FRANCE OPEN 2017

Laju Dinar dan Owi/Butet gagal diikuti debutan

Dinar tengah beraksi di Indonesia Open. Pada kejuaraan France Open, dia berhasil melangkah ke babak utama setelah menang dua kali di kualifikasi.
Dinar tengah beraksi di Indonesia Open. Pada kejuaraan France Open, dia berhasil melangkah ke babak utama setelah menang dua kali di kualifikasi. | Badmintonindonesia.org /PBSI

Hari pertama kejuaraan Yonex France Open 2017 pada Selasa (24/10), berakhir cukup manis bagi Indonesia. Dari 4 wakil yang turun di babak kualifikasi dan utama, Indonesia berhasil mengirimkan dua wakilnya.

Mereka adalah Dinar Dyah Ayustine (tunggal puri) dan Tontowi "Owi" Ahmad/Liliyana "Butet" Natsir. Dinar, yang bermain dua kali di babak kualifikasi, berhasil melaju ke babak pertama kejuaraan yang menyediakan total hadiah 325.000 USD tersebut.

Pada kualifikasi pertama yang berlangsung di lapangan 1 Stade Pierre de Coubertin, Paris, dengan cukup mudah, dara 23 tahun tersebut mengalahkan wakil Denmark, Natalia Koch Rohde, dengan straight game, 21-11, 21-15.

Sedangkan di kualifikasi kedua, giliran wakil Korea Selatan yang ia tekuk, yakni Kim Hyo Min. Lewat pertarungan ketat selama 3 gim, Dinar mengalahkan Kim dengan skor 21-19, 9-21, 21-13.

Pertarungan seru terjadi di gim pertama. Dinar sebenarnya sempat tertinggal 14-19. Bukan pasrah, dia justru bermain ngotot dan menyerang. Hasilnya, Kim tertahan di angka 19, sementara skor Dinar melaju dan menuntaskan gim tersebut.

Di gim kedua, Dinar kalah segalanya. Baru di gim penentu ia bangkit. "Saya mulai bisa membaca permainan lawan dan tidak memberikan kesempatan di gim ketiga. Saya mempercepat permainan," ucap Dinar, seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org.

Di babak utama nanti, Dinar sudah ditunggu pemain asal Jepang, Saena Kawakami. Sejauh ini, menurut Dinar, ia dan Saena pernah bertemu di ajang Djarum Super Liga di Surabaya beberapa waktu lalu.

Saat itu ia kalah. Namun ada hal berharga yang Dinar dapat, yakni ia mengerti cara bermain lawan. "Meski ga ada pukulannya yang berbahaya, tapi dia pemain yang ulet dan bisa mengembalikan bola terus," ucapnya. "Saya harus bermain sabar dan pintar."

Sedangkan Owi/Butet berhasil melangkah dari babak utama ke babak kedua setelah mengalahkan Pranaav Jerry Chopra/Reddy N. Sikki (India) dengan straight game, 21-15, 21-12.

Laga kedua wakil ini bisa dibilang berat sebelah. Baik di gim pertama maupun kedua, perolehan skor Owi/Butet tak pernah di bawah Pranaav/Reddy. "Kami bermain cukup bagus hari ini. Dari awal feeling-nya langsung pas," kata Owi.

Debutan gagal bersinar

Wakil Indonesia lain yang turun pada hari pertama kejuaraan adalah pasangan ganda campuran Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja. Pada pertandingan tersebut, Hafiz/Gloria baru pertama kali dipasangkan oleh PBSI.

Sayangnya, mereka harus angkat koper dini di France Open. Sebab, mereka ditekuk pasangan nomor 1 dunia, Zheng Siwei/Chen Qingchen (Tiongkok) dengan skor 21-19, 21-13. Alhasil, Hafiz/Gloria tak dapat melaju ke babak kedua.

Meski kalah, penampilan mereka sebenarnya cukup baik, terutama di gim pertama. Bahkan, Hafiz/Gloria sempat unggul di interval gim, 11-8. Namun ketenangan dan kerja sama Zhen/Chen mampu mengatasi permainan Hafiz/Gloria.

"Di gim kedua, lawan memang lebih mampu membaca permainan. Permainan depan kami dibatasi dan dipancing terus mengangkat shuttlecock. Akhirnya kami bermain defense," ucap Hafiz.

Kelebihan lain Zheng/Chen di mata Hafiz adalah service dan pembukaan--istilah lain menerima service lawan. Menurut Hafiz, service lawannya tersebut tipis dan sulit dikembalikan.

Kekalahan ini, dikatakan Hafiz, sedikit banyak karena minimnya jam terbang mereka. "Kami baru dipasangkan, penampilan baru 70 persen. Komunikasi pun masih belum terlalu bagus," ujarnya.

"Tetapi andai kami konsisten seperti di awal gim pertama, sepertinya kami bisa tampil lebih baik."

Satu wakil Indonesia lain yang langsung kalah di hari pembukaan adalah Lyanny A. Mainaky. Nama terakhir ini ditekuk Yvonne Li (Jerman) dengan angka 21-23, 21-13, 15-21.

Keuntungan Anthony

Seharusnya, lawan Anthony Sinisuka Ginting di babak utama France Open nomor tunggal putra adalah Lin Dan (Tiongkok). Namun, menjelang turnamen dimulai, mantan pemain nomor 1 dunia itu mengundurkan diri.

Alhasil, kini lawan juara Korea Open 2017 itu berubah. Yakni Parupalli Kashyap dari India. Tentu ini keuntungan tersendiri bagi Anthony. Dengan berubahnya lawan, kesempatan Anthony untuk melangkah jauh di France Open menjadi lebih terbuka.

"Kalau jadi bertemu Lin Dan, saya mau mengukur kemampuan saya sudah sejauh mana. Berhubung Lin Dan mundur, saya anggap ini kesempatan," katanya. "Mau lawan Lin Dan pun sebenarnya ada kesempatan juga."

Meski demikian, Anthony tetap mewaspadai para pemain India. Ia mengatakan, ada satu yang khas dari para pemain India. "Stroke-nya halus dan mereka tidak mudah dimatikan serta tak mau cepat-cepat mematikan lawan,"pungkasnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR