LIGA 2 INDONESIA

Laga sarat sejarah di final Liga 2

Para pemain Persebaya (kostum hijau) tengah merayakan gol.
Para pemain Persebaya (kostum hijau) tengah merayakan gol. | M Risyal Hidayat /Antara Foto

Liga 2 Indonesia kini tengah memasuki babak akhir. Dua tim yang berlaga di partai final turnamen kasta kedua dalam hirarki liga di Indonesia itu, sudah terpilih. Mereka adalah PSMS Medan dan Persebaya Surabaya.

Tim Ayam Kinantan--julukan PSMS--berhasil melangkah ke final setelah di babak semifinal, Sabtu (25/11), mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 2-0. Dua gol PSMS dibuat pada babak tambahan waktu, oleh Frets Butuan (menit 113) dan Dimas Drajad (117).

Sementara itu, Bajul Ijo--julukan Persebaya--melaju ke partai puncak setelah menundukkan Martapura FC dengan skor 3-1. Dua gol dari Irfan Jaya (penalti menit ke-24 dan 38) serta Rishadi Fauzi (54) hanya mampu dibalas oleh Reza Saputra (55).

Dengan kemenangan tersebut, baik Persebaya maupun PSMS, berhak mendapat tiket promosi ke Liga 1 Indonesia musim depan. Meski demikian, bukan berarti pertandingan final pada Selasa (28/11), akan berlangsung ala kadarnya.

Seperti yang diungkapkan oleh Kapten PSMS, Legimin Raharjo. Menurutnya, Persebaya akan bermain total. "Persebaya adalah tim bagus. Biarpun sudah lolos, anak-anak berambisi bermain bagus di pertandingan final nanti," ucap Legimin, yang dinukil dari Kompas.com.

Setali tiga uang, Persebaya juga akan bermain total di babak final. Menurut pemain belakang mereka, Fandri Imbiri, timnya tak puas bila hanya promosi ke Liga 1 Indonesia. "Kami ingin membawa Persebaya menjadi juara Liga 2," ucapnya, dikutip dari laman resmi Liga Indonesia (H/T Tirto.id).

Partai yang bakal di gelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, itu akan menjadi laga sarat sejarah. Persebaya merupakan tim yang berlaga dalam kompetisi perserikatan (1931-1994)--cikal bakal Liga Indonesia.

Dalam rentang waktu tersebut, Persebaya lima kali menjuarai kompetisi dan delapan kali runner-up.

Sedangkan sejarah PSMS, memang tak setua Persebaya. Mereka baru mulai mengikuti kompetisi di Indonesia pada 1951-1994, saat kejuaraan tak lagi bernama kompetisi perserikatan, namun Kejurnas PSSI.

Sejak 1951-1994, PSMS menjuarai turnamen sebanyak lima kali dan runner-up empat kali.

Pada 1995, PSSI menggabungkan kompetisi semiprofesional Galatama (dibentuk PSSI pada 1979) dan perserikatan menjadi liga profesional, yakni Liga Indonesia. Dan, PSMS maupun Persebaya menjadi bagian dari kompetisi itu.

Maka, pernyataan Djadjang "Djanur" Nurdjaman, pelatih PSMS, sepertinya tak salah. Menurut mantan pembesut Persib Bandung itu, final Liga 2 tetap bakal berjalan sengit.

"Saya yakin final Liga 2 tetap sengit, karena PSMS dan Persebaya juga merupakan tim yang punya tradisi di Indonesia," ucap Djanur, dikutip dari CNN Indonesia.

Apapun hasil di final nanti, Djanur pun senang. Pasalnya, para tim perserikatan mulai berkumpul di liga tertinggi tanah air.

"Sekarang mulai komplet. Total ada lima tim legenda Perserikatan karena ditambah PSMS dan Persebaya. Liga 1 musim depan bakal seru," katanya, yang dikutip dari Viva.co.id. Di Liga 1, kini tim yang berasal dari perserikatan adalah Persija Jakarta, Persib Bandung, dan PSM Makassar.

Perebutan tempat terakhir

Dalam kerangka regulasi promosi-degradasi yang dibuat PT Liga Indonesia Baru, kompetisi di Liga 1 Indonesia akan mendegradasi 3 tim terbawah. Artinya, ada tiga tim baru yang berasal dari Liga 2.

Sejauh ini, baru dua tim yang berhasil merangkak ke Liga 1, yakni PSMS Medan dan Persebaya Surabaya. Satu tim tersisa, kini diperebutkan oleh PSIS Semarang atau Martapura FC, alias dua tim yang kalah di semifinal Liga 2.

Tentu, kedua tim sangat berhasrat untuk pertandingan kali ini. Pelatih PSIS, Subangkit mengatakan, akan menata kembali timnya sebelum laga penentuan itu, Selasa (28/11). Caranya, dengan membenahi kebugaran fisik dan mental pemainnya.

"Kesempatan untuk mewujudkan target masih ada .. Kami harap pemain bisa lebih efektif dalam menyerang. Pemain juga wajib konsentrasi di pertandingan," ucap Subangkit, seperti dikutip dari Tribunnews.

"Kami akan tetap fight. Berusaha meraih tiket promosi ke Liga 1 buat Jawa Tengah," tambah Subangkit, yang disadur dari Tirto.

Sikap optimis juga ditunjukan Martapura FC. Pelatih Frans Sinatra Huwae mengutarakan, ia telah mengevaluasi performa anak asuhnya saat dikalahkan Persebaya 3-1. Menurutnya, kekurangan timnya saat itu adalah tidak tenang kala bermain.

"Itu menjadi evaluasi kami. Kami akan berjuang untuk merebut peringkat ketiga sekaligus promosi ke Liga 1. Mudah-mudahan peluang itu bisa kami ambil," ujar Frans, dikutip dari Goal.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR