, tapi kami tidak terbebani, ya dinikmati saja," ujar Marcus.

Kevin menambahkan bahwa sangat sulit untuk selalu menang, tetapi mereka selalu mengeluarkan kemampuan terbaik pada setiap pertandingan.

"Kami fokus ke goals-goals kami, dan goals di tahun depan. Kalau ditanya mau menang, pasti mau menang, tapi kami mau kasih yang terbaik mulai perhitungan Olimpiade," tandasnya.

Sementara itu, ganda putri Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta kembali harus puas dengan medali perunggu seperti tahun lalu. Kali ini mereka dikalahkan unggulan ke-4 Chen Qincheng/Jia Yifan dari Tiongkok, 20-22, 12-21, di semifinal.

Pada final, Chen/Jia akan berhadapan dengan ganda putri Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara. Pebulu tangkis dari Tiongkok dan Jepang mendominasi final kejuaraan kali ini.

Tunggal putra Jepang, Kento Momota, menjadi satu-satunya juara bertahan Kejuaraan Asia yang bisa melangkah hingga final. Momota akan berupaya mempertahankan gelarnya menghadapi unggulan kedua Shi Yuqi dari Tiongkok.

Pertarungan Jepang vs. Tiongkok juga berlangsung di final tunggal putri. Akane Yamaguchi akan berebut medali emas tunggal putri dengan He Bingjiao.

Pada nomor ganda campuran terjadi "all-Chinese final" antara He Jiting/Du Yue melawan Wang Yilyu/Huang Dongping.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR