Liga 1 resmi diluncurkan tapi masih ada persoalan

PT. Liga Indonesia Baru meluncurkan logo resmi Go-Jek Traveloka Liga 1 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (10/4/2017).
PT. Liga Indonesia Baru meluncurkan logo resmi Go-Jek Traveloka Liga 1 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (10/4/2017). | Hedi Novianto /Beritagar.id

PT. Liga Indonesia Baru (LIB) resmi meluncurkan Go-Jek Traveloka Liga 1 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (10/4/2017). PT. LIB pun memperkenalkan logo resmi kompetisi yang diikuti 18 klub teratas di Indonesia tersebut.

Logo berlatar warna biru dan hijau, warna dasar Go-Jek --layanan on-demand berbasis aplikasi-- dan Traveloka --layanan internet penyedia aplikasi travel booking. Di bagian atas logo terdapat kepala burung garuda yang menempel pada bola.

Liga 1 bakal bergulir mulai Sabtu, 15 April nanti, dan berakhir pada 12 November kelak. Selama itu terdapat 306 pertandingan yang akan digelar.

203 pertandingan di antaranya akan disiarkan secara langsung oleh TV One. Sementara dari Liga 2, TV One akan menyiarkan 58 laga secara langsung.

"Semoga kompetisi teratas ini bisa melahirkan para pemain profesional dan bergairah demi negara kita tercinta," ujar Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi dalam sambutannya.

Dalam kesempatan itu pula diperkenalkan kostum kandang-tandang 18 klub peserta. Parade pemain sebagai perwakilan klub pun mewarnai perkenalan kostum ini.

Antara lain Michael Essien mewakili Persib Bandung, Irfan Bachdim untuk Bali United, dan Fabiano Beltrame sebagai duta Madura United.

Ditunjukkan pula bola resmi Liga 1 yang disediakan Nike dan belum dijual di pasaran. Sementara apparel Joma menjadi sponsor resmi untuk tiga kostum beda warna wasit Liga 1.

Piotr Jakubowski, Chief Marketing Officer Go-Jek Indonesia, menyambut gembira keterlibatan pihaknya dalam kompetisi sepak bola tertinggi di tanah air ini. Apalagi, menurutnya, Liga 1 adalah kompetisi yang baru dan membawa semangat baru.

"Go-Jek percaya bahwa sepak bola bisa menyatukan Indonesia. Inilah saatnya sepak bola Indonesia bangkit," ujar Piotr yang mengaku lahir dan besar di Indonesia ini.

Gelandang Persib Bandung Michael Essien (kanan) memperkenalkan kostum kandang "Maung Bandung" dalam peluncuran Liga 1 di Jakarta, Senin (10/4/2017).
Gelandang Persib Bandung Michael Essien (kanan) memperkenalkan kostum kandang "Maung Bandung" dalam peluncuran Liga 1 di Jakarta, Senin (10/4/2017). | M. Agung Rajasa /Antara Foto

Hal senada juga diungkapkan Traveloka. Dannis Muhammad, Head of Marketing Traveloka, mengatakan Liga Indonesia adalah kompetisi dengan jarak tempuh paling jauh di dunia.

Selama satu musim penuh, Liga 1 menempuh jarak total 680.278 km. "Kami siap membantu perjalanan serta akomodasi ofisial, para pemain, dan bahkan suporter loyal selama kompetisi berlangsung," tukas Dannis.

Semangat menyambut Liga 1 memang sungguh kentara. Bahkan semangat dan tekad kuat ditunjukkan Edy untuk membatasi praktik judi yang selama ini menghantui kompetisi sepak bola di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

"Silakan berjudi, tapi jangan coba-coba di dalam lapangan. Kami akan berjuang keras memerangi judi," ujar komandan Kostrad berpangkat letnan jenderal itu.

Mendongkrak jumlah pemain

Liga 1 yang segera bergulir memang belum sepi persoalan. Aturan pergantian lima pemain pun belum tuntas karena masih menunggu jawaban FIFA. "Saya tak tahu (kapan jawaban keluar), tanya FIFA dong," kata Edy merespon pertanyaan wartawan.

Edy menjelaskan lebih lanjut bahwa PSSI ingin mencetak jumlah pemain sepak bola Indonesia hingga 250 ribu orang pada tahun ini. Tak ada cara selain melibatkan para pemain muda U-23 di liga.

"Pemain sepak bola kita paling sedikit di seluruh dunia, makanya kami cari pemain sampai luar negeri. Bila pemain berusia tua tidak dibatasi, bagaimana dengan tim nasional kita?" sahut Edy.

Sejauh ini regulasi tetap berlaku. Apabila jawaban FIFA keluar saat kompetisi sudah berlangsung, PSSI akan mengembalikan regulasi sesuai aturan FIFA.

Persoalan lain yang masih menggantung adalah legalitas administrasi PT. LIB. Namun menurut Edy, persoalan itu sedang diurus dan optimistis Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) akan memberi rekomendasi pada Liga 1 dan Liga 2.

Edy menjelaskan pihaknya memang terlambat mengurus legalitas dan administrasi ke BOPI. Namun itu semua lantaran dana dari sponsor pun terlambat hadir.

Kebetulan dana itu diserahkan kepada klub untuk keperluan mengontrak pemain. Ketika segala urusan klub selesai, PSSI baru bisa melapor kepada BOPI.

"Kami loyal kepada BOPI karena dia (bagian dari) pemerintah. Akan tetapi kami tak bisa melaporkan Liga 1 ke BOPI karena kami belum menerima semua persyaratan. Sekarang sedang diurus," tutur Edy.

CEO PT. LIB, Berlinton Siahaan, juga menegaskan komunikasi dengan BOPI masih berlangsung dengan baik. "Kami yakin masalah dengan BOPI bisa diselesaikan," ujar Berlinton.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR