BULU TANGKIS

KPAI dan PB Djarum damai, nama audisi diganti dan tanpa logo

Sejumlah anak mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (8/9/2019).
Sejumlah anak mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (8/9/2019). | Idhad Zakaria /Antara Foto

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Djarum Foundation sepakat berdamai untuk mengakhiri polemik penyelenggaraan audisi atlet bulu tangkis. Nama Audisi Umum PB Djarum 2019 akan diubah menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis.

“Sudah ada kesepakatan (KPAI) dengan PB (Persatuan Bulu Tangkis) Djarum. Djarum akan mengubah nama dan tidak menggunakan logo merek dan brand image,” kata Ketua KPAI, Susanto, ketika dihubungi Beritagar.id pada Kamis (12/9/2019).

Selain itu, KPAI akan mencabut surat KPAI tertanggal 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentian audisi Djarum.

Kesepakatan diambil setelah kedua pihak melakukan pertemuan yang difasilitasi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, di kantornya, Jakarta, Kamis ini. Susanto menghadiri pertemuan tersebut bersama salah satu pengurus PB Djarum, Lius Pongoh.

Kedua pihak menilai pembinaan atlet bulu tangkis di kalangan anak muda masih diperlukan. Terlebih, bulu tangkis adalah cabang olah raga penyumbang medali dalam ajang internasional dan regional.

“Alasan utama adanya kesinambungan audisi bulu tangkis adalah dengan mempertimbangkan adanya ketersediaan atlet bulu tangkis usia muda secara selektif dan berjenjang dalam kontribusi bagi proses pembibitan atlet bulu tangkis nasional,” merujuk poin kesepakatan kedua pihak dalam rilis yang diterima Beritagar.id.

Lebih jauh, Kemenpora, KPAI, dan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memberikan kesempatan kepada PB Djarum untuk konsolidasi internal dalam penyelenggaraan audisi tahun 2020.

Polemik ini bermula saat KPAI meminta penggunaan anak sebagai promosi pemasaran kegiatan audisi bulu tangkis dihentikan. Dalam materi tersebut, Djarum secara tidak langsung juga ikut memasarkan brand image mereka.

KPAI merujuk PP Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. Dalam Pasal 47 beleid tesebut, setiap kegiatan yang disponsori produk tembakau dan bertujuan mempromosikan produk tembakau dilarang mengikutsertakan anak usia di bawah 18 tahun.

Sementara pihak Djarum Foundation berpendapat, audisi umum yang dilakukan bukanlah promosi produk tembakau. PB Djarum adalah murni klub olah raga bulu tangkis yang sudah hampir lima dekade berdiri.

Sebelumnya, PB Djarum mengadakan audisi di lima kota pada 2019 dan tiga di antaranya yang bakal digelar Oktober hingga November nanti, tak akan menggunakan logo PB Djarum. Ketiga kota tersebut yakni Surabaya (20-22 Oktober), Solo Raya (27-29 Oktober), dan Kudus (17-19 November).

Catatan redaksi: Beritagar.id terafiliasi secara tidak langsung dengan Djarum Foundation.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR