INDONESIA OPEN 2019

Kevin/Marcus target pertahankan gelar, ada peluang di tunggal putra

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon saat tampil pada final ganda putra Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta (8/7/2018).
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon saat tampil pada final ganda putra Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta (8/7/2018). | Bagus Indahono /EPA-EFE

Blibli Indonesia Open 2019 semakin dekat. Satu dari hanya tiga turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, 16-21 Juli 2019. Sebagai turnamen dengan kategori tertinggi, para pebulu tangkis peringkat atas dunia wajib mengikutinya, sehingga menjanjikan pertarungan yang seru di lapangan.

Para pebulu tangkis top Indonesia pun telah bersiap untuk menghadapi ajang besar di Tanah Air tersebut, termasuk ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, yang ditargetkan bisa mempertahankan gelar juara yang mereka rebut tahun lalu.

"Target pribadi pastinya mempertahankan gelar," kata Kevin dalam konferensi pers Indonesia Open 2019 di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Walau demikian, Kevin menyatakan bahwa mereka tidak mau terlalu terbebani oleh keinginan untuk kembali menjadi juara di turnamen berhadiah total 1,25 juta dolar AS (Rp17 miliar) tersebut dan akan berupaya untuk fokus pada setiap pertandingan yang bakal dihadapi. Perjalanan mempertahankan gelar, sambungnya, tak akan mudah.

"Pertahankan gelar itu nggak pernah gampang, karena banyak beban juga. Tahun kemarin sama tahun ini nggak jauh beda, kekuatan sekarang kan sudah merata, tiap pemain punya kesempatan yang sama," jelas ganda putra no. 1 dunia itu.

The Minions, julukan Kevin/Marcus, merebut dua gelar juara pada awal tahun ini--Malaysia Masters dan Indonesia Masters. Akan tetapi setelah itu mereka gagal mempertahankan trofi All England--bahkan kalah di pertandingan pembuka--serta tak bisa mencapai final Malaysia Open dan Singapore Open.

Indonesia Open akan menjadi turnamen pertama yang mereka lakoni setelah Piala Sudirman 2019 di Tiongkok pada Mei. Dengan demikian, mereka praktis tak berkompetisi selama dua bulan saat Indonesia Open dimulai nanti.

Walau demikian, Kevin menyatakan masa liburan yang panjang itu takkan menjadi masalah. "Kami pernah juga nggak tanding beberapa bulan dan tidak ada masalah," pungkas Kevin.

Hasil undian mempertemukan The Minions dengan ganda putra Jepang yang mereka kalahkan pada final tahun lalu, yaitu Takuto Inoue/Yuki Kaneko.

Tahun lalu, selain Kevin/Marcus, Indonesia merebut satu gelar tambahan dari ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Karena Liliyana sudah pensiun dan belum ada lagi ganda campuran berkualitas serupa, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) beralih pada nomor tunggal putra.

Sejak Simon Santoso menjadi juara pada 2012, belum ada lagi tunggal putra Indonesia yang menang di kandang sendiri. Namun Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susi Susanti, melihat ada harapan untuk mengakhiri paceklik di nomor tersebut pada tahun ini.

"Kalau lihat progres tunggal putra memang bagus, meskipun levelnya masih belum tinggi, tapi paling tidak ada peningkatan dari kepercayaan diri mereka. Saya rasa tunggal putra punya peluang, jadi ajang pembuktian bagi mereka," kata Susy kepada Badmintonindonesia.org.

Tunggal putra terbaik Indonesia saat ini, Jonatan Christie, memang tengah "on fire". Ia menjuarai dua turnamen beruntun di Selandia Baru dan Autralia pada periode Mei-Juni lalu. Walau demikian, dua turnamen tersebut hanya berkategori Super 300, jadi tak semua pemain top dunia ambil bagian.

Sementara Anthony Sinisuka Ginting, walau belum merebut gelar juara tahun ini, telah tampil di final dua turnamen, yakni Singapore Open dan Australian Open. Pengalaman menjadi juara turnamen Super 1000, China Open 2018, dinilai bisa membantunya dalam menghadapi pemain top dunia.

Pelatih Kepala Tunggal Putra PBSI, Hendry Saputra, menyatakan peluang untuk merebut gelar juara tunggal putra memang terbuka. Semua, menurut Hendry, tergantung pada persiapan dan kemampuan mereka menjaga konsistensi permainan di tingkat teratas.

Turnamen sport-artainment

(Ki-ka) Atlet bulutangkis Indonesia Gloria Widjaja, Kabid Binpres PBSI Susi Susanti, Ketua Panitia Pelaksana Blibli Indonesia Open 2019 Achmad Budiharto, CEO Blibli.com Kusumo Martanto, Ketua Umum PP PBSI, Wiranto, Head of Global Markets PT Bank HSBC Indonesia Ali Setiawan, dan atlet bulutangkis Kevin Sanjaya pada konferensi pers Blibli Indonesia Open 2019 di Jakarta, Rabu (26/06/2019).
(Ki-ka) Atlet bulutangkis Indonesia Gloria Widjaja, Kabid Binpres PBSI Susi Susanti, Ketua Panitia Pelaksana Blibli Indonesia Open 2019 Achmad Budiharto, CEO Blibli.com Kusumo Martanto, Ketua Umum PP PBSI, Wiranto, Head of Global Markets PT Bank HSBC Indonesia Ali Setiawan, dan atlet bulutangkis Kevin Sanjaya pada konferensi pers Blibli Indonesia Open 2019 di Jakarta, Rabu (26/06/2019). | Blibli Indonesia Open 2019

Sponsor utama turnamen, Blibli.com, menjanjikan konsep penyelenggaraan turnamen yang menarik dan bisa memberi kesan mendalam bagi para penonton yang datang. Konsep tersebut mereka sebut "sport-artainment", perpaduan antara ajang olahraga, seni budaya, dan hiburan.

"Kami pastikan pengalaman pengunjung akan semakin berkesan melalui berbagai aktivitas menarik dengan konsep sport-artainment; mulai dari food festival yang menghadirkan beragam kuliner lokal, berbagai penawaran produk menarik, relax zone, art installation, dan pertunjukan musik,” ujar CEO Blibli.com, Kusumo Martanto, dalam siaran pers yang diterima Beritagar.id.

Oleh karena itu, daya tarik Indonesia Open 2019, menurutnya, takkan hanya ada di lapangan pertandingan, tetapi juga di luar arena. Penonton bakal dibuat nyaman dengan segala fasilitas yang tersedia dan acara yang bakal diselenggarakan.

Tiket pertandingan bisa didapat secara daring (online) melalui situs blibli.com dan tiket.com. Harga tiket berkisar antara Rp25.000 hingga Rp2,1 juta. Selain secara daring, tiket juga bisa dibeli di loket yang ada di Istora Senayan pada hari berlangsungnya pertandingan.

Para penggemar yang tidak bisa datang ke Istora bisa melihat siaran langsung pertandingan melalui situs www.djarumbadminton.com.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR