OLIMPIADE

Korsel ajak Korut jadi tuan rumah bersama Olimpiade 2032

Tim perahu tradisional putri Korea Bersatu (Unified Korea) merebut medali emas Kompetisi Perahu Tradisional (TBR) 500 meter putri Asian Games 2018 di Danau Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, Minggu (26/8/2018).
Tim perahu tradisional putri Korea Bersatu (Unified Korea) merebut medali emas Kompetisi Perahu Tradisional (TBR) 500 meter putri Asian Games 2018 di Danau Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, Minggu (26/8/2018). | Wahyu Putro A /Antara Foto/Inasgoc

Setelah menurunkan beberapa tim bersama di Olimpiade Musim Dingin 2018 dan Asian Games 2018, Korea Selatan (Korsel) ingin bekerja sama lebih jauh lagi dengan Korea Utara (Korut), setidaknya dalam bidang olahraga.

Menteri Olahraga Korsel, Do Jong-hwan, dikabarkan Kantor Berita Yonhap (12/9/2018), bakal mengajukan proposal kepada rekannya di Korut untuk mengajukan diri menjadi calon tuan rumah bersama Olimpiade Musim Panas 2032.

Do menyatakan ide tersebut datang melihat keberhasilan penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang. Ikut berpartisipasinya atlet-atlet Korut pada Olimpiade tersebut membuat situasi di Semenanjung Korea yang biasanya panas, menjadi lebih dingin.

"Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang menunjukkan nilai-nilai Olimpiade dengan sangat baik. Saya harap perdamaian di Asia timur laut terus berlangsung melalui olahraga," kata Do usai pertemuan dengan menteri olahraga Tiongkok dan Jepang.

Proposal tersebut, ujar Do dikutip SportStar Live, akan diajukannya saat menghadiri pertemuan tingkat tinggi di Pyongyang, Ibu Kota Korut, bersama Presiden Korsel, Moon Jae-in. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari mulai 18 September 2018.

"Saya berencana memberi proposal ini kepada Korut untuk penyelesaian perdamaian. Seoul dan Pyongyang akan menjadi tuan rumah bersama (Olimpiade 2032)," ujarnya.

Hubungan antara dua Korea--yang dipisahkan pada garis paralel 38 derajat usai Perang Dunia II--belakangan ini mulai membaik. Kesediaan Presiden Korut Kim Jong-un untuk membuka diri dan berdialog menjadi salah satu pendorongnya.

Mulai terjalinnya perdamaian antara mereka ditandai dengan pengiriman kontingen dan rombongan seniman Korut ke Olimpiade Pyeongchang. Mereka bahkan melakukan parade atlet bersama di bawah bendera Korea Bersatu (Unified Korea) dalam upacara pembukaan, serta menurunkan tim bersama pada cabang olahraga hoki es putri.

Kedekatan tersebut diteruskan dalam Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, Indonesia. Sama seperti di Pyeongchang, mereka juga berparade bersama pada upacara pembukaan dan menurunkan tim bersama untuk cabang olahraga bola basket putri, kano, dan dayung.

Sejarah tercipta saat tim kano beregu putri Korea Bersatu merebut medali emas nomor kompetisi perahu tradisional 500 m di Palembang. Lagu rakyat berjudul "Arirang" dilantunkan saat pengalungan medali. Mereka total mengumpulkan 1 emas, 1 perak, dan 2 perunggu di pesta olahraga Asia tersebut.

Selain mengajukan proposal menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, Do juga mengatakan ia akan membahas soal kemungkinan menurunkan tim Korea Bersatu pada Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

"Kami akan meminta dukungan dari penyelenggara Olimpiade mengenai perluasan tim Korea Bersatu dan berparade bersama di Tokyo 2020," katanya dalam Insidesport.

"Untuk membentuk tim bersama, kami harus bekerja sama sejak babak kualifikasi. Kami akan berbicara dengan asosiasi olahraga dan para atlet. Saya juga akan berdiskusi dengan menteri olahraga Korea Utara mengenai hal ini," tambah Do.

Jika Korut menerima usul Korsel, mereka akan bersaing dengan beberapa negara lain yang telah mengutarakan hasrat mereka untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Negara-negara tersebut adalah Indonesia, Australia, Jerman, Tiongkok, dan India.

Piala Dunia di Asia Timur Laut

Selain soal Olimpiade, Do Jong-hwan juga mengatakan kemungkinan untuk mengajak Korut, Tiongkok, dan Jepang menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030.

"Kami mendengar bahwa Tiongkok akan mengajukan penawaran menjadi tuan rumah Piala Dunia (2030)," kata Do. "Tetapi kami ingin membuat proposal menjadi tuan rumah bersama ajang tersebut dengan negara tetangga lain seperti Korut, Tiongkok, dan Jepang."

Penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia itu bersama-sama, menurutnya, bakal mempertahankan atmosfer perdamaian saat ini dan menghubungkan perdamaian di Asia Timur Laut dengan perdamaian di Semenanjung Korea.

Argentina, Uruguay, dan Paraguay juga telah mengumumkan kesepakatan mereka untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia tersebut. Begitupula negara Afrika Utara, Maroko.

Selain itu, dikabarkan BBC, Inggris juga tertarik untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030. Ada kemungkinan Inggris bakal mengajak Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara untuk menjadi tuan rumah bersama.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR