LIGA CHAMPIONS

Liverpool dan Spurs berpeluang ke semifinal

Pemain Liverpool Naby Keita (kiri) berusaha melewati pemain Porto Danilo Pereira dalam leg pertama perempat final Liga Champions di Anfield, Liverpool, Inggris, Rabu (10/4/2019) dini hari WIB. Keita turut mencetak gol demi kemenangan 2-0.
Pemain Liverpool Naby Keita (kiri) berusaha melewati pemain Porto Danilo Pereira dalam leg pertama perempat final Liga Champions di Anfield, Liverpool, Inggris, Rabu (10/4/2019) dini hari WIB. Keita turut mencetak gol demi kemenangan 2-0. | Peter Powell /EPA-EFE

Liverpool dan Tottenham "Spurs" Hotspur memiliki peluang untuk maju ke semifinal Liga Champions setelah memenangi leg pertama perempat final masing-masing. Liverpool menundukkan FC Porto 2-0 dan Spurs memukul sesama Inggris, Manchester City, 1-0.

Kemenangan Liverpool di kandangnya, Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, menjadi penegasan betapa mereka begitu dominan atas Porto. Ini adalah kemenangan keempat Liverpool atas jawara Portugal itu dalam tujuh pertemuan, lainnya berakhir imbang.

Musim lalu dalam kompetisi yang sama tapi pada fase 16 Besar, Liverpool juga menang 2-0 kala leg pertama. Kemudian pada leg kedua di kandang Porto, The Reds menang telak 3-0 berkat hat-trick Sadio Mane.

Jadi, peluang Liverpool ada di depan mata dan di atas kertas. Liverpool pun punya modal berharga untuk mencetak gol tandang di Portugal; tempo serangan.

Hal itu terlihat pada babak kedua ketika Liverpool mengendalikan permainan. Pertahanan Porto cukup kewalahan ketika Liverpool meningkatkan tempo serangan.

Gelandang Naby Keita membuka keunggulan Liverpool pada menit kelima. Menerima bola dari Roberto Firmino, pemain 24 tahun ini melepas tembakan yang membentur pemain Porto sehingga mengecoh kiper legendaris Iker Casillas.

Firmino kemudian ikut mencetak gol pada menit ke-26. Gol pun dicetak dengan mudah oleh pemain asal Brasil ini setelah menerima bola silang mendatar di depan gawang dari Trent Alexander-Arnold yang overlapping.

Bagi Firmino, keterlibatannya pada dua gol Liverpool kali ini adalah yang ke-12 dalam 11 pertandingan Liga Champions. Ia mencetak tujuh gol dan membuat lima assists.

UEFA pun menetapkan Firmino sebagai pemain terbaik laga ini. UEFA menilai pemain 27 tahun ini menjadi kunci kemenangan Liverpool. Ia tidak sekadar mencetak assist dan gol tapi juga menciptakan mimpi buruk bagi para pemain bertahan Porto.

Sementara pelatih Liverpool Jurgen Klopp enggan kelebihan percaya diri. Kemenangan ke-400 dirinya selama menangani Liverpool ini disebut berkat "kematangan" dan permainan "bertenaga".

"Saya senang, ini pertandingan pertama dari dua laga yang ketat. Kami mencetak dua gol bagus dan mengendalikan permainan. 2-0 adalah hasil bagus, gawang tak kebobolan. Saya suka," ujar pelatih asal Jerman ini,

"Kami tahu nasib tidak ditentukan di sini, kami masih harus memainkan leg kedua. Pertandingan akan berlangsung sangat ketat di Portugal," tambahnya.

Adapun pelatih Porto, Sergio Conceicao, mengatakan masih ada peluang karena akan bermain di Stadion Dragao. "Ini baru setengah jalan dari 180 menit. Kami masih punya 90 menit di Dragao untuk membalikkan keadaan dan meloloskan diri," kata bekas gelandang Portugal ini sembari meminta dukungan penuh fans.

Peluang lolos 60 persen

Di sisi lain, Spurs kini punya peluang lolos hingga 60 persen jika melihat dari sejarah hasil pada masa lalu (historical result) yang diolah Gracenote. Sementara menurut Opta, Spurs sudah sembilan kali melaju ke fase berikutnya jika memenangi leg pertama knock out kompetisi antarklub Eropa.

Para pemain Tottenham Hotspur dan para pendukung menyambut keberhasilan Son Heung-min (dua kiri, tak terlihat jelas) mencetak gol kemenangan 1-0 atas Manchester City di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris.
Para pemain Tottenham Hotspur dan para pendukung menyambut keberhasilan Son Heung-min (dua kiri, tak terlihat jelas) mencetak gol kemenangan 1-0 atas Manchester City di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris. | Neil Hall /EPA-EFE

Kemenangan Spurs di Stadion Tottenham Hotspur di kota London ini ditentukan oleh pemain depan asal Korea, Son Heung-min, pada menit ke-78. Son kini sudah mencetak 18 gol bagi Spurs di semua ajang seperti halnya pada musim 2017-18.

Gol Son pun menjadi oase bagi Spurs yang terus berada dalam tekanan City. Apalagi City sempat mendapat hadiah penalti pada menit ke-13 tapi gagal dimanfaatkan penyerang Sergio Aguero.

Eksekusi Aguero berhasil dihentikan kiper dan kapten Spurs, Hugo Lloris. Pemain asal Prancis ini sudah tiga kali menggagalkan penalti di semua kompetisi pada 2019, termasuk satu dari Leicester City dan Arsenal.

Bagi Spurs, ini adalah kemenangan pertama dari lima pertemuan terakhir dengan City. Dan ini akan menjadi modal berharga untuk melakoni leg kedua di Manchester.

"Saya senang pada penampilan anak-anak, senang pada pendekatan mereka terhadap pertandingan. Penampilan mereka sungguh bagus dan ini tantangan untuk masa depan; menampilkan level ini lagi serta konsisten," ujar pelatih Spurs, Mauricio Pochettino.

Filosofi permainan Spurs dan City sebenarnya relatif sama; menutup rapat ruang ketika kehilangan bola dan bergerak cepat begitu menguasai bola. Perbedaan hanya terletak pada detail micro tactic; Spurs dengan bola direct dan City dengan pergerakan sayap.

"Spurs senang menekan. Tapi mereka tak leluasa melakukannya, terutama pada babak kedua, ketika kami kerap hadir di area sepertiga akhir mereka," ujar pelatih City, Pep Guardiola, seraya memastikan timnya harus menyerang lebih giat lagi pada leg kedua.

Namun, kemenangan bagi Spurs ini harus dibayar mahal dengan cederanya penyerang Harry Kane. Ia cedera pergelangan kaki setelah bertabrakan dengan Fabian Delph.

"Kami sangat sedih dan kecewa. Kami akan kehilangan dia, mungkin hingga akhir musim. Kami sungguh khawatir karena dia tak punya cukup waktu untuk memulihkan diri. Kita tunggu kabarnya," tukas Pochettino dalam jumpa pers.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR