BULU TANGKIS

Kevin/Marcus raih gelar pemain terbaik BWF dua tahun beruntun

Poul-Erik Hoyer, Presiden BWF, saat memberikan plakat pemain terbaik putra BWF 2018 kepada Kevin/Marcus di LN Garden Hotel, Guangzhou, Tiongkok, Senin (10/12/2018) malam WIB.
Poul-Erik Hoyer, Presiden BWF, saat memberikan plakat pemain terbaik putra BWF 2018 kepada Kevin/Marcus di LN Garden Hotel, Guangzhou, Tiongkok, Senin (10/12/2018) malam WIB. | Badmintonindonesia.org /PBSI

Untuk kali kedua dalam dua tahun terakhir, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon ditahbiskan sebagai Male Player of the Year (pemain terbaik putra) oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Penghargaan itu diberikan dalam acara di LN Garden Hotel, Guangzhou, Tiongkok, Senin (10/12/2018) malam WIB. Kevin/Marcus menyingkirkan nomine lainnya, yaitu tunggal putra Jepang, Kento Momota, dan spesialis ganda dari Tiongkok, Zheng Siwei.

Ini adalah sejarah baru yang pernah ditorehkan oleh pebulu tangkis Indonesia. Sejauh ini, belum pernah ada pemain Tanah Air yang berhasil menyabet penghargaan tersebut untuk semua kategori.

Dengan keberhasilannya merebut dua tahun beruntun, The Minions pun menajamkan catatan itu. "Kami tidak menyangka bisa menang lagi tahun ini, karena persaingannya ketat," kata Kevin usai acara penyerahan penghargaan kepada Badmintonindonesia.org.

Pemain asal Klub PB Djarum tersebut boleh saja berkata demikian. Namun, jika melihat grafik prestasi pebulu tangkis putra sepanjang 2018, rasanya penghargaan ini tak terlalu mengejutkan.

Pasalnya, mereka sangat mendominasi nomor ganda putra tahun ini. Dari 15 turnamen level tinggi BWF (minimal BWF World Tour Super 500), mereka berhasil sembilan kali masuk final dengan delapan di antaranya berdiri di pucuk podium.

Gelar BWF World Tour mereka tahun ini adalah Indonesia Masters, India Open, All England, Indonesia Open, Japan Open, Denmark Open, China Open, dan Hong Kong Open. Plus satu emas Asian Games, maka total gelar sepanjang 2018 Kevin/Marcus menjadi sembilan.

Mesti dicatat, Kevin/Marcus tidak mengikuti seluruh turnamen level tinggi BWF tersebut. Dari 15 turnamen yang berlangsung, mereka cuma mengikuti 11 turnamen. Jadi, hanya tiga kali mereka gagal merebut gelar juara.

Sekarang, mari bandingkan dengan nomine lainnya untuk kategori putra, Momota dan Zheng. Untuk Momota, dia ikut dalam 12 turnamen BWF World Tour sepanjang 2018, dengan beberapa di antaranya level menengah, seperti German Open, Swiss Open, atau Vietnam International Challenge.

Lima gelar ia raih di BWF World Tour sepanjang tahun lalu. Plus medali emas di Kejuaraan Asia dan Kejuaraan Dunia, maka total Momota meraih tujuh gelar.

Sedangkan Zheng, ikut di 11 kejuaraan BWF World Tour dengan tujuh di antaranya berakhir menjadi juara. Sebagai catatan, Zheng kerap main di ganda putra dan ganda campuran. Tujuh gelar yang ia dapatkan, semuanya berasal dari ganda campuran.

Dengan Kejuaraan Dunia dan Kejuaraan Asia, total ia meraih sembilan gelar sepanjang 2018. Dari fakta tersebut, Kevin pun menyangka gelar pebulu tangkis terbaik kategori putra bakal jatuh ke tangan Zheng. "Zheng sering juara," kata Kevin.

Atas keberhasilan ini, menurut Marcus, ia dan Kevin tak ingin cepat puas. Pasalnya, masih banyak gelar yang masih ingin mereka raih.

"Kami merasa masih banyak yang harus dikejar, kami tidak mau cepat puas," ucap Marcus. "Ke depannya, kami harus lebih berprestasi dan tampilkan yang terbaik."

Memang, meski sudah puluhan trofi mengisi lemari prestasi, tapi sebagai pemain, capaian mereka rasa-rasanya belum lengkap. Mereka belum pernah mengangkat trofi Kejuaraan Dunia dan meraih medali emas Olimpiade.

Gelar-gelar lain

Pada acara penobatan gelar pebulu tangkis terbaik BWF 2018, ada empat atlet lain dari Indonesia yang juga masuk nominasi.

Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting pada kategori Most Improved Player of the Year, Apriyani Rahayu dan Gregoria Mariska tunjung (Eddy Choong Most Promising Player of the Year), dan terakhir Leani Ratri Oktila (Female Para-badminton Player of the Year).

Dari deretan nama-nama tersebut, hanya Leani yang berhasil merebut gelar pemain terbaik. Leani menyingkirkan Sujirat Pookkham (Thailand) dan Yuma Yamazaki (Jepang) sebagai pebulu tangkis wanita berkebutuhan khusus terbaik 2018.

"Nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Nggak nyangka bisa sejauh ini pencapaiannya," ucap Leani. "Dengan gelar ini, latihannya harus lebih semangat dan lebih fokus ke Olimpiade."

Berikut daftar pemenang BWF Player of The Year 2018:

Male Player of The Year: Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (Indonesia)
Female Player of The Year: Huang Yaqiong (Tiongkok)
Eddy Choong Most Promising Player of The Year: Han Chengkai/Zhou Haodong (Tiongkok)
Male Para-badminton Player of The Year: Jack Shephard (Inggris)
Female Para-badminton of The Year: Leani Ratri Oktila (Indonesia)
Most Improve Player of The Year: Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Jepang)
Male Best Dress: Shi Yuqi (Tiongkok)
Female Best Dress: PV Sindhu (India)

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR